kumparan
KONTEN PUBLISHER
18 Januari 2020 13:47

Nikmatnya Kue Putu Khas Pinrang Menjadi Sarapan

HH.jpg
Kue Putu Khas Pinrang, Sulawesi Selatan, (Makassar Indeks/Sulis).
Pinrang -- Mengawali pagi hari dengan memenuhi kebutuhan tubuh agar dapat beraktivitas dengan baik, sebaiknya anda sarapan dengan kuliner khas Bugis. Tak pas rasanya jika ke Sulawesi Selatan di kabupaten Pinrang dengan mencoba kuliner khas yakni Putu Pinrang.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan kue putu lain khas di Sulsel, Putu asal Pinrang ini memang berbeda dengan Putu Mayang di Kota Makassar, Putu Coppa di Sidrap dan beberapa putu lainnya.
Putu yang ada di Kota Kelelawar ini memang enak dibanding dengan kue putu lainnya yang khas di Sulawesi Selatan.
Masyarakat suku Bugis di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan dengan makanan khas putu, menjadi kebiasaan sebagai menu pilihan untuk sarapan warga Pinrang.
Putu ini terbuat dari tepung beras yang di kukus dengan menggunkan wadah tersendiri yang berbentuk tabung, setelah matang boasanyanya dilumuri dengan parutan kelapa muda hingga menambah gurihnya makanan ini.
Putu.jpg
Putu khas Pinrang gunakan kotoran minyak sebagai sambal, (Makassar Indeks/Sulis).
Putu biasanya di makan dengan sambal, namun sambalnya berbeda dengan sambal biasanya karena sambal yang dipadukan dengan putu ini terbuat dari ampas minyak kelapa atau biasa disebut kotoran minyak.
ADVERTISEMENT
"Jadi cara buatnya, ampas minyak kelapa ini di tumbuk dengan cabe kemudian diberi sedikit penyedap rasa," ucap Wana warga asal Pinrang.
Wana mengatakan, putu ini paling nikmat di santap pagi hari dan juga hanya tersedia di pagi hari, biasanya sarapan putu mampu bertahan lama dari rasa lapar, makanan putu ini sangat mudah di dapatkan di beberapa sudut kota Pinrang, karena masyarakat yang berjualan juga cukup banyak di pinggir jalan.
Harga juga relatif murah, hanya Rp2 Ribu perbiji untuk bisa menikmati kuliner khas kabupaten Pinrang yang membuat perut kenyang.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan