Apakah Ada Merek Kopi yang Aman untuk Ibu Hamil?

ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama masih ingat waktu salah satu teman Mama sedang hamil, dia pernah minta rekomendasi merek kopi yang aman untuk ibu hamil. Soalnya, ada yang pernah bilang kalau kopi enggak bagus dikonsumsi ibu hamil.
Dari yang Mama baca di What to Expect, memang benar bahwa di masa lalu, ibu hamil disarankan untuk menghindari kopi dan bentuk lain dari kafein sepenuhnya. Tetapi penelitian yang lebih baru menemukan kalau ibu hamil masih boleh kok minum kopi asalkan dalam jumlah sedang yang aman.
Adakah Merek Kopi yang Aman untuk Ibu Hamil?
Kalau ibu hamil ternyata masih bisa minum kopi, lalu merek kopi yang aman untuk ibu hamil apa, ya? Nah, sebenarnya enggak ada merek khusus begitu, Ma.
Hal yang lebih penting untuk kamu perhatikan adalah kandungan dalam kopi dan jumlah yang kamu minum. Pedoman dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan para ahli lainnya mengatakan bahwa aman bagi ibu hamil untuk mengonsumsi hingga 200 miligram kafein sehari (setara dengan satu cangkir kopi 12 ons).
Lebih dari itu, mungkin sedikit meningkatkan risiko pada bayi, meskipun bukti yang ada tidak meyakinkan. Tetapi, karena kafein dapat menembus penghalang plasenta, kebanyakan dokter menyarankan untuk tetap berpegang teguh pada batas 200 miligram.
Bagaimana jika kamu bukan penggemar kopi tetapi kamu menyukai secangkir teh di pagi hari? Kan sama-sama mengandung kafein? Jumlah kafein per porsi akan bervariasi dari satu zat ke zat lainnya, tetapi berikut adalah beberapa pedoman umumnya.
8 ons kopi yang diseduh: 137 mg
8 ons teh yang diseduh: 48 mg
8 ons minuman energi: 100 mg
Perlu diingat bahwa kafein juga ditemukan dalam cokelat dan soda. Meskipun tidak perlu sepenuhnya menghindari kafein saat hamil, kamu harus memperhatikan berapa banyak yang kamu konsumsi dan lebih berhati-hati saat mengonsumsinya.
Efek Kafein pada Kehamilan
Mengutip Baby Center, saat kamu minum secangkir kopi, kafein melewati plasenta ke dalam cairan ketuban dan aliran darah bayi. Sementara, tubuh bekerja memetabolisme dan membuang kafein, tubuh bayi masih berkembang dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses kafein. Akibatnya, bayi terpapar efek kafein lebih lama dari kamu sendiri.
Bahkan jika kafein biasanya tidak menyebabkan masalah bagimu, itu bisa saja berubah selama kehamilan. Itu bisa membuatmu merasa gelisah dan menyebabkan insomnia. Kafein dapat memperburuk masalah kehamilan seperti mulas dan sering buang air kecil juga.
Efek kafein mungkin lebih terlihat saat kehamilan sudah besar. Itu karena kemampuan tubuh untuk memecah kafein melambat. Selama trimester kedua, dibutuhkan hampir dua kali lebih lama untuk membersihkan kafein dari tubuhmu dibandingkan saat kamu tidak hamil. Selama trimester ketiga, dibutuhkan hampir tiga kali lebih lama.
Ada satu alasan lagi untuk mengurangi kopi dan teh, apakah itu berkafein atau tidak. Minuman ini mengandung senyawa yang mempersulit tubuh untuk menyerap zat besi.
Ini penting dipahami karena banyak ibu hamil yang sudah kekurangan zat besi. Jika kamu minum kopi atau teh, minumlah di antara waktu makan sehingga efeknya pada penyerapan zat besi berkurang.
Karena itu, saat ingin minum kopi atau minuman yang mengandung kafein, pastikan kamu tidak melebihi batas aman atau setara 200 miligram per hari, ya. Perbanyak juga minum air putih supaya kamu tidak mengalami dehidrasi.
(RPR)
