Apa Itu Strict Parents? Ini Ciri dan Dampaknya pada Anak

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Strict parents adalah sebutan bagi orang tua yang cukup populer di Indonesia. Kamu sudah pernah dengar belum soal strict parents ini? Ternyata anak yang memiliki orang tua strict parents juga bisa terdampak dengan hal negatif, Ma.
Mama pernah kenal dan lihat sendiri kehidupan anak yang punya orang tua tipe strict parents. Kesannya anak harus selalu patuh dengan aturan orang tua tanpa diberikan kesempatan untuk bernegosiasi. Akhirnya si anak jadi kesulitan untuk mengembangkan diri.
Sebelum kita bahas soal dampaknya, kita pahami dulu konsep strict parents ya, Ma. Dikutip dari WebMD, mendisiplinkan anak-anak memang perlu. Terlebih anak-anak selalu butuh bimbingan untuk menentukan beragam keputusan dalam hidup mereka.
Tetapi, ketika orang tua terlalu ketat saat mendisiplinkan anak maka itu bisa berujung ke hal yang negatif. Elizabeth J. Short, PhD, direktur asosiasi Schubert Center di Case Western Reserve University, mengatakan kalau anak yang memiliki strict parents akan lebih sering cemas dan ragu-ragu. Bahkan anak mungkin kehilangan minat untuk mencoba hal-hal baru karena merasa tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan orang tuanya.
“Menjadi terlalu ketat berisiko karena dapat merusak upaya mereka untuk melakukan hal yang benar. Mereka sangat ingin melakukan banyak hal tetapi terhalang karena khawatir tentang persetujuan orang tua," kata Short.
Strict Parents adalah Mereka yang Punya Banyak Tuntutan
Dalam ilmu psikologi, strict parents didefinisikan sebagai orang tua yang menempatkan standar dan tuntutan yang tinggi pada anak-anak mereka.
Ketika orang tua menerapkan standar tinggi dengan dukungan yang hangat dan responsif kepada anak-anak mereka, mungkin itu enggak terlalu jadi masalah. Tetapi jika banyak menuntut tapi tidak suportif, itu baru akan jadi masalah.
Setelah tahu apa itu strict parents, kita cari tahu ciri-cirinya seperti berikut ini.
1. Menerapkan Banyak Aturan
Profesor psikologi di Oberlin College Nancy Darling, PhD, mengatakan, strict parents merasa bahwa semakin banyak aturan yang ditetapkan untuk anak maka itu akan memberikan rasa disiplin pada anak. Namun menurutnya, konsep ini salah. Sebaiknya, tetapkan sedikit aturan namun konsisten untuk menjalankannya.
2. Tidak Mendampingi Anak
Ketika strict parents meminta anak untuk melakukan sesuatu yang sulit, Darling menyebut kalau seharusnya orang tua jangan hanya menyuruh mereka melakukannya.
Bekerjalah bersama mereka sebagai gantinya. Karena menurut Darling, pengasuhan terbaik adalah ketika orang tua bisa meluangkan waktu dan terus mendampingi anak-anaknya.
3. Anak Terus Belajar dan Tidak Bermain
Anak-anak membutuhkan waktu yang nyaman dan waktu senggang untuk menyerap apa yang telah mereka pelajari. Jika anak-anak hanya belajar terus menerus tanpa diberikan waktu senggang untuk bermain maka pembelajaran itu tidak akan efektif. Mereka akan jadi sekadar tahu tanpa memahami maksud dan arti semua yang dia pelajari.
Dampak Strict Parents pada Anak
Setiap pola asuh yang diterapkan pasti akan menimbulkan dampak kepada anak. Mengutip Parenting for Brain, pola asuh yang ketat dan tidak responsif menghasilkan hal yang merugikan termasuk masalah perilaku, harga diri rendah, masalah kontrol diri dan masalah kesehatan mental pada anak.
Penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh strict parents cenderung tidak bahagia dan menunjukkan gejala depresi.
Jadi jelas ya, Ma, meskipun beberapa orang tua berpikir bahwa pengasuhan yang ketat menghasilkan anak-anak yang berperilaku lebih baik, tetapi gaya pengasuhan seperti itu sebenarnya menghasilkan anak-anak yang memiliki lebih banyak masalah perilaku.
Anak belajar apa yang mereka jalani dan apa yang dicontoh orang tua mereka. Ketika orang tua mendisiplinkan anak-anak mereka dengan emosi, paksaan, ancaman, atau hukuman verbal, artinya mereka mencontohkan bagaimana anak harus bereaksi ketika mereka marah.
Akibatnya, anak-anak jadi belajar untuk menjadi lebih memberontak, marah, impulsif, dan agresif ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan mereka.
Frequently Asked Question Section
Apa dampak pola asuh strict parents pada anak?

Apa dampak pola asuh strict parents pada anak?
Pola asuh yang ketat dan tidak responsif menghasilkan hal yang merugikan termasuk masalah perilaku, harga diri rendah, masalah kontrol diri dan masalah kesehatan mental pada anak.
Apa saja ciri strict parents?

Apa saja ciri strict parents?
Ciri strict parents antara lain seperti membuat banyak aturan, menyuruh anak melakukan banyak tugas sulit tanpa mendampinginya, hingga menyuruh anak terus belajar tanpa bermain.
Bagaimana pola asuh yang baik untuk anak?

Bagaimana pola asuh yang baik untuk anak?
Orang tua bisa memberikan aturan namun tidak berlebihan asalkan konsisten, selalu dampingi anak, dan pastikan anak mendapatkan haknya untuk bermain.
(RPR)
