Konstitusi Bukan Hafalan: Bekal Menjadi Warga Negara Yang Cerdas

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari mahrizaaulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kita tahu bahwa negara Indonesia adalah negara hukum, tahu bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat, atau pernah menghafal pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar 1945, dan juga pernah mempelajari lembaga-lembaga negara. Namun, apakah mengetahui isi konstitusi otomatis membuat kita menjadi warga yang baik?
Jawabannya belum tentu. Mengapa? Karena konstitusi bukan sekedar materi yang dihafalkan, tetapi juga sebagai pedoman hidup bernegara. Disinilah Hukum Tata Negara (HTN) memiliki peran yang penting. HTN tidak hanya berbicara mengenai lembaga negara, pembagian kekuasaan, atau pasal – pasal. HTN membantu masyarakat untuk memahami bagaimana negara bekerja dan bagaimana posisi warga negara di dalamnya.
Menjadi warga negara yang cerdas tidak hanya mengetahui bahwa kita memiliki hak saja. Kita juga harus memahami bagaimana hak itu digunakan dan tanggung jawab yang menyertainya. Misalnya, kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Di era digital saat ini, setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya. Namun, kebebasan tersebut bukan berarti tidak ada aturannya.
Dalam menyampaikan pendapat, kita juga harus melihat apakah itu benar atau salah dan apa saja dampaknya terhadap orang lain. Disinilah konstitusi merupakan hal penting. Warga negara perlu mengetahui batas antara kebebasan dan tanggung jawab. Perbedaan pendapat seharusnya tidak langsung menimbulkan perpecahan. Kritik terhadap pemerintah tidak harus berujung pada penghinaan, sementara dukungan terhadap suatu kebijakan tidak berarti harus menutup mata terhadap kekurangannya. Hal ini merupakan bagian dari smart citizenship, karena menggunakan hak secara sadar, kritis dan bertangggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini, tantangan menjadi warga negara yang cerdas semakin besar. Media sosial memberikan ruang yang luas untuk masyarakat menyampaikan pendapat, kritik, atau berdiskusi. Namun, kita juga harus hati-hati dalam menerima dan juga menyebarkan informasi. Tidak semua informasi itu benar dan dipercaya begitu saja. Sebagai warga negara, kita perlu memastikan sumber kebenaran informasi tersebut dan tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang belum tentu kebenarannya.
Menjadi warga negara yang cerdas bukan tentang berani bersuara saja, tetapi juga mampu bertanggung jawab atas apa yang disampaikan. Di sinilah HTN memiliki peran penting. Dengan adanya HTN masyarakat dapat mengetahui bagaimana negara bekerja, bagaimana kekuasaan dijalankan, dan bagaimana hak dan kewajiban warga negara ditempatkan dalam hidup bernegara. Jadi masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berkontribusi secara aktif untuk kehidupan demokrasi.
Pada akhirnya, konstitusi bukan hanya sekedar menghafal saja. Konstitusi harus dipahami dan dijadikan pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Menjadi warga negara yang cerdas dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memahami hak dan kewajiban, menghargai perbedaan, berpikir kritis terhadap informasi, serta berani menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab. Jadi nilai-nilai konstitusi akan tercermin dalam sikap dan tindakan kita sebagai warga negara.
