4 Cara Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa cara memperbaiki mental anak yang sering dimarahi yang perlu Mama-mama dan Papa-papa ketahui.
Memiliki anak merupakan keinginan dari pasangan suami istri yang telah menikah. Makanya, kehadiran seorang anak menjadi sebuah anugerah dari setiap pernikahan.
Akan tetapi, enggak bisa kita pungkiri kalau menjadi orang tua bukan merupakan hal yang mudah. Ada berbagai macam tantangan yang akan kamu temui. Salah satunya adalah menghadapi anak yang mudah emosi.
Memang, ketika anak berbuat kesalahan, sebagai orang tua tentu kita perlu menegur serta mengajarkan tindakan yang benar.
Namun, ada kalanya Mama-mama dan Papa-papa pun enggak bisa mengontrol emosi. Jadinya sampai memarahi atau membentak si buah hati.
Kalau anak terus dimarahi, tentu hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak. Seperti anak akan mengalami kecemasan, gangguan perilaku, hingga depresi.
Lalu gimana sih cara memperbaiki mental anak yang sering dimarahi? Jika kamu penasaran, yuk simak penjelasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber ini!
Cara Memperbaiki Mental Anak yang Sering Dimarahi
1. Jangan Ragu untuk Minta Maaf Duluan
Marah sebenarnya merupakan sifat umum manusia. Apalagi saat dihadapi dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan.
Jadi, ketika kamu marah pada anak, terlebih sampai kelepasan membentak atau menyakiti hatinya. Sebagai orang tua, kamu jangan ragu untuk meminta maaf duluan ya.
Hal tersebut bisa membuat anak merasa dimanusiakan dan diperlakukan dengan layak.
Selain itu, dengan meminta maaf duluan bisa membuat anak juga dapat menerima dan belajar bahwa setiap manusia tentu memiliki kesalahan.
2. Coba Dengarkan Mereka
Terkadang anak terlihat emosi ketika dia kebingungan mengungkapkan apa yang mereka pikirkan atau rasakan. Hal ini sangat wajar, karena memang anak masih terbatas dengan kemampuan bahasanya untuk mengungkapkan apa yang dirasakannya.
Makanya penting bagi kamu untuk selalu mendengarkan dan menampung cerita anak. Dengan begitu, dia bisa merasa lebih dianggap dan hubungan emosional antara kamu dan si kecil pun jadi lebih kuat.
3. Biarkan Anak Mengenali Emosinya
Alih-alih memarahinya atau atau membentaknya seperti, "kamu jangan cengeng", sebaiknya kamu membiarkan si kecil mengenali emosinya. Misalnya saat dia sedih, marah, kecewa, dan respons emosi lainnya.
Begitu juga saat dia senang, jangan sampai kamu menyuruhnya untuk tidak tertawa keras-keras.
Dengan membiarkan dia mengenali emosinya, maka mental anak pun menjadi lebih stabil dan positif.
4. Yakinkan Bahwa Orang Tuanya Menyayanginya
Anak yang terlalu sering dimarahi akan merasa dirinya tidak berharga dan tidak disayangi. Tentu ini bisa membuat dia jadi merasa minder, sedih, dan kecewa.
Untuk itu, jangan lupa buat tetap mengungkapkan perasaanmu dengan memeluknya, menciumnya, maupun kontak fisik lainnya. Agar dia merasa tetap disayangi.
Itulah dia beberapa cara memperbaiki mental anak yang sering dimarahi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kamu ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apakah dampak buruk terlalu sering memarahi anak?

Apakah dampak buruk terlalu sering memarahi anak?
Anak akan mengalami kecemasan, gangguan perilaku, hingga depresi.
Apakah manfaat dari lebih mengenali emosi anak?

Apakah manfaat dari lebih mengenali emosi anak?
Maka mental anak pun menjadi lebih stabil dan positif.
Bagaimana cara menunjukkan kasih sayang pada anak?

Bagaimana cara menunjukkan kasih sayang pada anak?
Memeluknya, menciumnya, maupun kontak fisik lainnya.
