Konten dari Pengguna

Air Ketuban Seperti Apa Ciri-cirinya?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi air ketuban seperti apa ciri-cirinya? Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi air ketuban seperti apa ciri-cirinya? Foto: Freepik

Waktu hamil anak pertama, Mama sempat enggak tahu air ketuban seperti apa. Memang sih selama masa akhir kehamilan ibu hamil biasanya mengeluarkan lebih banyak cairan, tetapi buat yang masih awam mungkin enggak tau itu cairan ketuban atau bukan.

Kalau ternyata air ketuban yang keluar atau istilahnya merembes, kamu perlu hati-hati, Ma. Meski cairan ketuban mempunyai fungsi untuk melindungi janin, tapi kalau air ketuban pecah atau merembes jauh lebih awal dari waktu menjelang persalinan, bisa jadi ini adalah indikasi adanya gangguan kesehatan.

Air Ketuban Seperti Apa?

Ilustrasi air ketuban seperti apa ciri-cirinya? Foto: Freepik

Saat di dalam kandungan, bayi mengapung di cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban paling banyak pada usia kehamilan 34 minggu yakni sekitar 800 mL. Air ketuban akan berkurang menjadi sekitar 600 mL saat umur kehamilan cukup bulan (kehamilan 40 minggu).

Cairan ketuban terus bergerak (bersirkulasi) saat bayi menelan dan "menghirup" cairan, lalu melepaskannya. Cairan ketuban ini punya beberapa fungsi, seperti:

  • Melindungi bayi yang sedang berkembang bergerak di dalam rahim dari cedera yang mungkin dialami saat Mama beraktivitas.

  • Membantu paru-paru untuk berkembang dengan baik.

  • Mencegah tekanan pada tali pusar.

  • Mempertahankan suhu konstan di sekitar bayi serta melindungi dari kehilangan panas.

  • Melindungi bayi dari cedera luar dengan menahan pukulan atau gerakan tiba-tiba.

Ciri-Ciri Air Ketuban

Ilustrasi air ketuban seperti apa ciri-cirinya? Foto: Freepik

Cairan ketuban normal dicirikan dengan cairan yang bening, jernih, sedikit memiliki bintik-bintik putih, tidak berbau, dan/atau disertai dengan lendir atau darah. Ibu hamil yang belum tau itu air ketuban biasanya mengira kalau air ketuban yang keluar adalah urine.

Itulah mengapa begitu banyak ibu hamil yang bertanya-tanya apakah mereka ini enggak bisa menahan buang air kecil atau air ketubannya telah pecah. Apalagi ibu hamil kan biasanya susah menahan buang air kecil. Benar enggak, Ma?

Untuk itu, kamu harus tahu bagaimana ciri-ciri air ketuban jika ternyata merembes. Untuk itu, berikut ciri-ciri umumnya yang Mama baca di Medline Plus.

  • Cairan ketuban tidak berbau dan jernih, meskipun terkadang diwarnai dengan darah atau lendir.

  • Cairan ketuban mungkin juga memiliki bintik-bintik putih, darah atau lendir di dalamnya.

  • Jika cairan ketuban terinfeksi, mungkin berbau busuk.

  • Jika cairan ketuban diwarnai dengan warna hijau atau coklat, ini mungkin mekonium, yang berarti bayi telah buang air besar di dalam kandungan.

  • Keluarnya cairan ketuban tidak dapat dikendalikan.

Nah, dari ciri-ciri di atas, kamu perlu perhatikan jika ada tanda serius seperti cairan berbau atau warnanya tidak jernih, kamu harus segera ke rumah sakit.

Selain itu, masalah cairan ketuban juga bisa dilihat dari jumlah cairannya. Kalau terlalu sedikit atau terlalu banyak, itu juga enggak baik, Ma.

Terlalu banyak cairan ketuban disebut polihidramnion. Kondisi ini bisa terjadi pada kehamilan ganda (kembar atau kembar tiga), anomali kongenital (masalah yang ada saat bayi lahir), atau ibu hamil yang punya riwayat penyakit diabetes gestasional.

Nah, kalau cairan ketuban justru terlalu sedikit, ini dikenal sebagai oligohidramnion. Kondisi ini bisa terjadi pada akhir kehamilan, ketuban pecah, disfungsi plasenta, atau kelainan janin.

Jumlah cairan ketuban yang tidak normal dapat menyebabkan dokter kandungan memberi perhatian lebih dan mengawasi kehamilan dengan lebih hati-hati.

Dokter juga mungkin akan mengeluarkan sampel cairan melalui amniosentesis supaya dapat memberikan informasi tentang jenis kelamin, kesehatan, dan perkembangan janinmu.

(RPR)