Konten dari Pengguna

Sepak Terjang Web3: Animoca Brands dan Transformasinya Menjadi MNC Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Malik Wijaya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ekosistem gaming dan Web3 Animoca Brands dalam perkembangan bisnis digital. Sumber gambar: Animoca Brands — Press Kit.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekosistem gaming dan Web3 Animoca Brands dalam perkembangan bisnis digital. Sumber gambar: Animoca Brands — Press Kit.

Ketika mendengar istilah MNC, bayangan yang ada di pikiran kita mungkin hanya berputar dalam ruang lingkup yang cukup familiar: pabrik, kantor cabang, dan rantai pasok yang tersebar di berbagai negara. Tetapi, pernahkah kita berpikir bahwa perkembangan Web3 ternyata menghasilkan bentuk ekspansi bisnis yang berbeda?

‎Animoca Brands menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan yang berangkat dari industri game berkembang ke ekosistem blockchain, investasi digital, dan jaringan bisnis global.

‎Perjalanan Menuju Ekosistem Web3

‎Hong Kong, 2014. Sebuah perusahaan game bernama Animoca Brands didirikan dengan fokus awal pada industri mobile gaming. Saat itu, bisnis Animoca Brands masih berkutat pada pengembangan dan distribusi game untuk perangkat mobile, termasuk game yang menggunakan berbagai IP populer seperti Garfield, Ben 10, Doraemon, hingga Ultraman.

‎Namun, perjalanan Animoca Brands tidak berhenti di industri game. Seiring berkembangnya teknologi blockchain, perusahaan mulai melihat peluang baru di balik teknologi tersebut. Pada 2017, Animoca Brands mulai mengeksplorasi penggunaan blockchain dalam industri game dan menjadi salah satu investor awal dalam sejumlah proyek Web3.

‎Perubahan tersebut semakin jelas pada 2018. Animoca Brands menyebut blockchain sebagai katalis penting untuk mewujudkan visi mereka mengenai kepemilikan aset digital. Sejak saat itu, perusahaan mulai menggeser fokusnya dari sekadar mengembangkan game menuju pengembangan dan investasi dalam ekosistem Web3.

‎Ketika Pemain Mulai Berubah

‎Awalnya, mayoritas pemain bermain hanya untuk kesenangan semata. Tetapi, hadirnya inovasi baru dari Animoca Brands yang mulai masuk ke ranah ekosistem Web3 perlahan mengubah cara permainan itu dipandang. Kesenangan tidak lagi sekadar menjadi tujuan, tetapi mulai berubah menjadi sebuah peluang.

‎Game yang awalnya hanya dimainkan untuk kesenangan mulai menunjukkan gaya baru dengan mengkomersialkan aset-aset di dalam game dan menjadikannya memiliki nilai ekonomi. Perubahan inilah yang kemudian menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan Animoca Brands melalui pengembangan ekosistem Web3. Perkembangan tersebut kemudian melahirkan berbagai konsep dan produk baru, seperti NFT, digital ownership, hingga The Sandbox.

‎Salah satu awal yang menjadi pembuka sepak terjang Animoca Brands dalam perjalanan tersebut terjadi pada 2018 ketika perusahaan mengakuisisi Pixowl, pengembang The Sandbox. Melalui The Sandbox, Animoca Brands mulai membawa konsep kepemilikan aset digital ke dalam dunia game. Pemain tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga dapat memiliki dan memperdagangkan berbagai aset digital dalam ekosistem tersebut.

‎Penerapan konsep ini menjadi titik awal ketika narasi game sebagai sekedar permainan mulai berubah. Pada 2021, The Sandbox mencatat lebih dari 500.000 registered wallets dan lebih dari 12.000 pemilik virtual LAND. Pada periode yang sama, nilai transaksi atau lifetime gross merchandise value (GMV) di dalam ekosistemnya telah melampaui US$144 juta.

‎Angka tersebut menunjukkan bahwa masuknya blockchain ke dalam industri game bukan hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga membuka ruang bagi terbentuknya aktivitas ekonomi baru. Game yang sebelumnya identik dengan aktivitas bermain mulai berkembang menjadi sebuah ekosistem tempat pengguna dapat membuat, memiliki, dan memperdagangkan aset digital.

‎Ekspansi Menuju MNC Digital

‎Kesuksesan Animoca Brands melalui The Sandbox telah menunjukkan bagaimana game dapat menjadi inovasi baru yang membuka ruang bagi aktivitas ekonomi para pemainnya. Melihat perkembangan tersebut, Animoca Brands mencoba untuk mengepakkan sayapnya lebih jauh dengan memperluas basis operasinya ke berbagai negara.

‎Salah satunya terlihat dari kehadiran Animoca Brands Japan. Didirikan pada 2021, entitas ini dibentuk untuk menghubungkan kekayaan intelektual Jepang dengan pasar global melalui teknologi Web3. Kehadiran entitas khusus di Jepang menunjukkan bahwa ekspansi Animoca tidak hanya dilakukan melalui produk digital, tetapi juga melalui pembentukan basis bisnis di negara lain.

‎Tidak sampai di situ, ekspansi tersebut berlanjut ke kawasan Timur Tengah. Pada 2025, Animoca Brands membuka kantor pertamanya di Dubai dan menjadikannya sebagai hub untuk membangun kerja sama dengan mitra lokal maupun internasional serta mengembangkan aktivitas Web3 di kawasan tersebut.

‎Tidak berhenti pada pembentukan basis operasi di beberapa negara, Animoca Brands juga memperluas jangkauannya melalui investasi. Perusahaan kini menyebut telah memiliki lebih dari 600 perusahaan dalam portofolionya yang tersebar di lebih dari 20 sektor Web3. Portofolio tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari gaming, infrastruktur blockchain, DeFi, hingga aset dunia nyata yang ditokenisasi.

‎Dari sini terlihat bahwa langkah Animoca Brands tidak lagi sebatas memperluas pasar sebuah produk game. Perusahaan mulai membangun jaringan bisnis yang terdiri dari berbagai perusahaan, investasi, dan operasi di sejumlah wilayah. Ekspansi semacam inilah yang kemudian membawa Animoca Brands keluar dari karakteristik perusahaan game biasa dan semakin mendekatkannya pada bentuk perusahaan multinasional di era digital.

‎Munculnya MNC Digital di Era Web3

‎Perjalanan Animoca Brands menunjukkan bahwa perkembangan Web3 tidak hanya mengubah cara perusahaan menciptakan produk, tetapi juga bagaimana sebuah perusahaan melakukan ekspansi secara global. Dari yang awalnya hanya berfokus pada mobile gaming, Animoca Brands kemudian berkembang menjadi perusahaan yang membangun ekosistem bisnis digital melalui teknologi blockchain, investasi, dan berbagai jaringan perusahaan di berbagai negara.

‎Pola tersebut memiliki kemiripan dengan karakteristik perusahaan multinasional, terutama dalam hal keberadaan jaringan bisnis lintas negara dan pengelolaan berbagai unit usaha. Perbedaannya terletak pada bentuk aset dan cara jaringan tersebut dibangun. Animoca Brands lebih banyak bertumpu pada intellectual property, teknologi blockchain, investasi, serta ekosistem digital dibandingkan aset fisik dan rantai produksi seperti yang umum ditemukan pada MNC konvensional.

‎Dengan demikian, perkembangan Web3 menunjukkan bahwa bentuk perusahaan multinasional juga dapat mengalami perubahan. Batas ekspansi perusahaan tidak lagi hanya ditentukan oleh lokasi fisik, tetapi juga oleh kemampuan membangun jaringan digital lintas negara. Dalam konteks ini, Animoca Brands dapat dilihat sebagai salah satu gambaran munculnya MNC digital di era Web3.

‎

‎