Konten dari Pengguna

3 Penyebab Orang Tua jadi Strict Parents

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab orang tua jadi strict parents (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab orang tua jadi strict parents (Sumber: Pexels)

Ada beberapa penyebab orang tua jadi strict parents, apakah Mama-Mama dan Papa-Papa sudah mengetahuinya?

Istilah strict parents, akhir-akhir ini sudah sering kita dengar ya, Ma. Sebenarnya strict parents ini mengacu pada orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter.

Soal strict parents juga sudah banyak banget kan dijadikan konten di sosial media. Sekarang, kalau kamu lihat-lihat kebanyakan dari konten tersebut bercerita kalau si anak kesulitan mendapatkan izin dari orang tua buat melakukan kegiatan atau pun hal-hal lainnya yang diinginkan oleh anak.

Kalau yang Mama perhatikan sih, tipikal strict parents ini merupakan orang tua yang memiliki ekspektasi yang sangat tinggi pada buah hatinya. Kadang terlalu menuntut, tapi sedikit sekali memberikan perhatian maupun feedback pada anak-anaknya.

Mama juga sering sih dapat cerita dari teman-teman Mama soal strict parents. Ternyata masih ada juga orang-orang di sekitar Mama yang menerapkan pola asuh seperti ini.

Strict parents juga katanya cenderung menghukum anak dengan keras apabila keinginan atau harapan dari orang tua tidak dituruti.

Penasaran enggak sih, apa saja penyebab orang tua jadi strict parents? Daripada bertanya-tanya lagi, berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini. Cek info lengkapnya di sini, ya!

Penyebab Orang Tua jadi Strict Parents

Ilustrasi penyebab orang tua jadi strict parents (Sumber: Pexels)

1. Adanya Pengalaman yang Sama

Seperti yang Mama bilang sebelumnya, strict parents sesungguhnya merupakan orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter, di mana orang tua memiliki tuntutan yang tinggi namun respons orang tua pada anak cenderung rendah.

Pola pengasuhan seperti inilah yang yang cenderung membentuk menjadi strict parents kelak.

Uniknya, sebuah studi pada Child Maltreatment di tahun 2012 menyatakan bahwa orang tua yang saat kecilnya diasuh dengan cara otoriter, maka kemungkinan bakal mengulanginya di kemudian hari. Pasalnya, mereka menganggap pola asuh yang sama merupakan cara yang tepat buat mendidik anak.

Orang tua seperti ini juga menganggap dengan menerapkan disiplin yang ketat pada anak bisa membuat si kecil menjadi lebih baik.

2. Adanya Rasa Cemas atau Ketakutan

Mama pernah baca dari laman Lybarte, sebenarnya strict parents mempunyai rasa cemas dan takut yang sangat tinggi. Namun, rasa cemas tersebut ditutupi dengan menerapkan pola asuh yang otoriter dengan anggapan bahwa orang tua selalu benar dan anak harus terus mengikuti perintah dari orang tuanya.

Padahal sebenarnya strict parents memiliki banyak perasaan negatif yang bisa berakibat buruk karena menerapkan pola asuh yang tidak tepat.

3. Orang Tua Kurang Memiliki Empati

Pola pengasuhan otoriter yang kurang adanya kasih sayang dan kehangatan, membuat seseorang tumbuh menjadi kurang empati dan selalu memiliki perasaan negatif. Kurangnya empati ini juga bisa berpeluang membentuk orang tua menjadi strict parents.

Strict parents juga membuat orang tua kesulitan membangun hubungan dekat dengan orang lain bahkan dengan buah hatinya sendiri.

Ciri-ciri Strict Parents

Ilustrasi penyebab orang tua jadi strict parents (Sumber: Pexels)

Usai mengetahui apa saja penyebab dari strict parents, berikut adalah beberapa tanda yang dimiliki oleh strict parents, antara lain:

1. Kurang Memberikan Kasih Sayang

Hal pertama yang paling bisa dikenali, strict parents biasanya kurang memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Mereka cenderung dingin, tidak dekat, atau bahkan menjaga jarak dengan buah hatinya.

Enggak jarang, orang tua seperti ini lebih sering mengatur bahkan berteriak pada anak-anaknya. Soalnya strict parents lebih mementingkan disiplin kepada anak dibandingkan memberikan kehangatan dan keamanan pada saat pengasuhan si kecil.

2. Memiliki Banyak Peraturan

Ciri khas strict parents yang lainnya adalah terlalu banyak aturan yang sebenarnya dianggap berlebihan. Contohnya, larangan buat anak keluar rumah atau bermain bisa juga menerapkan jam-jam khusus secara ketat untuk anak melakukan kegiatannya.

Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa membuat anak menjadi tidak bebas dan terkekang. Ketika anak harus dipaksa mengikuti peraturan yang ketat dari orang tuanya, si kecil pun bisa rentan terkena stres dan berdampak buruk pada perkembangan psikologisnya.

3. Tidak Segan Memberikan Hukuman Fisik

Demi menerapkan disiplin, strict parents bahkan tidak segan-segan memberikan hukuman fisik pada si kecil ketika anak melanggar aturan yang dibuat oleh orang tuanya.

Hukuman ini bisa berupa pukulan, menjewer telinga si kecil, dan sebagainya.

Masih banyak lagi sih sebenarnya ciri-ciri strict parents lainnya, seperti orang tua yang tidak mempercayai anak, tidak mau mendengarkan pendapat dari anak, selalu memaksakan kehendaknya pada si kecil, hingga kerap mempermalukan anak dengan dalih untuk mendisiplikannya.

Padahal, pola asuh seperti ini akan memberikan efek samping yang tidak baik loh pada si kecil. Di mana dia bisa berpengaruh pada tingkat kepercayaan diri anak, menyebabkan depresi, hingga gangguan perilaku anak di masa yang akan datang.

Semoga dengan adanya informasi penyebab orang tua jadi strict parents ini bisa menjadi renungan bagi kita para orang tua untuk menerapkan pola asuh yang lebih baik lagi untuk si buah hati ya, Ma!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan strict parents?
chevron-down

Strict parents sesungguhnya merupakan orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter, di mana orang tua memiliki tuntutan yang tinggi namun respons orang tua pada anak cenderung rendah.

Apakah anak menjadi orang tua strict parents jika dulu sering diatur?
chevron-down

Hal tersebut memang memungkinkan. Terbukti dari sebuah studi pada Child Maltreatment di tahun 2012 yang menyatakan bahwa orang tua yang saat kecilnya diasuh dengan cara otoriter, maka kemungkinan bakal mengulanginya di kemudian hari.

Apa saja ciri-ciri strict parents?
chevron-down

Memiliki aturan yang ketat, kurang kehangatan dan kasih sayang, tidak segan memberikan hukuman fisik, selalu memaksakan kehendak pada anak, dan tidak mau mendengarkan anak.