7 Ciri-ciri Bayi Sawan

Konten dari Pengguna
12 September 2022 6:27
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi ciri-ciri bayi sawan (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri bayi sawan (Sumber: Pexels)
ADVERTISEMENT
Tetangga Mama barusan ada yang bertanya nih, apa saja ciri-ciri bayi sawan. Soalnya anaknya kini suka tiba-tiba sakit dan menangis enggak seperti biasanya.
ADVERTISEMENT
Sawan merupakan istilah dari bahasa Jawa yang merujuk pada perubahan perilaku bayi yang mendadak menangis kencang, rewel, sakit, bahkan kejang, tapi tidak jelas apa penyebabnya.
Mungkin kamu sejak dulu sudah sering mendengar nasihat dan larangan dari orang tua yang harus dipatuhi. Jika tidak, nantinya bayi dapat terkena sawan.
Nah, kondisi sawan masih sering dikaitkan dengan hal mistis. Terutama sebagian masyarakat yang tinggal di daerah, di mana mereka masih mempercayai hal-hal mistis dan gaib.
Katanya, bayi yang mengalami sawan karena diganggu oleh makhluk halus. Ada juga yang percaya kalau bayi yang sawan itu disebabkan oleh ibu yang melanggar pantangan, sebut saya ibu membawa bayi menghadiri acara pemakaman.
Nah, benarkah sawan ini disebabkan oleh hal-hal yang mistis? Lantas, apa saja sih ciri-ciri bayi sawan? Yuk, simak penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!
ADVERTISEMENT

Ciri-ciri Bayi Sawan

Ilustrasi ciri-ciri bayi sawan (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri bayi sawan (Sumber: Pexels)
Hingga kini masih banyak yang mengaitkan kondisi sawan ini dengan hal yang mistis. Padahal, terjadinya sawan ini dapat dijelaskan secara medis loh, Ma!
Sawan sendiri adalah keadaan di mana bayi atau anak-anak tiba-tiba rewel, menangis, kesakitan, kejang, atau malah tidak sadarkan diri. Kondisi sawan dapat terjadi karena adanya proses pelepasan elektrik secara tidak normal dan berakibat munculnya guncangan pada bayi.
Hal tersebut membuat suhu tubuh bayi menjadi tinggi dan terdapat gangguan pada koneksi antar sel saraf otaknya. Sehingga otot-otot bayi menjadi kaku serta menimbulkan kejang. Bisa dibilang, kondisi ini pun dapat dikaitkan dengan gejala epilepsi.
Selain itu, sawan juga dapat disebabkan oleh kondisi kolik pada bayi. Melansir laman resmi Mayo Clinic, kolik merupakan kondisi di mana bayi menangis terus menerus hingga beberapa jam lamanya, sampai sulit untuk didiamkan. Perlu Mama-mama ketahui, kolik ini bisa terjadi ketika bayi merasa sehat maupun kenyang.
ADVERTISEMENT
Dalam kondisi tertentu, kolik bisa disertai dengan gejala sawan. Sementara itu, penyebab kolik pada bayi antara lain, sistem saraf dan pencernaan yang belum sempurna hingga adanya perubahan bakteri normal yang ada dalam sistem pencernaan.
Ilustrasi ciri-ciri bayi sawan (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri bayi sawan (Sumber: Pexels)
Biasanya, bayi mengalami sawan di awal-awal usia setelah kelahirannya. Kondisi ini mungkin saja membuat khawatir. Tapi, seiring dengan bertambahnya usia bayi, keadaan sawan ini akan berkurang dan menghilang dengan sendirinya kok, Ma!
Berikut adalah tanda-tanda bayi mengalami sawan, antara lain:
  1. Bayi menangis sangat kencang. Terutama di sore maupun malam hari.
  2. Memuntahkan susu atau makanannya, karena terjadi gangguan pada reflux.
  3. Bayi terlihat kesakitan dan merasa tidak nyaman.
  4. Tubuhnya kaku.
  5. Wajahnya menjadi merah.
  6. Demam dan suhu tubuh tinggi.
  7. Kadang diikuti kejang.
Enggak perlu panik dulu ketika anak mengalami sawan. Ada berbagai langkah pertolongan pertama yang bisa Mama-Mama lakukan, seperti:
ADVERTISEMENT
  • Letakkan bayi di lantai atau permukaan yang datar dengan hati-hati. Lalu posisikan miring agar mencegahnya tidak tersedak.
  • Pastikan tubuh si kecil bebas dari barang apapun.
  • Kendurkan semua pakaian, terutama di sekitar kepala dan lehernya.
  • Perhatikan, apakah bayi terdapat gangguan pernapasan, seperti munculnya warna kebiruan pada wajah.
  • Apabila bayi mengalami kejang, sebaiknya catat berapa lama kejang yang dia alami.
Jika dia mengalami kejang lebih dari 5 menit, disertai gejala lainnya seperti wajahnya membiru, mengalami gangguan pernapasan, tubuh semakin kaku, dan panas tinggi. Berarti anak sudah memerlukan bantuan medis untuk melakukan penanganan yang tepat.
Itu dia penjelasan ciri-ciri bayi sawan. Jadi, sawan enggak selamanya terus dikaitkan dengan hal mistis ya, Ma! Semoga informasi ini bermanfaat untukmu.
ADVERTISEMENT
(AN)
Kapan bayi mengalami sawan?
chevron-down
Kapan bayi kejang perlu dibawa ke dokter?
chevron-down
Apa itu sawan?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020