Konten dari Pengguna

Apa Saja Perbedaan Sensorik dan Motorik Anak?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah perbedaan sensorik dan motorik (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Istilah perbedaan sensorik dan motorik (Sumber: Pexels)

Mama-mama apakah sudah mengetahui perbedaan sensorik dan motorik anak? Kalau mendengar kedua istilah ini, mungkin masih banyak orang tua yang mengira bahwa keduanya merupakan hal yang sama. Padahal sebenarnya, keduanya merupakan hal yang berbeda loh, Ma!

Sebagai orang tua, tentunya tumbuh kembang si kecil merupakan hal yang penting bagi Mama dan Papa. Biar semakin membantu anak tumbuh sehat dan menjadi pribadi yang baik, kamu perlu memperhatikan berbagai aspek perkembangan anak sejak usia dini.

Secara garis besar, perkembangan anak merupakan proses si buah hati mengalami berbagai perubahan seiring dengan berjalannya waktu serta usianya. Dalam proses perkembangannya, peran orang tua sangatlah berarti agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan menjadi pribadi yang baik.

Ada dua aspek dalam perkembangan yang penting pula diperhatikan oleh Mama-mama, yakni aspek sensorik dan motorik. Sampai sekarang, rupanya masih ada saja orang tua yang menganggapnya sebagai hal yang sama. Padahal terdapat perbedaan sensorik dan motorik anak.

Apa saja perbedaannya tersebut? Yuk, simak penjelasannya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini.

Perbedaan Sensorik dan Motorik Anak

Ilustrasi perbedaan sensorik dan motorik (Sumber: Pexels)

Sebenarnya sejak bayi baru lahir, dia sudah memiliki kemampuan sensorik dan motoriknya sendiri. Kemampuan sensorik bayi merupakan keterampilan seorang bayi buat menggunakan indera yang ada pada dirinya. Dalam hal ini meliputi indera pendengaran, penglihatan, perasa, penciuman, hingga sentuhan.

Mengutip laman Soundstory, kemampuan sensorik akan berfungsi dalam pemrosesan informasi, mengenali, serta mengeksplor apa pun yang ada di masa tumbuh kembang anak.

Secara umum, kemampuan sensorik akan berkembang seusai dengan usia anak. Ada 7 aspek dalam kemampuan sensorik ini antara lain:

  • Penglihatan (vision), yang berhubungan dengan rangsangan pada indera penglihatan.

  • Penciuman (smell), yakni stimulasi olfaktori yang berhubungan dengan rangsangan pada penciuman dengan memberikan aroma wewangian.

  • Pendengaran (hearing), yakni stimulasi berupa auditori yang berkaitan dengan rangsangan di indera pendengaran.

  • Perasa (taste), yang berhubungan dengan indera pengecap guna memperkenalkan rasa.

  • Keseimbangan (balance), merupakan stimulasi vestibular yang berhubungan mengenai keseimbangan tubuh.

  • Sentuhan (touch), atau disebut juga dengan taktil yakni yang berhubungan dengan indera peraba yang bisa dirasakan melalui sentuhan maupun tekanan.

  • Kesadaran tubuh terkait otot dan sendi (body awareness/propriocetioon), berhubungan dengan rangsangan pada persendian atau gerakan-gerakan pada otot.

Ilustrasi perbedaan sensorik dan motorik (Sumber: Pexels)

Semua indera ini akan saling bekerja sama untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Termasuk akan berhubungan juga dengan kemampuan kecerdasan bayi, fisik, bahasa, serta lainnya.

Kalau tadi kemampuan sensorik lebih fokus terhadap fungsi alat indera, kemampuan motorik sendiri justru fokus pada gerakan serta koordinasi dari setiap fungsi tubuh.

Kemampuan motorik adalah unsur kematangan serta pengendalian gerak tubuh, melibatkan banyak kontrol dari saraf, pusat saraf, serta otot.

Sebagaimana diketahui, ada dua macam jenis kemampuan motorik, yakni motorik kasar dan motorik halus. Kemampuan motorik kasar merupakan kemampuan pergerakan tubuh yang melakukan koordinasi melalui otot besar pada tubuh. Sebut saja saat anak berlari, berjalan, maupun melompat.

Sementara itu, motorik halus adalah kemampuan anak dalam menggerakkan fisiknya menggunakan otot kecil. Sebagai contoh bermain puzzle, mewarnai, menggambar, bermain kertas lipat dan lainnya.

Sama halnya seperti aspek perkembangan lainnya, kemampuan motorik anak pun akan semakin matang seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Misalnya saat bayi, dia hanya bisa menggapai atau mengambil mainannya. Namun, saat memasuki usia balita, bayi sudah bisa berlari, lebih aktif bergerak, sekaligus mengontrol pergerakannya.

Itulah perbedaan sensorik dan motorik yang perlu orang tua ketahui. Dengan mengetahui poin-poin ini, orang tua diharapkan menjadi lebih aware lagi mengenai perkembangan anak dan apa yang harus dilakukan untuk stimulasi tumbuh kembangnya.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagimu ya!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apakah perbedaan mendasar kemampuan sensori dan motorik anak?

chevron-down

Kemampuan sensori lebih ke alat indera, sementara motorik ke fungsi otot-otot serta koordinasi gerak tubuh.

Apa yang dimaksud kemampuan sensorik dalam hal balance?

chevron-down

Merupakan stimulasi vestibular yang berhubungan mengenai keseimbangan tubuh.

Apa saja contoh kemampuan motorik halus?

chevron-down

Bermain puzzle, mewarnai, menggambar, bermain kertas lipat dan lainnya.