kumparan
29 Oktober 2019 12:17

Balita yang Peluk Jasad Ibunya Selama 3 Hari Bakal Dirawat Bapaknya

Main.jpg
Balita yang peluk jasad ibunya, kini sudah bisa bermain dan mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Makassar, (Makassar Indeks).
Makassar -- Balita yang ditemukan memeluk jasad ibunya, Marni (39), yang telah meninggal 3 hari. Kini balita tersebut sudah bisa bermain dan sudah bisa diajak berkomunikasi. EV balita yang berusia 2 tahun 3 bulan ini ditemani oleh keluraganya Mariyati (53) di ruang perawatan RS Bhayangkara Makassar, Selasa (29/10).
ADVERTISEMENT
Menurut Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Farid Amansyah, mengatakan anak tersbeut masih dalam keadaan sehat. Namun kerap memanggil-manggil ibunya.
Faried.jpg
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Kombes Pol dr Farid Amansyah.
"Yang terpenting anak ini sehat, dan tidak terjangkit penyakit saat bersama jasad ibunya yang telah membusuk. Kita pastikan dia saat ini dalam kondisi sehat. Selain itu kita juga memantau kondisi psikis anak ini agar tidak trauma akan kejadian yang menimpanya," ujar Kombes Pol Farid Amansyah, saat ditemui di ruang kerjanya.
Farid menuturkan keluarga juga menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Marni. "Saat ini jasadnya dibawa ke Gereja untuk disemayamkan, dan rencana bakal dikuburkan hari ini," ujarnya.
Ia menambahkan suaminya baru mengetahui kabar meninggalnya sang istri dari pihak Polsek Tamalate. "Jadi suaminya tahu karena anggota kepolisian yang telepon keluarganya, saat tahu jika jasad ini adalah istri anggota TNI," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Maryati (53), yang juga keluarga dari Marni ini menuturkan saat kejadian ayah dari EV sedang bertugas. "Ia tidak sama istrinya, ia tugas sebagai tentara. Nah, anaknya ada dua laki-laki sudah 15 tahun dan satunya lagi kelas 5 SD," ujar Maryati.
Kedua.jpg
Maryati (53) tante dari balita EV saat menengok dan mengajak bermain di RS Bahayangkara Makassar, (Makassar Indeks).
Lanjut Maryati, Marni dan suaminya merupakan anggota TNI sudah lama tak bersama, bahkan sudah dua minggu tidak ada kontak sama sekali. Barulah diketahui kondisi istrinya saat pihak kepolisian menelepon jika istrinya telah meninggal.
"Keluarga memang tidak mau autopsi, karena sudah ikhlas dan ibu Marni meninggal dan jatuh di kamar mandi," kata Maryati.
Untuk diketahui Marni merupakan ibu dari tiga anak, dua anak laki-lakinya bersama ayahnya, sementara anak bungsu yang memeluk ibunya saat meninggal bersama ibunya ikut di sebuah indekos.
ADVERTISEMENT
Maryati menambahkan, ayahnya bakal kembali mengambil anak perempuannya, dan ayahnya sendiri yang bakal merawatnya. "Nanti ini anak sama bapaknya, bapaknya sendiri yang rawat, memang kalau bapak dan ibu dari anaknya itu sudah lama pisah tempat tinggal," tutup Maryati.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan