Bagaimana Ekonomi Dunia Bergerak di Bawah Pengaruh Paus Baru?

Mahasiswi Universitas Sebelas Maret
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Early Maia Fidela tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia berduka dengan kepergian Paus Fransiskus pada 21 April 2025 silam. Semasa menjadi Paus ke-266, Paus Fransiskus telah banyak memberikan pengaruh di dunia, entah itu dalam hal religi, kemanusiaan, politik, lingkungan, hingga ekonomi sekalipun. Hal ini bisa kita telisik dari rekam jejaknya, bagaimana Paus Fransiskus menjadi tokoh berpengaruh semasa hidupnya dan bagaimana ia dipandang oleh dunia.
Paus Fransiskus dikenal sebagai pribadi yang sederhana tetapi tidak ragu untuk melantangkan suaranya demi membela yang lemah. Seperti yang dikutip dalam BBC News Indonesia, Paus Fransiskus acap kali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap langkah berbahaya negara-negara berpengaruh dan memberi peringatan tentang bagaimana negara maju merusak lingkungan hingga memberikan dampak negatif bagi negara berkembang.
Kepergian Paus Fransiskus di usianya yang ke-88 tahun ini tidak hanya menjadi penanda dimulainya saat hening bagi dunia, tetapi juga tanda bagi kepemimpinan gereja yang harus beregenerasi. Seturut dengan itu, setelah diadakan tiga sesi konklaf yang diikuti oleh 133 kardinal di seluruh dunia, terpilihlah Paus Leo XIV sebagai Paus baru pada 8 Mei 2025. Kabar gembira ini disampaikan oleh Kardinal Protodeacon Dominique Mamberti dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube resmi Vatican News.
Paus dengan nama asli Robert Francis Prevost yang berkebangsaan Amerika ini juga dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Sebelum menjadi seorang Kardinal, Paus Leo XIV telah mengabdikan dirinya selama bertahun-tahun untuk gereja, karir rohaninya ditandai oleh pentahbisannya sebagai imam di Kolese Santo Monika pada tahun 1982. Mulai saat itu, Paus Leo XIV semakin menguatkan pelayanan dan kehidupan rohaninya.
Paus sebagai Aktor Global
Sebagai Paus yang menjadi pemimpin umat Katolik di seluruh dunia, Paus Leo menjadi tokoh penting di dunia. Tak hanya dalam menjadi teladan orang Katolik, tetapi Paus juga menjadi unsur pertimbangan bagi negara-negara lain dalam kehidupan diplomasi global. Dengan adanya dukungan besar terhadap Paus Leo yang vokal dalam menyuarakan keadilan dan kasih, pemimpin berbagai negara mau tak mau menyesuaikan pandangan dan kebijakan mereka agar tidak berseberangan dengan apa yang menjadi visi dari sang Paus.
Paus Leo yang juga dikenal dengan sebutan Father Bob membawa gaya kepemimpinan yang terbuka dan menjunjung tinggi keadilan sosial. Gaya kepemimpinan ini dinilai dapat menjadi unsur penting dalam perekonomian modern saat ini, terutama dalam isu ekonomi yang bersinggungan dengan moral dan lingkungan. Hal ini memiliki arti bahwa ada kemungkinan kelak perekonomian dunia akan mengutamakan martabat dan solidaritas global di tengah karena adanya pengaruh pandangan Paus Leo. Hal ini juga sejalan dengan pemikiran Amartya Kumar Sen yang mengungkapkan bagaimana perkembangan ekonomi seharusnya dapat menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
Dampak pada Perdagangan Internasional
Apabila dilihat dari kacamata ekonomi, seorang Paus sebagai aktor yang dapat memengaruhi kebijakan dunia dapat memberikan perubahan dalam sistem ekonomi. Hal ini dapat kita lihat dari bagaimana Paus-Paus terdahulu bisa memberi dampak besar pada pergerakan ekonomi global. Paus Fransiskus yang menganjurkan sistem ekonomi berkeadilan sosial dengan mengutamalan kelestarian lingkungan, kesetaraan sosial, serta martabat manusia misalnya. Untuk menegaskan komitmennya, Paus Fransiskus juga mengadakan pertemuan Economy of Fransisco yang diikuti oleh ratusan orang dari seluruh penjuru dunia, menghasilkan 12 poin kesepakatan bersama.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan paus secara tidak langsung dapat memengaruhi norma dan regulasi sistem, baik melalui keterlibatan aspek moral maupun politik. Paus Leo sebagai individu yang peduli sesama dan lingkungan mengajak kita untuk dapat menerapkan etika dalam produksi dan distribusi global serta membuka ruang diskusi baru mengenai ekspor-impor berbasis nilai, seperti perdagangan berkeadilan (fair trade) dan keberlanjutan (sustainable trade).
Penting untuk menyadari bahwa ekonomi global tidak hanya dipengaruhi oleh kekuatan pasar dan kepentingan negara, tetapi juga oleh narasi moral dan nilai yang dibawa oleh tokoh-tokoh seperti Paus. Dalam konteks inilah, ekonomi internasional bukan hanya tentang angka dan transaksi, tetapi juga tentang siapa yang menentukan nilai, arah, dan etika dari sistem ekonomi dunia itu sendiri.
