Konten dari Pengguna

Apa Saja Manfaat Permainan Tradisional bagi Anak?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manfaat permainan tradisional bagi anak (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manfaat permainan tradisional bagi anak (Sumber: Pexels)

Buat mengisi waktu bersama si kecil, kamu bisa mengajaknya bermain permainan tradisional. Apalagi ada berbagai manfaat permainan tradisional bagi anak.

Saat ini permainan tradisional memang semakin jarang dimainkan. Seiring dengan berkembangnya zaman, mungkin banyak anak-anak zaman sekarang yang lebih memilih bermain di gadget dibandingkan permainan yang mengasah fisik.

Padahal di Indonesia sendiri banyak sekali permainan tradisional yang yang bisa dimainkan. Sebut saja lompat tali, engklek, bermain gundu, congklak, ular naga, dan lain sebagainya.

Berbagai permainan tradisional ini tentu saja perlu dilestarikan. Selain menyenangkan untuk dimainkan, beberapa permainan tradisional pun memberikan manfaat yang baik buat tumbuh kembang anak.

Apa saja sih manfaat permainan tradisional bagi anak? Yuk, simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!

Manfaat Permainan Tradisional bagi Anak

1. Melatih Kemampuan Motorik

Ilustrasi manfaat permainan tradisional bagi anak (Sumber: Pexels)

Sebagian besar permainan tradisional menggunakan aktivitas fisik, seperti lompat tali, gobak sodor, engklek dan lain sebagainya. Permainan-permainan tersebut memiliki banyak gerakan yang bisa membantu otot serta koordinasi tubuh anak bekerja lebih optimal. Sehingga tubuhnya pun menjadi lebih bugar dan sehat.

2. Baik untuk Kecerdasan Kognitif Anak

Enggak hanya buat kemampuan fisiknya saja, bermain permainan tradisional pun bisa menstimulasi kecerdasan otak si kecil. Kok bisa sih?

Soalnya dalam beberapa permainan tradisional, anak dituntut buat berpikir kreatif, mengatur strategi, menjadi problem solving, dan lain sebagainya. Tentunya ini sangat baik untuk kecerdasan kognitif si kecil.

3. Belajar Sosialisasi

Permainan tradisional umumnya dilakukan secara regu atau tim. Di sini anak akan belajar juga bagaimana bersosialisasi dengan teman maupun lawan mainnya.

Dia juga akan belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta berinteraksi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Hal ini nantinya sangat penting untuk anak bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

4. Anak Bisa Mengelola Emosi

Ilustrasi manfaat permainan tradisional bagi anak (Sumber: Pexels)

Setiap permainan tentu ada yang menang dan yang kalah. Di sini anak menjadi belajar mengenai sportivitas, menerima kekalahan dengan lapang dada, serta mengatur emosi saat timnya kalah.

Begitu pula saat anak menang, dia akan belajar menghargai teman-temannya atau tim lain yang kalah, dan tetap memberikan semangat kepada mereka.

5. Anak Belajar Berpikir Kreatif

Beberapa permainan tradisional juga sangat baik untuk mengasah cara berpikir kreatif anak. Seperti saat menerbangkan layangan atau gimana caranya bermain gundu.

Ketika anak membuat kesalahan, dia bisa belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya biar bisa kembali menjalankan permainan secara sportif dan maksimal.

Bahkan ada juga permainan tradisional yang bisa mengajarkan konsep matematika sederhana dan berhitung pada si kecil. Seperti permainan congklak, di mana dia otomatis akan menghitung biji congklak sekaligus menjalankan strategi agar memenangkan permainan.

Itu dia beberapa manfaat permainan tradisional bagi anak. Jadi, sudah enggak ragu lagi kan buat mengajak si kecil bermain permainan tradisional ini, Ma?

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apa saja contoh permainan tradisional yang bisa dimainkan?
chevron-down

Lompat tali, engklek, bermain gundu, congklak, ular naga, dan lain sebagainya.

Apa permainan tradisional untuk mengasah kemampuan matematika anak?
chevron-down

Bermain congklak.

Mengapa permainan tradisional baik buat kecerdasan kognitif anak?
chevron-down

Anak dituntut buat berpikir kreatif, mengatur strategi, melakukan problem solving, dan lain sebagainya.