4 Manfaat Santan untuk Bayi

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mungkin banyak Mama-Mama yang penasaran boleh enggak sih bayi mengonsumsi santan dan apa saja manfaat santan untuk bayi? Kalau untuk kita orang dewasa, santan seringkali menjadi salah satu bahan makanan yang bisa semakin menambah cita rasa makanan tersebut.
Memasuki usia 6 bulan, umumnya bayi sudah mulai bisa diperkenalkan dengan makanan padat. Mengingat nutrisi pada ASI saja sudah tak lagi bisa memenuhi semua kebutuhan asupan nutrisi buat tumbuh kembang bayi.
Pemberian MPASI juga enggak bisa dilakukan secara sembarangan dan perlu dilakukan secara perlahan. Tujuannya adalah biar sistem pencernaannya bisa beradaptasi dengan setiap makanan yang diberikan.
Memilih menu MPASI pun kadang menjadi hal yang cukup tricky untuk Mama-Mama, ya. Mulai dari memastikan teksturnya agar sesuai dengan usia serta kemampuan makan si bayi. Sampai memilih bahan makanan yang tepat biar asupan gizi untuk buah hati tetap terjaga.
Kalau Mama lihat di beberapa panduan resep MPASI, ada beberapa menu makanan padat bayi ini yang memasukkan santan di dalamnya. Mungkin beberapa dari kamu juga masih ragu apakah boleh memakai santan untuk bahan MPASI bayi? Lalu, apa saja manfaat santan untuk bayi?
Kalau kamu penasaran, simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber, ya!
Manfaat Santan untuk Bayi
Sebenarnya di luaran sana masih banyak juga perdebatan ya, Ma. Apakah santan ini aman dikonsumsi untuk bayi? Jawabannya tergantung sih. Apabila menggunakan santan sebagai pengganti ASI atau susu formula, tentu saja hal ini enggak disarankan.
Dikutip dari laman Healthline, sebuah studi pernah menyatakan bahkan susu sapi saja tidak direkomendasikan diberikan buat bayi di bawah usia 1 tahun, karena bisa menyebabkan kekurangan zat besi dan dehidrasi. Apalagi santan coba? Tentunya penggunaan santan kalau buat pengganti ASI dan sufor sangat tidak dianjurkan.
Santan juga mengandung tinggi lemak jenuh. Dalam satu cangkir santan kalengan umumnya memiliki kandungan 57 gram lemak. Hal ini lebih dari 10 kali kandungan lemak jenuh yang ada pada susu sapi.
Akan tetapi pemberian santan buat bahan pendukung MPASI bayi, sebenarnya boleh-boleh saja kok. Dengan catatan, santan yang digunakan berasal dari kelapa alami. Jangan dari santan kemasan, serta jumlah yang digunakan jangan sampai berlebihan.
Dilansir laman Firstcry Parenting, santan juga sesungguhnya memiliki beberapa manfaat penting kok untuk si kecil, di antaranya adalah:
1. Membantu Perkembangan Otak Bayi
Seperti tadi yang telah Mama jelaskan, santan ini merupakan bahan makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Kehadiran kandungan lemak ini sebenarnya bisa memberikan manfaat positif untuk bayi kok. Mulai dari memberikan tenaga baginya sampai baik untuk perkembangan otak serta kecerdasan kognitif si kecil.
2. Sebagai Antimikroba
Ternyata di dalam santan terdapat kandungan antimikroba yang bisa melindungi bayi dari bakteri, virus, dan kuman. Santan merupakan bagian dari air kelapa dan air kelapa umumnya mengandung lipid yang bisa membantu menangkal penyakit.
3. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Bayi
Sesungguhnya dalam santan juga memiliki kandungan vitamin C yang bisa memperbaiki kerusakan jaringan dan sel tubuh serta membangun sistem kekebalan tubuh yang baik untuk bayi. Selain itu, santan juga mengandung kalsium dan mineral yang baik untuk kesehatan tulang dan gigi.
4. Membantu Membunuh Cacing di Usus
Banyak dokter anak yang merekomendasikan juga santan menjadi salah satu bahan alami untuk obat cacing pada anak. Bayi dan anak-anak memang rentan terjangkit penyakit cacingan ini ya, Ma. Nah, dalam santan mengandung lipid antimikroba, asam kaprat, dan asam laurat yang bisa membunuh cacing serta meningkatkan sistem metabolisme bayi.
Itulah dia penjelasan mengenai manfaat santan untuk bayi serta apakah boleh bayi mengonsumsi santan? Jawabannya adalah boleh ya, Ma. Asalkan harus berasal dari kelapa alami dan bukan santan dalam kemasan. Selain itu penggunaan santan untuk MPASI ini tidak boleh berlebihan.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu, ya!
(AN)
