5 Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama belum lama ini sedang berdiskusi dengan salah seorang sahabat Mama mengenai cara mengatasi anak yang malas belajar. Iya, kali ini Mama sedang pusing karena anak-anak Mama mulai malas belajar. Adakah Mama-Mama yang mengalami masalah yang sama juga?
Sebagai orang tua, tentunya kita menjadi cemas dong ketika melihat anak malas belajar? Kalau yang Mama perhatikan, saat si kecil malas belajar ini, dia bakal mencari alasan buat menghindari atau mengerjakan PR-nya. Kemudian bisa jadi anak juga mulai banyak mengeluh ketika orang tua memintanya belajar.
Sebenarnya, ada banyak alasan sih ya kenapa anak bisa malas belajar. Mulai dari anak tidak menyukai mata pelajarannya, mata pelajarannya dianggap sulit oleh si kecil, hingga anak belum menemukan cara belajar yang sesuai dengannya.
Padahal sesungguhnya kegiatan belajar ini sangat berguna bagi tumbuh kembang anak ya. Bukan hanya secara kognitif, namun juga secara sosial dan bahasa. Terlebih, kalau kebiasaan malas belajar ini dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak bagi prestasi akademisnya kelak.
Lantas apa saja sih cara mengatasi anak yang malas belajar? Nah, berikut adalah beberapa tipsnya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber. Cek info lengkapnya di sini, ya!
Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar
1. Kenali Cara Belajar Anak
Salah satu penyebab anak malas belajar adalah karena kita belum mengetahui cara belajar anak. Iya betul Ma, setiap anak bisa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda.
Ada anak yang suka belajar dengan membaca terlebih dahulu, namun ada juga yang lebih senang belajar sambil mendengarkan. Sebagian anak lainnya mungkin lebih senang belajar dengan cara meniru atau langsung mempraktikannya.
Nah, coba deh mulai sekarang kita lebih mengenali mana gaya belajar anak yang paling sesuai dengannya. Dari situ, Mama-Mama dan Papa-Papa dapat lebih mudah menyiapkan materi atau sistem belajar yang memang sesuai dengan gaya belajar si kecil.
2. Fokus pada Minat Anak
Setiap anak juga tentunya memiliki minat atau mata pelajaran yang dia sukai. Si kecil mungkin bakal terlihat malas-malasan dengan mata pelajaran yang dia anggap sulit. Namun, akan berbeda ketika dia menghadapi mata pelajaran yang dia sukai. Mungkin si kecil bakal nampak lebih semangat.
Kalau yang Mama baca dari laman Education Corner, salah satu cara mengatasi anak yang malas belajar adalah dengan mencoba lebih memfokuskan pada minat anak, termasuk mata pelajaran yang dia sukai.
Sebagai contoh, ketika anak lebih menyukai pelajaran Biologi dengan pembahasan hewan dan tumbuhan. Mama bisa membantunya dengan membacakan buku atau menjelaskan materi yang lebih banyak soal hewan dan tumbuhan.
3. Terlibat Langsung dalam Proses Belajar Anak
Masih banyak orang tua di luar sana yang selalu menyuruh anak untuk belajar, tapi mereka enggak mau terlibat langsung dengan proses belajarnya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu sebab si kecil menjadi semakin malas belajar loh, Ma!
Keterlibatan langsung Mama-Mama dan Papa dalam proses belajar akan memberikan dampak yang sangat baik bagi anak. Kamu bisa menunjukkannya dengan cara menemaninya saat dia mengerjakan PR. Kemudian menanyakan apakah ada kesulitan selama belajar di sekolah?
Dengan terlibat secara langsung, si kecil akan merasa bahwa orang tua selalu hadir dalam proses belajarnya. Sehingga dia juga akan merasa lebih semangat belajar nantinya. Kegiatan belajar yang mungkin awalnya dipandang membosankan oleh anak, akan menjadi menyenangkan ketika ditemani oleh orang tuanya.
4. Buat Suasana yang Kondusif
Salah satu faktor yang bisa menyukseskan kegiatan belajar adalah suasana yang kondusif. Misalnya, anak dapat dibuatkan ruang belajar atau ruangan baca khusus. Lalu mengurangi suara-suara yang sekiranya bisa mengganggu proses belajar anak, seperti suara TV atau musik yang terlalu keras.
Sebagai orang tua, Mama-Mama juga perlu memastikan apakah setiap kebutuhan anak untuk belajar sudah terpenuhi atau belum. Mulai dari alat tulisnya, buku yang dibutuhkan, atau fasilitas lainnya yang memang dibutuhkan si kecil dalam proses kegiatan belajarnya.
5. Jangan Memaksa atau Menekan Anak untuk Belajar
Melihat anak yang malas belajar rasanya campur aduk ya, Ma. Makanya banyak orang tua yang terus memaksa anak buat belajar. Ditambah lagi, anak juga seringkali dituntut mendapatkan nilai bagus di sekolah. Padahal, hal ini justru bisa membuatnya semakin malas untuk belajar.
Jadi, alih-alih terus memaksanya belajar agar mendapatkan nilai yang bagus. Lebih baik kita sebagai orang tua lebih mendorongnya supaya dia lebih fokus pada materi pembelajarannya.
Dikutip dari laman Green Spring School, orang tua juga jangan segan-segan menawarkan bantuan pada si kecil, apabila dia terlihat kesulitan ketika belajar. Mama-Mama juga enggak perlu terlalu terburu-buru menargetkan si kecil bisa menguasai materi pembelajaran. Lebih baik kamu dampingi secara perlahan, tapi dia bisa memahami pembelajaran secara lebih menyeluruh.
Itu dia beberapa cara mengatasi anak yang malas belajar. Mama-Mama dan Papa-Papa juga bisa mengapresiasi si kecil atau menunjukkan rasa bangga kalian ketika dia mulai memperlihatkan kemajuan dalam proses belajarnya. Sehingga, si kecil pun menjadi lebih semangat buat belajar.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu, ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Kenapa anak malas belajar?

Kenapa anak malas belajar?
Anak yang malas belajar bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah suasana belajar yang membosankan. Mama bisa membuat suasana belajar yang menyenangkan dengan berbagai ide menarik, seperti belajar sambil bernyanyi atau menari.
Bagaimana mengatasi anak yang malas belajar?

Bagaimana mengatasi anak yang malas belajar?
Mama bisa mencoba beberapa tips berikut ini: 1. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. 2. Membuat ruangan belajar yang nyaman dan si kecil betah dengan menempelkan berbagai stiker gambar kesukaannya. 3. Mengajak anak belajar hal-hal yang disukainya. 4. Beri waktu belajar jangan terlalu lama, misalnya 30-60 menit saja agar tidak bosan. 5. Sesekali ajak anak belajar di luar ruangan.
