6 Obat Panas Dalam untuk Balita 2 Tahun yang Aman

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit panas dalam tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga balita. Sebagai orang tua baiknya kita tahu ya, Ma, cara mengatasinya ketika si kecil terkena panas dalam. Panas dalam ternyata bisa diatasi di rumah lho, Ma. Kamu bisa menggunakan beberapa obat panas dalam untuk balita 2 tahun yang aman dan alami.
Mama perlu tahu jika panas dalam disebabkan oleh adanya radang tenggorokan akibat infeksi streptokokus, yang gejalanya berupa sakit di bagian tenggorokan serta munculnya iritasi dan rasa gatal di tenggorokan yang kerap membuat anak kesulitan menelan.
Kalau sudah kena panas dalam, pastinya kita merasa kasihan pada si kecil yang kesehariannya terganggu ya, Ma. Untuk kamu, Mama sudah rangkumkan 6 obat panas dalam untuk balita 2 tahun yang aman dikonsumsi. Yuk, disimak bareng Mama!
6 Obat Panas Dalam untuk Balita 2 Tahun yang Aman
1. Air Lemon
Salah satu obat alami yang bisa kamu berikan pada anak untuk mengatasi panas dalam ialah air lemon. Lemon tentunya terkenal akan kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi di dalamnya. Agar tidak terlalu asam, campurkan lemon dan madu ke dalam segelas air hangat lalu minumkan sedikit demi sedikit pada anak ya, Ma.
2. Air Garam
Mama bisa juga menggunakan garam sebagai pengobatan panas dalam pada anak. Caranya campurkan setengah sendok garam dengan segelas air putih hangat lalu mintalah anak untuk berkumur-kumur. Air garam memiliki khasiat meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan saat panas dalam. Hal ini karena air garam bisa membunuh bakteri yang ada di tenggorokan.
3. Madu
Untuk anak Mama yang mengalami panas dalam, Mama bisa memberikan madu alami pada anak ya, Ma. Kamu bisa gunakan berbagai macam cara seperti mencampurnya dengan teh, air putih atau bisa juga diminumkan secara langsung. Karena rasa madu yang manis, anak pastinya lebih mudah mencerna madu ketimbang obat panas dalam lainnya.
4. Sari Cuka Apel
Terdapat penelitian yang membuktikan bahwa sari cuka apel bisa mengatasi infeksi panas dalam lho, Ma.
Kandungan antibakteri alami yang terkandung dalam sari cuka apel dan sifatnya yang asam bermanfaat dalam memecah lendir pada tenggororkan. Kamu bisa melarutkan 2 sendok makan sari cuka apel dengan segelas air lalu mintalah anak kamu untuk berkumur ya, Ma.
5. Teh Chamomile
Salah satu teh yang terkenal akan segudang khasiatnya ini bisa kamu jadikan obat alami dalam meredakan panas dalam pada anak lho, Ma.
Teh chamomile sebagai teh herbal memiliki khasiat anti inflamasi yang bisa mengatasi sakit tenggorokan. Selain itu, teh chamomile juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga anak kamu terbantu dalam memulihkan diri dari panas dalam.
6. Soda Kue
Soda kue yang biasanya selalu tersedia di dapur juga kamu dapat gunakan untuk mengatasi panas dalam pada balita nih, Ma.
Campurkanlah satu gelas air hangat dengan seperempat soda kue lalu minta anak kamu untuk berkumur ya, Ma. Jika dilakukan secara rutin, sakit tenggorokan dan panas dalam akan segera teratasi.
Itulah beberapa obat panas dalam untuk balita 2 tahun yang aman digunakan oleh kamu, Ma. Selama kamu bisa mengatasi penyakit si kecil dengan bahan alami, maka kamu bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum konsumsi obat-obatan. Namun, jika panas dalam anak tidak kunjung mereda, sebaiknya kamu segera mendatangi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
(SRP)
Frequently Asked Question Section
Apa penyebab panas dalam pada balita?

Apa penyebab panas dalam pada balita?
Panas dalam disebabkan oleh adanya radang tenggorokan akibat infeksi streptokokus.
Apa saja obat panas dalam yang aman untuk balita 2 tahun?

Apa saja obat panas dalam yang aman untuk balita 2 tahun?
Air lemon, air garam, madu, sari cuka apel, teh chamomile dan soda kue.
Gejala panas dalam seperti apa yang menandakan anak harus dibawa ke dokter?

Gejala panas dalam seperti apa yang menandakan anak harus dibawa ke dokter?
Gejala kesulitan bernapas, leher bengkak atau kaku, adanya nanah di tenggorokan anak, anak nampak lesu dan tak bertenaga, panas dalam tak kunjung reda setelah beberapa hari, suhu demam tak menurun serta anak sulit membuka mulut dengan lebar.
