kumparan
KONTEN PUBLISHER
19 Maret 2020 19:58

Pasien Positif Corona 285 dan 286 Merupakan Warga Makassar

NA.jpg
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama unsur Forkopimda Sulsel dan Dewan Syuro Jamaah Tabligh menggelar konferensi pers terkait pembatalan pelaksanaan Ijtima Asia 2020, di Kantor Camat Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Kamis (19/3). (IST).
Makassar -- Dua pasien yang dinyatakan positif covid-19 di Sulawesi Selatan disampaikan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam konferensi pers merupakan warga Kota Makassar, keduanya terdata dalam kasus 285 dan 286.
ADVERTISEMENT
Disampaikan Gubernur jika hingga Kamis (19/3), di Sulsel ada 17 pasien yang diperiksa dugaan Virus Corona. Dimana 6 negatif dan 9 lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium.
Untuk pasien 285, kata Gubernur Nurdin Abdullah, baru saja kembali menunaikan ibadah umroh, setelah seminggu ia mengalami keluhan diare dan juga batuk-batuk.
Pasien tersebut kemudian dirawat di Rumah Sakit dengan keluhan demam, sesak, dan ketika dilaksanakan foto Thorax menunjukkan pneumonia di kedua paru-paru.
"Pasien sempat diambil sampel untuk kemudian dikirim ke Labkes Kementerian di Jakarta. Pasien sudah meninggal, tetapi baru hari ini kita mendapatkan informasi bahwa pasien tersebut positif Corona atau Covid-19," kata Nurdin, saat menggelar konferensi pers di makassar, Kamis (19/3) malam.
ADVERTISEMENT
Pasien 286, kata Nurdin Abdullah, yang bersangkutan masuk Rumah Sakit dengan keluhan demam dan batuk. Pasien ini diketahui memiliki kontak dengan penderita Covid-19.
"Pemeriksaan rontgen menunjukkan hasil pneumonia, kemudian dilakukan pengambilan sampel swab. Kondisinya hari ini sudah semakin membaik," terangnya.
Menurut Nurdin, kedua pasien ini kini dirawat di salah satu Rumah Sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 yang ada di Kota Makassar.
Nurdin menambahkan, dengan adanya dua kasus positif Covid-19 di Sulsel ini, pihak Rumah Sakit akan mengikuti prosedur dari Kementerian Kesehatan untuk melakukan contact tracing.
"Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada masyarakat Sulawesi Selatan, saya sudah mengeluarkan imbauan untuk semaksimal mungkin melaksanakan social distancing, mengurangi aktivitas di luar rumah. Anak-anak yang sudah tidak bersekolah agar diawasi untuk belajar di rumah dan tidak bermain main di luar, menjaga perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan, gizi dan istirahat yang cukup," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan