Sosialisasi dan Peragaan Hidroponik: KKN UNDIP Dukung Kelompok Wanita Tani

Mahasiswa Teknik Geodesi UNDIP yang aktif dalam survei dan pemetaan, menggunakan Total Station, UAV (drone), LiDAR, dan TLS untuk analisis data spasial. Berpengalaman dalam penelitian pemodelan DTM serta studi kesesuaian perubahan penggunaan lahan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Thoriq Zein Munajat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pada 2 Februari 2025, mahasiswa KKN TIM 1 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan sosialisasi dan peragaan hidroponik bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Gupit. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan masyarakat, khususnya para wanita tani, dalam menerapkan sistem pertanian hidroponik sebagai solusi ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan sempit. Dengan metode ini, tanaman dapat tumbuh tanpa menggunakan tanah, melainkan dengan media air yang kaya nutrisi, sehingga memungkinkan produksi pangan yang lebih efisien, bersih, dan berkelanjutan.
Hidroponik dipilih karena memiliki banyak keunggulan, di antaranya efisiensi penggunaan lahan, pengelolaan nutrisi yang lebih baik, serta hasil panen yang lebih cepat dan berkualitas tinggi. Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNDIP menjelaskan berbagai model hidroponik yang dapat diterapkan, seperti sistem NFT (Nutrient Film Technique) dan wick system, yang cocok untuk skala rumah tangga maupun usaha kecil. Para peserta juga mendapatkan pelatihan langsung dalam menyiapkan instalasi hidroponik sederhana, mulai dari pemilihan alat dan bahan, pembuatan larutan nutrisi, hingga teknik perawatan tanaman agar hasil panen optimal.

Selain aspek teknis, program ini juga menekankan pentingnya manajemen biaya dan strategi pemasaran hasil panen. Peserta diajak untuk memahami pencatatan biaya produksi serta peluang bisnis dari hasil tanaman hidroponik, baik sebagai konsumsi sendiri maupun sebagai produk bernilai jual. Dengan adanya pendekatan multidisiplin, mahasiswa dari berbagai bidang turut berkontribusi dalam pengembangan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan dari sistem hidroponik ini.
Diharapkan, setelah kegiatan ini, Kelompok Wanita Tani di Desa Gupit dapat mengembangkan hidroponik sebagai salah satu sumber pangan dan pendapatan tambahan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang teknik bercocok tanam modern ini, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus membuka peluang usaha pertanian berkelanjutan. Program ini menjadi langkah awal yang diharapkan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.
