Apa Itu Plasenta? Ibu Hamil Perlu Paham

Konten dari Pengguna
9 Februari 2022 10:36
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa Itu Plasenta? Ibu Hamil Perlu Paham (289812)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu plasenta? Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Jika kamu sedang hamil, kamu mungkin bertanya-tanya apa itu plasenta dan apa saja fungsinya. Ya Ma, kamu perlu paham nih soal plasenta, karena kesehatan plasenta sangat berpengaruh pada bayi di dalam kandungan.
ADVERTISEMENT
Nah, Mama sempat baca di Mayo Clinic soal plasenta, mulai dari fungsi sampai komplikasi yang mungkin terjadi. Yuk, baca terus sampai habis informasi di bawah ini, ya!

Apa itu plasenta?

Plasenta adalah organ yang berkembang di dalam rahim selama kehamilan. Plasenta ini menyediakan oksigen dan nutrisi untuk bayi yang sedang tumbuh dan membuang produk limbah dari darah bayi.
Plasenta menempel pada dinding rahim, dan tali pusar bayi tersambung dengannya. Plasenta ini biasanya menempel di bagian atas, samping, depan atau belakang rahim. Dalam kasus yang jarang terjadi, plasenta mungkin menempel di bagian bawah rahim. Ketika ini terjadi, itu disebut plasenta letak rendah (plasenta previa).

Apa yang memengaruhi kesehatan plasenta?

Apa Itu Plasenta? Ibu Hamil Perlu Paham (289813)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu plasenta? Foto: Shutterstock
Berbagai faktor dapat memengaruhi kesehatan plasenta selama kehamilan, berikut beberapa di antaranya, Ma.
ADVERTISEMENT
  • Usia ibu: Beberapa masalah plasenta lebih sering terjadi pada wanita yang lebih tua, terutama setelah usia 40 tahun.
  • Jumlah air sebelum persalinan: Selama kehamilan, bayi dikelilingi dan diberi bantalan oleh selaput berisi cairan yang disebut kantung ketuban. Jika kantung bocor atau pecah sebelum persalinan dimulai, juga disebut ketuban pecah, risiko masalah pada plasenta meningkat.
  • Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi dapat mempengaruhi plasentamu.
  • Kehamilan kembar: Jika kamu hamil dengan lebih dari satu bayi, kamu mungkin berisiko lebih tinggi mengalami masalah plasenta.
  • Gangguan pembekuan darah: Setiap kondisi yang mengganggu kemampuan darah untuk menggumpal atau meningkatkan kemungkinan pembekuan, itu menambah risiko masalah pada plasenta.
  • Operasi rahim sebelumnya: Jika kamu pernah menjalani operasi rahim sebelumnya, seperti operasi caesar atau operasi untuk menghilangkan fibroid, kamu berisiko lebih tinggi mengalami masalah plasenta.
  • Masalah plasenta sebelumnya: Jika kamu pernah mengalami masalah plasenta selama kehamilan sebelumnya, kamu mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya lagi.
  • Penggunaan zat tertentu: Masalah plasenta tertentu lebih sering terjadi pada wanita yang merokok atau menggunakan zat tertentu selama kehamilan.
  • Trauma perut: Trauma pada perut seperti karena jatuh, kecelakaan mobil atau jenis pukulan lainnya juga bisa meningkatkan risiko plasenta terpisah secara prematur dari rahim (solusio plasenta).
ADVERTISEMENT

Masalah pada plasenta yang paling umum

Apa Itu Plasenta? Ibu Hamil Perlu Paham (289814)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi apa itu plasenta? Foto: Shutterstock
Selama kehamilan, kemungkinan masalah plasenta yang paling umum adalah solusio plasenta, plasenta previa, dan plasenta akreta. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pendarahan vagina yang berat. Inilah yang perlu kamu ketahui tentang kondisi ini:
1. Solusio plasenta
Kondisi ini terjadi jika plasenta terlepas dari dinding bagian dalam rahim sebelum melahirkan, baik sebagian atau seluruhnya. Ini dapat membuat bayi kekurangan oksigen dan nutrisi dan menyebabkan ibu mengalami pendarahan hebat. Solusio plasenta dapat mengakibatkan situasi darurat yang membutuhkan persalinan dini.
2. Plasenta previa
Kondisi ini terjadi ketika plasenta menutupi sebagian atau seluruh serviks, jalan keluar untuk rahim. Plasenta previa lebih sering terjadi pada awal kehamilan dan mungkin hilang saat rahim tumbuh.
ADVERTISEMENT
Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan vagina yang parah selama kehamilan atau persalinan. Penanganan kondisi ini tergantung pada jumlah perdarahan, apakah perdarahan berhenti, seberapa jauh jarak kehamilanmu, posisi plasenta, dan kesehatan kamu dan bayi.
3. Plasenta akreta
Biasanya, plasenta terlepas dari dinding rahim setelah melahirkan. Tetapi jika mengalami plasenta akreta, sebagian atau seluruh plasenta tetap melekat erat pada rahim.
Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah dan bagian lain dari plasenta tumbuh terlalu dalam ke dinding rahim. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah selama persalinan.
Itu dia, Ma, informasi terkait apa itu plasenta dan beberapa hal yang memengaruhi kesehatan plasenta. Semoga bisa bermanfaat, ya.
(RPR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020