kumparan
KONTEN PUBLISHER
19 Maret 2020 13:16

WNA Peserta Ijtima Asia Akan Diisolasi di Hotel di Makassar Sebelum Dipulangkan

Gub22.jpg
Gubernur Sulsel, H.M Nurdin Abdullah saat rapat koordinasi dengan Forkopimda dan juga Dewan Syuro Jamaah tabligh, Kamis (19/3).
Makassar -- Puluhan ribu lebih peserta Ijtima Asia 2020 yang sudah berada di Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan bakal dipulangkan karena kegiatan tersebut resmi dibatalkan.
ADVERTISEMENT
Di mana dari para peserta yang berasal dari beberapa negara sekitar 400-an tersebut bakal diisolasi di sebuah hotel di Kota Makassar.
Sambil menunggu jadwal pemulangannya, para peserta tersebut untuk sementara akan diisolasi, ada yang ditempatkan di Asrama Haji, ada juga yang akan di isolasi di sebuah hotel di Kota Makassar terkhusus para jemaah tabligh dari luar negeri yang hadir.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyiapkan dua tempat sebagai lokasi isolasi para peserta Ijtima Asia 2020 itu.
"Untuk peserta Ijtima dari luar negeri, kita siapkan tempat yang layak di salah hotel di Makassar. Untuk peserta dari provinsi di luar Sulsel, kita siapkan Asrama Haji Sudiang, sambil menunggu jadwal kepulangan mereka ke daerahnya masing-masing. Kita juga akan antar mereka nanti ke pelabuhan atau bandara kalau sudah mau pulang," kata Nurdin dalam konferensi pers di Kantor Camat Bontomarannu, Kabupaten Gowa,
IJT1.jpg
Peserta Ijtima Asia di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Dok. .Istimewa
Sebelumnya Nurdin telah melakukan pertemuan bersama Forkopimda Sulsel dan Dewan Syuro Jemaah Tabligh, Kamis (19/3) pagi.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk pemulangan peserta yang berasal dari kabupaten/kota di wilayah Sulsel, Nurdin mengaku telah berkoordinasi dengan para kepala daerahnya masing-masing.
"Kita siapkan angkutan bus (untuk dipulangkan), dan sudah dikoordinasikan dengan para bupati dan wali kota. Kita minta mereka diisolasi di daerahnya masing-masing selama 14 hari," terangnya.
Sementara, Dewan Syuro Jemaah Tabligh, Ali Yubra, mengatakan pihaknya telah sepakat untuk mengikuti imbauan pemerintah agar membatalkan pelaksanaan Ijtima Asia 2020.
"Kami juga telah membatalkan kedatangan sejumlah ulama dari Bangladesh. Kita akan mempercepat proses kepulangan orang asing (WNA) yang saat ini sudah ada di lokasi acara. Untuk sementara, mereka akan kita isolasi dan siapkan tenaga medis. Sedangkan untuk peserta lokal (WNI), akan pulang secara berangsur ke daerahnya masing-masing," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menurut Ali, peserta dari luar negeri yang saat ini sudah berada di lokasi acara di Ponpes Darul Ulum di Desa Nirannaung, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, adalah WNA yang sudah ada di Indonesia sejak dua hingga tiga bulan lalu.
"Selama ini mereka melaksanakan dakwah keliling," terangnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan pengakuan panitia pelaksana Ijtima Asia 2020, secara keseluruhan peserta yang sudah hadir di lokasi acara jumlahnya lebih dari 10.000 orang.
"Kalau dari luar negeri ada sekitar 400-an orang lebih. Ini saja sudah berkurang dari estimasi sebelumnya yakni sekitar 1.000 orang (dari luar negeri). Tapi yang mendominasi peserta dari dalam negeri ji yang banyak," ungkap salah seorang panitia Ijtima Asia 2020, Mustari Burhanuddin, Rabu (18/3) malam.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan