Apa Saja Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Imunisasi?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada seorang teman Mama yang bertanya nih mengenai apa saja hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi. Soalnya, sebentar lagi anaknya yang berusia 18 bulan bakal divaksin.
Imunisasi merupakan proses untuk membuat individu menjadi lebih kebal sistem imunnya terhadap suatu penyakit. Proses tersebut dilakukan dengan cara menyuntikkan vaksin ke bagian tubuh tertentu yang fungsinya adalah membentuk daya tahan tubuh dan melawan penyakit.
Di Indonesia sendiri, jadwal imunisasi rutin anak sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Imunisasi bisa diberikan sejak bayi baru lahir dan imunisasi lanjutan umumnya dilakukan hingga anak berusia remaja.
Makanya, penting untuk Mama-Mama dan Papa-Papa buat memastikan si kecil bisa mendapatkan vaksinasi sesuai usianya dan tepat waktu.
Ada beberapa hal juga yang perlu Mama-Mama perhatikan agar cara kerja vaksin bisa berjalan dengan optimal. Salah satunya dengan mengetahui hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi.
Apa sajakah? Yuk, simak selengkapnya di sini ya, Ma!
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Imunisasi
1. Jangan Berikan Obat Penurun Demam
Melansir Very Well Family, salah satu efek samping imunisasi yang paling umum adalah anak mengalami demam.
Banyak orang tua yang menjadi panik saat mendapati anaknya demam usai imunisasi. Padahal perlu kamu pahami, kalau demam yang dialami si kecil setelah imunisasi justru menunjukkan sistem imunnya sedang merespons sel kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Ketika Mama-Mama memberikan obat penurun demam, dikhawatirkan malah bisa mengurangi respons imunitas yang tengah dikembangkan tubuh anak.
Namun, kalau anak mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celsius selama berhari-hari ditambah gejala lainnya seperti mual muntah, sesak napas, dan rewel, maka kamu bisa memberikannya obat. Tapi harus sesuai dengan anjuran dokter, ya!
2. Jangan Mengoleskan Salep pada Bekas Suntikan Imunisasi
Melihat anak yang rewel karena imunisasi, kadang membuat kita tidak tega ya, Ma. Sehingga ada juga Mama-Mama yang mencoba mengoleskan salep di bekas bagian tubuh yang disuntik.
Padahal hal tersebut enggak disarankan loh, Ma. Soalnya hal tersebut bisa menyebabkan penyerapan vaksin ke dalam tubuh menjadi terganggu.
Kalau si kecil merasa nyeri pada bekas suntikannya, kamu bisa mengoleskan kain hangat ke area bekas suntikan tersebut. Lagipula, luka tersebut juga akan pulih dengan sendirinya selama beberapa hari ke depan.
3. Menghindari Aktivitas Fisik Berlebihan
Salah satu hal yang perlu diperhatikan usai anak melakukan vaksin adalah jangan sampai dia melakukan dulu aktivitas fisik yang berlebihan.
Setidaknya biarkan 2-3 hari si kecil diberikan waktu untuk beristirahat setelah imunisasi. Biar tubuh bisa menyesuaikan diri dan pulih secara penuh dari efek samping vaksin yang mungkin ditimbulkan.
Pada saat ini, pastikan juga si kecil selalu mengonsumsi makanan yang bergizi dan lebih banyak minum air putih ya, Ma!
4. Menunda Vaksinasi
Saat anak mengalami sakit maupun demam ringan, masih banyak juga orang tua yang menunda pelaksanaan imunisasi. Menurut laman resmi Kemenkes, sebenarnya yang enggak boleh melakukan imunisasi adalah anak yang mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius.
Kalau anak telat mendapatkan imunisasi, nantinya bisa berpengaruh pada respons tubuhnya saat menerima vaksin menjadi kurang optimal. Maka dari itu, pastikan si kecil mendapatkan imunisasi yang direkomendasikan sesuai dengan usianya.
Imunisasi memang kadang bukan merupakan hal yang menyenangkan bagi kamu dan anak. Mama-Mama mungkin akan merasa khawatir ketika anak menangis saat disuntik.
Tapi tenang saja, biasanya anak akan menangis pada saat suntikan pertama dan bakal segera tenang serta baik-baik saja setelahnya.
Itulah dia hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu ya, Ma!
(AN)
