Konten dari Pengguna

3 Tanda-tanda IUD Kedaluwarsa

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tanda-tanda IUD kedaluwarsa (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tanda-tanda IUD kedaluwarsa (Sumber: Pexels)

Jangan sepelekan tanda-tanda IUD kedaluwarsa. Pasalnya hal tersebut bisa berbahaya bagi tubuh Mama-mama.

Memilih alat KB memang penting untuk perencanaan dalam keluarga. Dengan alasan tertentu, bisa saja kamu berniat buat mengatur jarak kehamilan atau memang sengaja ingin menunda momongan.

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai alat KB yang bisa kamu gunakan. Mulai dari KB suntik, pil KB, KB implan, hingga IUD.

IUD sendiri merupakan akronim dari intrauterine device atau yang dikenal juga dengan nama KB spiral. Bisa dibilang, IUD merupakan salah satu alat KB yang banyak dipilih oleh wanita yang ada di Indonesia. Soalnya IUD bisa digunakan dalam jangka waktu lama untuk menunda kehamilan, bahkan hingga 10 tahun.

Alat kontrasepsi ini berbentuk seperti huruf T dan umumnya terbuat dari plastik dan harus ditanam di dalam rahim.

Sebenarnya IUD menjadi salah satu alat kontrasepsi dengan tingkat efektivitas hampir 100 persen. Namun, dalam beberapa kasus, KB IUD ini bisa saja bermasalah. Termasuk penggunaan IUD yang telah kedaluwarsa.

Lantas, apa saja sih tanda-tanda IUD kedaluwarsa? Yuk, simak penjelasan selengkapnya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!

Tanda-tanda IUD Kedaluwarsa

1. Posisi IUD Bergeser

Ilustrasi tanda-tanda IUD kedaluwarsa (Sumber: Pexels)

Sebenarnya posisi IUD yang bergeser sedikit bisa saja terjadi. Kondisi ini kemungkinan tidak menyebabkan keluhan apa pun.

Namun, jika IUD sudah mulai kedaluwarsa, bisa jadi akan bergeser jauh dan menunjukkan berbagai gejala yang parah, antara lain:

  • Tali IUD yang tidak bisa dirasakan dengan jari.

  • Saat berhubungan seksual, pasangan bisa merasakan penisnya menyentuh IUD.

  • Vagina mengalami pendarahan yang parah.

  • Perut bagian bawah terasa sakit.

  • Adanya keputihan yang tidak biasa.

  • Mengalami kram perut yang parah.

Selain karena telah kedaluwarsa, hal lainnya yang bisa bikin IUD bergeser antara lain, kontraksi rahim yang kuat, rongga rahim yang kecil, kondisi rahim dengan kemiringan yang tinggi, sampai pemasangan IUD yang tidak benar.

2. Mengalami Demam

Ilustrasi tanda-tanda IUD kedaluwarsa (Sumber: Pexels)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, IUD yang sudah kedaluwarsa bisa menyebabkan perut menjadi terasa sakit dan kram. Bahkan bisa juga disertai dengan pendarahan yang hebat.

Selain itu, gejala penyerta lainnya adalah mengalami demam, mual, hingga gangguan pada pencernaan.

Umumnya, IUD yang terbuat dari lapisan tembaga bisa bertahan sampai 10 tahun. Ketika sudah mendekati batas waktu pemakaiannya, sebaiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter maupun bidan. Jadi, mencegah IUD kedaluwarsa dan digantikan lagi dengan alat kontrasepsi yang memang sesuai dengan kondisi tubuhmu.

3. Terjadinya Kehamilan

Biarpun jarang terjadi, namun IUD yang telah kedaluwarsa pun bisa menyebabkan terjadinya kehamilan. Mengutip laman Planned Parenthood, setidaknya 0,8 persen pengguna KB spiral masih memungkinkan mengalami kehamilan.

Kehamilan yang terjadi usai IUD kedaluwarsa ini biasanya juga akan menimbulkan berbagai tanda hamil pada umumnya. Sebut saja mual, muntah, perubahan pada payudara, tubuh merasa lemas, sampai perubahan mood.

Itulah dia beberapa tanda-tanda IUD kedaluwarsa yang perlu Mama-mama ketahui. Semoga bisa menjadi pertimbanganmu yang sedang memilih alat KB yang memang sesuai dengan kondisi tubuhmu ya!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apakah kepanjangan dari IUD?
chevron-down

Intrauterine device.

Berapa lama jangka pemakaian IUD?
chevron-down

Sampai kurang lebih 10 tahun.

Jenis KB apa saja yang umum digunakan di Indonesia?
chevron-down

KB suntik, pil KB, KB implan.