4 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami, Ampuh Enggak Ya?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teman Mama pernah cerita, kalau dia berhasil menjaga jarak umur dua anaknya dengan cara mencegah kehamilan secara alami. Setahu Mama sih cara mencegah kehamilan yang efektif adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Kalau secara alami, bagaimana ya caranya?
Seperti yang kita tahu, banyak sekali macam-macam alat kontrasepsi yang biasa digunakan untuk mencegah kehamilan. Misalnya dengan menggunakan kondom saat berhubungan, meminum pil KB, suntik KB, hingga KB implan.
Tetapi, ada juga orang-orang yang memilih tidak menggunakan alat kontrasepsi dan mencegah kehamilan secara alami. Buat kamu yang penasaran gimana caranya, yuk simak selengkapnya.
Cara Mencegah Kehamilan secara Alami
Banyak pasangan ingin memberi jarak kehamilan agar perencanaan ke depannya lebih matang. Untuk mencegah kehamilan, banyak wanita menggunakan alat kontrasepsi dan menjalani pengobatan rumahan untuk mencegah kehamilan.
Tentu saja, tidak satu pun dari metode ini yang 100 persen efektif. Semuanya bersifat preventif atau hanya untuk berjaga-jaga.
Dikutip dari FirstCry Parenting, ada empat cara mencegah kehamilan secara alami yang sesuai dengan ilmu kedokteran. Tetapi tetap saja ya, Ma, empat cara di bawah ini juga tidak menjamin dapat mencegah kehamilan 100 persen.
1. Berhubungan Seks selama Masa Aman
Selama kamu dan pasangan aktif secara seksual, tentunya ada peluang untuk terjadi kehamilan. Terlebih jika kamu sedang dalam masa ovulasi, maka peluang kamu untuk hamil jadi lebih besar.
Maka, sangat penting bagi kamu yang ingin menunda kehamilan untuk mengetahui kapan saja masa ovulasimu terjadi. Buat yang belum tahu, masa subur atau ovulasi terjadi sekitar hari ke 14 siklus mensturasi untuk kamu yang punya siklus 28 hari.
Kamu juga bisa memanfaatkan berbagai aplikasi kalender ovulasi yang bisa memberi tahu kamu kapan prediksi masa ovulasimu terjadi.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan ahli kesuburan untuk melacak hari-hari ovulasi dan menjadwalkan hubungan seksual dengan tepat.
2. Lakukan Metode Start-Stop
Metode start-stop atau ejakulasi di luar dikendalikan oleh para suami. Metode ini akan membuat pria lebih berhati-hati supaya tidak mengeluarkan sperma di dalam vagina.
Untuk melakukan metode ini diperlukan latihan. Meski sudah berusaha untuk tidak ejakulasi di dalam vagina, tetap saja ada risiko sperma masuk ke vagina. Karena itu, lebih baik melakukan ini bersama dengan metode kontrasepsi lain yang terbukti bisa mencegah kehamilan.
3. Ukur Suhu Tubuh Basal
Setelah periode menstruai kamu berakhir, kamu dapat mulai mengukur suhu tubuh basal. Saat ovulasi dimulai, suhu tubuh mulai naik dan mencapai puncaknya pada hari ovulasi. Kamu bisa menghindari kehamilan dengan tidak berhubungan seks selama periode ini.
4. Perhatikan Lendir Serviks
Tubuh wanita menghasilkan cairan bening seperti jeli pada hari-hari menjelang ovulasi. Cairan ini adalah lendir serviks yang bisa membantu sperma mencapai sel telur dengan lebih mudah.
Oleh karena itu, sebisa mungkin kamu dan pasangan tidak melakukan hubungan seks selama periode ini. Pasalnya, peluang kehamilan pada periode ini sangat besar.
Nah itu dia beberapa cara mencegah kehamilan secara alami yang bisa kamu lakukan. Tetapi kamu harus tetap ingat, ya, cara-cara tadi memang dianggap bermanfaat tapi tetap saja efektivitasnya tidak sebesar alat kontrasepsi.
Saran Mama apabila kamu ingin serius menjaga jarak kelahiran anak, sebaiknya konsultasi juga ke dokter untuk memilih alat kontrasepsi yang tepat.
Frequently Asked Question Section
Kapan ovulasi terjadi?

Kapan ovulasi terjadi?
Ovulasi terjadi sekitar hari ke-14 siklus menstruasi pada wanita yang siklusnya 28 hari.
Apa yang terjadi pada suhu basal tubuh menjelang ovulasi?

Apa yang terjadi pada suhu basal tubuh menjelang ovulasi?
Menjelang ovulasi suhu basal tubuh akan meningkat.
Apakah keputihan tanda ovulasi?

Apakah keputihan tanda ovulasi?
Keputihan dengan warna bening dan tekstur seperti jeli dapat menjadi tanda ovulasi.
(RPR)
