Jembatan Bambu di Bulukumba Reyot, 60 Tahun Tak Kunjung Diperbaiki

Bulukumba -- Kondisi jembatan penyeberangan yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Batunilamun, Desa Pattiroan, dan Desa Tana Towa, di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, cukup memprihatinkan.
Jembatan penghubung yang terbuat dari bambu itu sama sekali belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bulukumba. Padahal jembatan itu merupakan akses penting bagi warga sekitar yang terletak di Dusun Patihi, Desa Sapanan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Jembatan tersebut seluruh materialnya masih terbuat dari bambu, bahkan ada kayu yang jadi pijakan jembatan bolong, sehingga warga yang melintas pun harus berhati-hati.
Masyarakat mengaku sangat kurang diperhatikan aparatur pemerintah. Padahal jembatan ini selain menghubungkan ke beberapa desa, juga digunakan untuk aktivitas warga desa menuju pasar, sekolah, dan puskesmas.
Menurut warga setempat Andi (31), jembatan yang di bangun sekitar 60 tahun silam, sampai sekarang masih tetap memprihatinkan dan sepanjang itu juga warga sekitar mempertaruhkan hidup pada jembatan yang mereka lalui setiap harinya untuk menyebrangi sungai.
"Kabupatenku Bulukumba baru saja merayakan HUT yang ke-60, dan selama 60 tahun juga ada cerita di pelosok desaku di dusun Patihi desa Sapanan, Kecamatan Kajang yang di mana hari ini sudah 60 tahun juga kami dan warga setempat mempertaruhkan hidup pada jembatan bambu yang kami lalui setiap harinya untuk menyebrangi sungai, yang entah sampai kapan itu akan berlangsung. Akankah pemerintah berdiam diri melihat cerita dari pelosok Bulukumba," tuturnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh warga setempat, Ardianto (32). Ia berharap pemerintah bisa segera membantu perbaikan jembatan tersebut.
"Kami berharap mungkin bantuan Rp 60 miliar dari gubernur Sulsel, bisa sedikit kasian dialokasikan ke jembatan ini agar lebih memudahkan masyarakat bisa dalam mengais rezeki lebih, serta empat desa yang punya potensi pertanian atau perkebunan itu bisa lebih mudah dalam meningkatkan taraf hidup mereka sebagai petani dan tukang kebun, saya rasa masyarakat sangat terbantukan saat jembatan ini selesai," tutupnya.
