Apa Itu HPL dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

HPL adalah salah satu istilah yang perlu dipahami, terlebih oleh ibu hamil. Kamu juga mungkin pernah membaca atau mendengar sekilas soal HPL. Tetapi, kamu sudah tahu belum apa sih HPL itu, Ma?
Sedikit cerita, waktu awal menikah Mama sempat bingung dengan istilah-istilah seputar kehamilan. Misalnya nih, waktu Mama ingin tahu usia kehamilan, Mama harus menghitung HPHT. Mama baru tahu kalau HPHT itu maksudnya hari pertama haid terakhir.
Lalu, waktu Mama lagi hamil besar ada juga istilah HPL. Lalu apa sih HPL itu? Simak artikelnya berikut ini ya, Ma.
HPL Adalah Waktu Perkiraan Lahir Bayi
Setelah Mama baca-baca, HPL adalah singkatan dari Hari Perkiraan Lahir. Sesuai namanya, HPL adalah tanggal perkiraan si kecil lahir, Ma.
HPL ini bisa diketahui dengan mengukur usia kehamilan. Tetapi perlu dicatat kalau perhitungan kehamilan yang bisa dipakai adalah dalam hitungan minggu ya, Ma.
Nah, usia kehamilan ini bisa diketahui dengan menghitung hari pertama haid terakhir. Catatan terkait HPHT menjadi penting karena hitungan itu dimulai dari sana.
Jadi, dengan mengetahui hari pertama haid terakhir (HPHT), Mama-Mama enggak cuma tahu usia kehamilan, tapi juga bisa lho memprediksi kapan hari kelahiran bayi.
Untuk mengetahui HPL secara pasti, kamu bisa menggunakan rumus Naegele, Ma. Supaya lebih jelas, Mama akan bantu kasih ilustrasi cara menghitungnya ya!
Contoh Cara Menghitung HPL
Diketahui, hari pertama haid terakhir (HPHT) ibu Rina adalah 15 Desember 2021. Lalu bagaimana cara menghitung HPL nya?
Kita ingat lagi rumus Naegle, yaitu: tanggal di hari pertama haid terakhir + 7 hari – 3 bulan + 1 tahun.
HPHT Ibu Rina adalah 15 Desember 2021 dan ditambahkan 7 hari ke depan, maka hasilnya adalah 22 Desember 2021. Sehingga, 22 Desember 2021 adalah minggu pertama kehamilan ibu Rina.
Setelahnya, kurangi 3 bulan dari bulan haid terakhir tersebut yaitu 22 September (Desember bulan ke-4 dikurang 3). Terakhir, tambahkan satu tahun dari 2021. Maka, Ibu Rina akan mendapatkan HPL yaitu 22 September 2022.
Nah itu dia Ma, contoh perhitungan HPL berdasarkan usia kehamilan yang dihitung sejak HPHT. Mudah banget, kan? Tapi, Mama-Mama juga harus tahu, rumus ini bekerja paling efektif untuk ibu hamil yang memiliki periode menstruasi siklus selama 28 hari.
Kalau hari perkiraan lahir (HPL) sudah diketahui seperti kasus Ibu Rina di atas, besar kemungkinan bahwa bayinya akan lahir pada hari yang berada di antara 2 minggu sebelum atau setelah HPL, Ma.
Terus bagaimana ya kalau HPHT ternyata enggak bisa dikurangi 3 bulan? Tenang, Ma soalnya ada kok alternatif perhitungan yang lain dan justru lebih mudah.
Kamu hanya perlu menambahkan 7 hari setelah HPHT dan dilanjutkan dengan menambahkan hasil penjumlahan itu dengan 9 bulan. Biar lebih jelas, perhatikan contoh di bawah ini ya, Ma.
Ibu Kinan diketahui hari pertama haid terakhirnya (HPHT) jatuh pada tanggal 18 Januari 2021. Cara menghitung HPLnya adalah sebagai berikut.
HPHT + 7 Hari = 18 Januari 2021 + 7 Hari = 25 Januari 2021
(HPHT + 7 Hari) + 9 Bulan = 25 Januari 2021 + 9 Bulan = 25 Oktober 2021
Dari perhitungan seperti contoh di atas, Mama-Mama bisa tahu bahwa HPL Ibu Kinan adalah 25 Oktober 2021. Semoga informasi ini membantu, ya, Ma.
(RPR)
Frequently Asked Question Section
Apakah HPL yang sudah dihitung waktunya tepat?

Apakah HPL yang sudah dihitung waktunya tepat?
HPL atau Hari Perkiraan Lahir yang sudah dihitung tidak selalu tetap, Ma. Mama bisa melahirkan dua minggu lebih cepat atau bahkan dua minggu setelah HPL. HPL hanya perkiraan yang diberikan oleh dokter biar Mama bisa bersiap-siap. Jadi, jangan jadikan HPL sebagai patokan, ya, Ma. Mama bisa memanfaatkan waktu HPL ini untuk mempersiapkan persalinan dan kebutuhannya.
Bagaimana jika bayi tidak kunjung lahir dan sudah melewati HPL?

Bagaimana jika bayi tidak kunjung lahir dan sudah melewati HPL?
Mama tidak perlu khawatir jika bayi tak kunjung lahir apalagi sudah melewati HPL. Hal ini umum terjadi kok, Ma. Paling penting Mama tetap berkonsultasi pada dokter obgyn dan memastikan bahwa bayi dalam keadaan sehat. Selain itu, Mama juga bisa melakukan beberapa hal yang bisa merangsang agar bayi cepat lahir seperti, jalan kaki ringan, melakukan stimulasi payudara, mengonsumsi kurma, hingga berhubungan intim dengan suami.
Bagaimana cara menghitung HPL?

Bagaimana cara menghitung HPL?
Mama bisa menggunakan rumus sederhana, yakni HPHT + 7 hari + 9 bulan. Maka akan keluar hasil HPL atau hari perkiraan lahir. Namun, perlu diketahui jika HPL hanya bisa dilakukan untuk Mama yang memiliki siklus mestruasi normal, yakni 28 hari.
