kumparan
KONTEN PUBLISHER
20 Desember 2019 11:22

Manfaat dari Secangkir Sarabba Khas Bugis Makassar

1.jpg
Sarabba Khas Bugis Makassar (Ilustrasi)
Makassar -- Memiliki kesamaan dengan wedang jahe, namun Sarabba minum khas Bugis Makassar ini memiliki racikan tersendiri dan mampu membuat tubuh menjadi bugar saat diminum.
ADVERTISEMENT
Meski serupa dengan wedang jahe khas pulau Jawa, namun rempah-rempah berbeda dan membuat aroma dan rasa juga berbeda. Selain itu bahan lain yang ditambahkan dalam Sarabba juga ditambahkan dengan telur dan susu.
Di Kota Makassar, jalan Sungai Cerekang merupakan kawasan tempat meminum sarabba. Sepanjang 1 kilometer deretan penjual sarabba berada di areal pinggir jalan tersebut. Lokasinya tepat di tengah kota, di mana jarak dari pantai losari hanya sekira 2,9 kilometer saja.
Sarabba Telur.jpg
Sarabba racikan Deng Ijah di Jalan Sungai Cerekang Makassar (Foto: Makassar Indeks/Qiswa).
Tak hanya Sarabba, berbagai gorengan juga dijajakan para penjual di jalan Sungai Cerekang tersebut. Gorengan khas dengan nama Makassar yang dijual di antaranya, Sanggara' (Pisang Goreng), Bakara' (Sukun goreng), dan Ubi Goreng (Singkong goreng).
Sarabba memiliki varian rasa di Jalan Sungai Cerekan, mulai dari Original Sarabba, Sarabba Telur, dan Sarabba Susu.
ADVERTISEMENT
Yang menjadi khasiat jika minuman khas Bugis Makassar ini, di saat kita masuk angin atau ketika tenggorokan sedikit serak karena diketahui dalam proses pembuatan sarabba, di dalamnya ada campuran rempah-rempah yang khas yaitu jahe, gula merah, merica, dan santan.
Sebagian masyarakat khususnya masyarakat Kota Makassar mengonsumsi Sarabba untuk mengembalikannya stamina yang kurang fit atau lelah sehabis pulang kerja. Selain itu Sarabba di percaya mampu mengusir flu, menghangatkan badan dan tenggorokan, serta meredakan masuk angin.
Khasiat itu dapat dirasakan karena tidak lain dari campuran yang kaya akan rempah-rempah. Rasanya hangat pedas manis yang langsung terasa hangat di mulut dan tenggorokan. Aromanya yang khas dan lebih menggugah selera kita, apalagi dipadu dengan gorengan.
ADVERTISEMENT
Jika berkunjung pada malam hari, sepanjang jalan Sungai Cerekang berubah seperti pasar, di mana anak muda maupun orang tua duduk berjejer dipinggir jalan sambil menunggu Sarabba pesanannya.
Halijah atau akrab disapa Daeng Ijah merupakan pedagang yang sudah lebih 4 tahun jualan di kawasan jalan Sungai Cerekang, ia mengaku jika dagangannya laku saat musim hujan datang.
Sarabba.jpg
Daeng Ijah meladeni pelanggannya di warung jualan sarabba miliknya.
"Kalau musim hujan, penuh semua ini jalan sungai cerekang pak, memang ada resep khusus, masing-masing punya khas. Tapi yang kami sajikan memang ada yang Sarabba saja, (original), ada yang pakai telur, ada juga minta pakai susu," kata Daeng Ijah saat ditemui Makassar Indeks, (18/12).
Menjadi ramai selain murah dengan harga Rp 12 ribu untuk original dan Rp 15 ribu jika memakai telur atau susu. Hal itu membuat orang tertarik selain murah juga berkhasiat.
Sungai sadang.jpg
Sepanjang jalan Sungai Cerekang Makassar disulap menjadi jajanan Sarabba.
Proses pembuatan Sarabba ala Daeng Ijah cukup sederhana, di mana ia memulai dengan cara merebus gula merah hingga mendidih dan larut, kemudian dimasukkan jahe dan merica, setelah masak hingga 10 sampai 20 menit dan aroma jahenya tercium, kemudian kecilkan api kompor dan masukkan santan kental sambil diaduk terus secara perlahan. Dan yang terakhir tuangkan air jahe lalu hidangkan selagi hangat.
ADVERTISEMENT
Menariknya dari Sarabba yang memiliki kualitas yang baik, dari beberapa pembuatan sarabba ada yang menambahkan kuning telur dan ada juga yang tidak menggunakan kuning telur. Namun Daeng Ijah menerangkan jika hal rasa, kita kembali ke selera masing-masing.
Omzet perharinya ia bisa mencapai Rp 1 Juta dan paling rendah Rp 300 ribu sehari. Hingga kini Sarabba sudah sangat terkenal bahkan ada beberapa hotel yang ada di Kota Makassar memasukkan sarabba ke dalam salah satu menunya.
Sarabba saat ini juga sudah ada dalam bentuk kemasan. Sarabba bubuk instan maupun yang dikemas dalam botol bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan