Apa Saja Penyebab Hipoksia pada Bayi?

Konten dari Pengguna
11 Agustus 2022 13:21
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi hipoksia pada bayi (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hipoksia pada bayi (Sumber: Pexels)
ADVERTISEMENT
Ada hal yang perlu Mama-Mama waspadai menjelang melahirkan, salah satunya adalah kemungkinan terjadinya hipoksia pada bayi. Apakah sebenarnya hipoksia ini?
ADVERTISEMENT
Hipoksia ini erat kaitannya dengan asupan oksigen. Jadi, enggak hanya orang dewasa, bayi baru lahir, bahkan janin yang ada dalam kandungan pun bisa mengalami hambatan dalam pasokan oksigen.
Apabila tidak ditangani secara tepat, hipoksia bisa berdampak buruk bagi si kecil. Bahkan dalam kasus yang sudah parah, hipoksia bisa menyebabkan kecacatan permanen pada bayi.
Sebagai calon orang tua, tentunya Mama-Mama ingin memberikan yang terbaik bagi calon buah hatimu, ya. Biar dia selalu sehat dan selamat hingga lahir.
Jadi, apa sih hipoksia pada bayi itu? Kalau kamu penasaran, berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber. Cek info lengkapnya di sini ya!

Apa Itu Hipoksia pada Bayi?

Ilustrasi hipoksia pada bayi (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hipoksia pada bayi (Sumber: Pexels)
Melansir laman Healthline, hipoksia merupakan kondisi di mana bayi tidak mendapatkan pasokan oksigen yang mencukupi, sebelum, selama, hingga usai dilahirkan. Hipoksia yang dialami bayi baru lahir bisa menyebabkan cedera pada otaknya.
ADVERTISEMENT
Oksigen umumnya diangkut oleh darah dari paru-paru menuju jantung ketika sedang bernapas. Lalu, jantung bakal memompa darah yang kaya akan kandungan oksigen buat dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.
Jadi, hipoksia bisa terjadi ketika pasokan oksigen berkurang, sehingga sel, jaringan serta organ dalam tubuh tidak bisa berfungsi dengan maksimal.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, hipoksia dapat berkembang menjadi gangguan pada otak yang permanen, seperti celebral palsy, ensefalopati hipoksik-iskemik, defisiensi kognitif, hingga bisa menghambat fungsi organ yang ada dalam tubuh bayi.
Meski begitu, hipoksia enggak selalu menyebabkan kecacatan permanen. Kebanyakan bayi yang terlahir dengan kondisi hipoksia ringan dapat pulih tanpa adanya kecacatan permanen. Kecacatan lebih berisiko ketika bayi mengalami hipoksia sedang maupun berat.
ADVERTISEMENT
Terdapat beberapa faktor penyebab yang bisa menimbulkan hipoksia pada bayi, di antaranya:
  • Adanya gangguan aliran darah yang menyebabkan gangguan terhadap perkembangan plasenta atau yang dikenal juga dengan nama insufisiensi plasenta.
  • Adanya infeksi saat hamil.
  • Ibu hamil memiliki penyakit jantung bawaan.
  • Kelainan pada pembuluh darah otak.
  • Solusio plasenta atau lapisan plasenta yang terpisah dari rahim ibu hamil.
  • Asfiksia lahir.
  • Ibu hamil dengan riwayat penyakit kronis.
  • Gaya hidup yang tidak sehat pada ibu hamil, misalnya merokok.
  • Anemia pada ibu hamil.
  • Distosia bahu, di mana bahu bayi tersangkut di belakang tulang kemaluan ibu ketika proses persalinan.

Penanganan Hipoksia pada Bayi

Ilustrasi hipoksia pada bayi (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hipoksia pada bayi (Sumber: Pexels)
Hipoksia merupakan salah satu gangguan medis yang memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menyadarkan bayi kemudian menstabilkan aliran oksigennya.
ADVERTISEMENT
Kemudian penanganan bakal diberikan tergantung dari kondisi bayi, seperti memastikan pernapasan agar si kecil mendapatkan oksigen yang memadai, pengaturan cairan, hingga perawatan hipotermia.
Hipotermia di sini bukanlah kondisi kedinginan yang membuat tubuh jadi membeku, ya. Melainkan sebuah metode yang dapat digunakan untuk mengatasi hipoksia pada bayi baru lahir.
Cara ini dilakukan dengan menempatkan bayi di bawah suhu sekitar 33 derajat Celsius. Kemudian bayi akan diberikan selimut khusus dengan lapisan air dingin.
Dengan menggunakan metode terapi hipotermia, diharapkan terjadi perlambatan pembengkakan di otak serta kematian sel. Soalnya kalau tidak diperlambat, dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan otak permanen.
Jika perawatan hipotermia segera dilakukan usai bayi diketahui mengalami hipoksia, hal tersebut bisa mengurangi risiko terjadinya gangguan neurologis, kecacatan permanen, hingga tingkat kematian pada bayi.
ADVERTISEMENT
Namun, apabila hipoksia telah berkembang menjadi gangguan otak permanen, seperti celebral palsy, penurunan tingkat kognitif, dan kondisi gawat lainnya, maka pengobatan pun akan difokuskan untuk jangka panjang bahkan seumur hidup.
Itu dia penjelasan hipoksia pada bayi serta berbagai penyebabnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya!
(AN)
Bagaimana proses terjadinya hipoksia pada bayi?
chevron-down
Gangguan pada otak apa saja yang bisa disebabkan dari hipoksia?
chevron-down
Apa yang dimaksud dengan metode hipotermia?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020