4 Cara Mengatasi Anak Muntah
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalau melihat si kecil tiba-tiba muntah, tentunya kita bakalan auto panik ya, Ma. Untuk itulah kita perlu mengetahui cara mengatasi anak muntah.
Muntah sebenarnya umum terjadi pada banyak orang, ya. Enggak hanya orang dewasa saja, tetapi juga pada anak-anak bahkan bayi.
Kalau yang pernah Mama baca dari Healthline, muntah merupakan kejadian di mana isi lambung kembali dikeluarkan dengan cepat atau paksa. Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI menyatakan di laman resminya bahwa muntah merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh anak guna mengeluarkan racun atau toksin yang tertelan.
Penyebab muntah bisa bermacam-macam, Ma. Mulai dari menelan makanan atau bahan yang beracun, mengalami mabuk di perjalanan, infeksi pada perut atau saluran pencernaan, usus buntu, hingga cedera kepala.
Muntah-muntah ini gejala umumnya didahului dengan rasa mual. Pada saat ini, mungkin si kecil tiba-tiba mukanya terlihat pucat, keluar keringat dingin, sampai tidak nafsu makan.
Jangan panik dulu ya Ma, ketika melihat si kecil mendadak muntah. Soalnya ada beberapa cara mengatasi anak muntah yang bisa kamu lakukan. Apa sajakah? Simak selengkapnya di sini, ya!
Cara Mengatasi Anak Muntah
1. Jaga Posisi Tubuhnya
Menurut laman Parents yang pernah Mama baca, ketika anak mengalami muntah, yang perlu kita lakukan yang pertama adalah menjaga posisi anak agar tetap tegak atau berbaring tengkurap maupun miring. Yang terpenting pastikan agar dia tidak menghirup muntahan ke saluran pernapasan atau muntahannya malah kembali ke dalam tubuhnya.
Mama-Mama dan Papa-Papa juga perlu tetap tenang ya ketika melihat si kecil muntah tiba-tiba. Apabila orang tua sudah dalam keadaan tenang, maka kamu pun bisa memberikan penanganan yang tepat terhadapnya.
2. Berikan Cairan
Salah satu efek dari muntah pada anak adalah dia bakalan kehilangan banyak cairan tubuhnya. Nah, biar tidak semakin berisiko dehidrasi, pastikan kamu menjaga asupan air pada si kecil tetap tercukupi.
Hindari dulu memberikan minuman yang tinggi gula, contohnya soda agar mencegah anak tidak muntah. Sebaiknya kamu memberikan minuman berupa air putih atau bisa juga memberikan jus buah segar atau es loli yang terbuat dari buah asli agar asupan cairan tubuhnya tetap terjaga.
Kalau si kecil sudah telanjur muntah, jangan dulu memaksa dia untuk minum apa pun. Tunggu hingga 5-10 menit sampai akhirnya kamu memberikan asupan cairan kepadanya.
3. Berikan Minuman Pereda Mual
Selain air putih, Mama-Mama bisa memberikan teh atau jahe hangat apabila si kecil muntah secara tiba-tiba. Menurut laman Solid Starts, jahe mengandung gingerol yang memiliki fungsi untuk meredakan mual dan muntah.
Selain itu, jahe juga memberikan efek lega pada tenggorokan. Di mana biasanya anak merasa tidak nyaman dengan tenggorokannya usai dia mengalami muntah.
4. Jangan Dulu Memberikan Makanan Padat
Ketika mengalami muntah, artinya pencernaan si kecil sedang dalam keadaan tidak nyaman. Jadi, sebaiknya hindari dulu memberikannya makanan padat usai dia muntah.
Tunggu dulu selama beberapa jam dari dia muntah untuk pertama kalinya, jika ingin kembali memberikannya makanan padat.
Selain itu, hindari juga memberikan makanan yang berlemak, berminyak, atau makanan pedas apabila si kecil telah mengalami muntah. Makanan-makanan tersebut bisa membuat kondisi saluran pencernaan semakin tidak nyaman.
Itulah dia beberapa cara mengatasi anak muntah yang bisa Mama-Mama lakukan. Apabila keluhan muntah ini terjadi terus menerus dan disertai dengan gejala lainnya seperti demam, kejang, sakit perut yang hebat dan lainnya, segera periksakan si kecil ke dokter guna mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Semoga informasi ini bermanfaat untukmu, ya!
(AN)

