164 PKL Menolak Direlokasi ke Mal New Makassar

Makassar -- Sebanyak 164 Pedagang Kaki Lima (PKL) dari 1400 lebih PKL masih bertahan di luar area mal New Makassar atau pasar sentral baru di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Makassar. Para pedagang PKL tersebut menolak untuk direlokasi masuk ke dalam Mal Baru.
Pedagang menolak masuk karena harga lods yang telah disepakati sebelumnya antara pedagang dan wali kota Makassar tidak sesuai dengan harga kesepakatan.
Ratusan pedagang yang dulunya merupakan penghuni pasar sentral yang sejak tahun 2014 terbakar. Dan kini pasar tersebut berubah menjadi mal New Makassar yang kini dikelola oleh PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR).
Meski sudah menjadi mall, beberapa pedagang enggan menghuni lods yang ada di Mall tersebut dikarenakan harga yang disepakati bersama Walikota dan pihak pengelola MTIR Rp42 juta berubah menjadi Rp115 juta per meter.
Suri salahsatu pedagang yang berkeras tidak mau direlokasi, karena merasa harga los di new Mall dinilai terlalu mahal dan tak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.
"Sudah jelas pak, kami tidak mau karena harga yang pernah disepakati di Rujab (rumah jabatan) Walikota itu Rp42 juta. Kenapa dari pengelola minta Rp115 juta per meter, kami tidak setuju dan kami tidak akan pindah,"tegas Suri.

Pedagang resmi tersebut menuntut jika SK Walikota yang menetapkan jika harga lods senilai Rp42 juta segera diterbitkan dan dikeluarkan. Dimana SK Walikota tersebut belum juga memberikan kepada para pedagang resmi yang masih bertahan di Jalan Wahid Hasyim Makassar sebagai bentuk penolakan relokasi.
"Mana mi itu SK? Karena pak Wali (Danny Pomanto) pernah janji (SK), jadi tanya beliau kalau kita menunggu kehadiran pak wali untuk memberikan SK harga yang telah disepakati dalam rapat," tegas Suri.
Sementara itu Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto meminta agar para pedagang untuk tetap bisa bernegosiasi agar masuk kedalam mall berdagang. Pasalnya lods yang didirikan di sekitaran jalan Wahid Hasyim tersebut menggangu arus lalulintas.
"Semua harus masuk pada bulan Agustus ini, jika masih ada masalah lagi dengan harga, nanti masuk saja dulu kan kita juga kasih free 6 bulan sebagai kompensasi, nanti kita rundingkan lagi bagaiman baiknya"kata Danny Pomanto sapaan akrab Walikota Makassar.

Bahkan Danny Pomanto pun bakal kembali melakukan mediasi dengan mempertemukan pihak MTIR dengan para pedagang. "Nanti kita mediasikan pedagang dengan MTIR pengelola New Mall" tambah Danny.
Untuk diketahui jika beberapa pedagang masih bertahan di lods yang didirikan areal pinggiran jalan KH Wahid Hasyim Makassar, dimana mereka bertahan hingga saat ini sejak terjadinya kebakaran besar pada tahun 2014 di pasar terbesar di Makassar.
Sebelumnya jika pasar sentral sudah empat kali terbakar, dimulai pada Selasa, (28/6/2011), Rabu, (6/11/2013), Senin (13/1/2014), dan Rabu (7/5/2014).
