Konten dari Pengguna

Adakah Pantangan Suami saat Istri Hamil Menurut Agama Islam?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam. Foto: Shutterstock

Mama-Mama pernah mendengar enggak soal pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam? Memang sih ada kepercayaan-kepercayaan yang melarang suami melakukan sesuatu hal ketika istrinya hamil.

Misalnya nih, suami yang istrinya sedang hamil dilarang untuk menyakiti sesama makhluk hidup seperti hewan. Kalau suami menyakiti hewan atau makhluk hidup lainnya, takutnya itu akan berbalik kepada sang janin.

Mama juga pernah mendengar cerita turun temurun dari orang tua. Katanya, zaman dahulu pernah ada seorang suami yang sedang berburu hewan di hutan. Lalu dia menembak seekor burung sampai salah satu sayapnya patah.

Nah, menurut cerita ini, sang suami enggak percaya dengan pantangan suami saat istri hamil. Ternyata ketika anaknya lahir, salah satu tangan bayinya juga tidak berfungsi dengan baik, sama seperti burung yang sayapnya patah itu.

Tetapi mama enggak tahu sih kebenaran dari cerita ini. Namanya juga cerita turun temurun ya, Ma. Mau percaya atau tidak, itu dikembalikan ke kepercayaan masing-masing.

Nah, kalau menurut agama ada enggak ya hal-hal seperti ini? Yuk, kita cari tahu sama-sama, Ma.

Adakah Pantangan Suami saat Istri Hamil Menurut Agama Islam?

Ilustrasi pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam. Foto: Shutterstock

Mama sempat baca di beberapa sumber kalau salah satu pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam adalah suami harus berhati-hati saat memberikan nafkah.

Suami harus yakin betul apa yang diberikan kepada istri, terutama makanannya, diperoleh dari uang yang halal.

Dalil mengenai hal ini adalah:

أَنْ يُطْعِمُهَا الْحَلَالَ فَإِنَّ الْلَحْمَ إِذَا نَبَتَ مِنَ الْحَرَامِ يَذُوْبُ بِالنَّارِ

“Suami wajib memberi makan isterinya dari sumber penghasilan yang halal karena daging yang berasal dari sumber penghasilan yang haram itu akan dihancurkan dengan api neraka,” (Tanbih al-Ghafilin hlm 486).

Para calon Papa sangat disarankan jangan sekali-kali membawa yang haram ke dalam rumah. Jangan sampai istri diberi makanan haram apalagi saat sedang mengandung.

Ilustrasi pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam. Foto: Shutterstock

Hal yang haram itu pasti dari yang tidak baik seperti hasil penipuan, hasil sogokan, riba, dan lainnya. Saat yang haram ini dimasak jadi sebuah makanan dan dimakan oleh istri dan diserap janin, tentu ini jadi hal yang harus dihindari.

Lalu, bagaimana dengan pantangan soal dilarang menyakiti makhluk hidup seperti hewan saat istri hamil? Mama pribadi belum pernah menemukan riwayat yang menyebutkan larangan ini secara khusus.

Tetapi, dalam agama Islam memang kita diajarkan untuk berbuat lembut penuh kasih sayang terhadap makhluk hidup, termasuk kepada binatang.

Kalaupun harus membunuh hewan, haruslah dengan cara yang baik. Islam juga melarang membunuh hewan kecuali jika untuk dimakan atau hewan yang membahayakan.

Hal ini sesuai dengan sebuah riwayat:

ما من إنسان يقتل عصفورا فما فوقها بغير حقها إلا سأله الله عز وجل عنها يوم القيامة » قيل : يا رسول الله ، وما حقها ؟ قال : « حقها أن يذبحها فيأكلها ولا يقطع رأسها فيرمي به

“Tidak seorang pun yang membunuh ‘Usfur (sejenis burung pipit) atau yang lebih kecil tanpa hak kecuali Allah akan menanyakannya di hari kiamat. Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, apa haknya?” Rasulullah menjawab, “Haknya adalah menyembelihnya lalu memakannya dan tidak dipotong kepalanya lalu dibuang.”” (HR. Imam Hakim).

Nah, itu dia penjelasan soal pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam. Semoga bermanfaat ya, Ma!

(RPR)