Apakah Retinol Aman untuk Ibu Menyusui? Begini Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah retinol aman untuk ibu menyusui? Mama-Mama yang kini sedang mengandung ataupun baru melahirkan dan akan melakukan perawatan wajah, mungkin perlu mengetahui soal ini.
Sekarang, produk skincare yang berbahan dasar retinol memang sedang banyak dicari di pasaran, ya. Bisa dibilang, produk yang mengandung retinol ini jadi salah satu favorit kaum hawa.
Enggak heran sih, soalnya retinol memang memiliki banyak manfaat. Mulai dari mencegah jerawat hingga membantu menghaluskan tanda-tanda penuaan dini.
Namun, saat menyusui tentu saja kita perlu lebih waspada dengan segala sesuatu yang kita pakai maupun konsumsi. Termasuk dalam produk perawatan wajah.
Sebenarnya sah-sah saja kok ketika saat hamil dan menyusui kita ingin tetap tampil menarik dan menggunakan skincare. Dengan catatan, produk skincare-nya perlu yang dipastikan aman digunakan buat Mama-Mama ya. Supaya tidak memberikan dampak negatif juga bagi kesehatanmu dan si kecil.
Nah, apakah retinol aman untuk ibu menyusui? Ataukah termasuk yang perlu dihindari terlebih dahulu?
Daripada bingung, berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber. Simak selengkapnya di sini ya!
Apakah Retinol Aman untuk Ibu Menyusui
Biarpun kini produk yang berbahan retinol sedang banyak digandrungi oleh cewek-cewek, tapi Mama-Mama perlu waspada nih! Dilansir laman Healthline, rupanya retinol termasuk ke dalam daftar skincare yang perlu dihindari oleh ibu hamil maupun menyusui.
Hal ini karena retinol bisa terserap ke dalam aliran darah dan dikhawatirkan dapat menembus plasenta, sehingga berisiko menimbulkan dampak buruk bagi janin. Pemakaian retinol secara berlebihan bisa mengakibatkan kelainan pada wajah, tulang belakang, kepala, otak, serta jantung bayi.
Retinol atau yang nama lainnya adalah Retin-A, retinyl palmitate, dan Accutane, sebenarnya merupakan turunan dari vitamin A.
Salah satu kondisi yang mungkin terjadi karena penggunaan retinol selama hamil adalah sindrom retinoid janin. Beberapa tanda yang mungkin muncul saat terjadinya penyakit ini adalah:
Kelumpuhan saraf-saraf pada wajah
Bibir sumbing
Saluran telinga sempit
Jarak mata yang jauh
Kelainan pada jantung
Penumpukan cairan pada otak (hidrosefalus)
Mikrosefali
Bahkan, dalam kondisi yang sangat parah, bayi bisa mengalami masalah kognitif maupun gangguan fungsi mental.
Selain itu, terlalu banyak penggunaan retinol pun dapat meningkatkan risiko keguguran serta bayi lahir cacat. Makanya, kamu perlu lebih berhati-hati ya dalam setiap penggunaan skincare.
Sebagai alternatif, Mama-Mama bisa menggunakan produk skincare yang mengandung AHA (alfa hidroksi) dengan kadar rendah, kalau ingin membersihkan atau mengeksfoliasi kulit. Kandungan AHA ini terbilang masih aman kalau digunakan untuk bumil dan belum ada penelitian mengenai efek samping pemakaiannya bagi janin dalam kandungan.
Kandungan skincare lainnya yang masih aman dipakai oleh ibu hamil maupun menyusui antara lain, vitamin E, vitamin C, ceramide, atau niacinamide. Atau Mama-Mama juga bisa memakai skincare berbahan dasar alami seperti ekstrak green tea, ekstrak beras, minyak almond, shea butter, minyak kelapa, dan bahan alami lainnya.
Itulah dia penjelasan mengenai apakah retinol aman untuk ibu menyusui. Kalau Mama-Mama masih ragu mengenai kandungan skincare apa saja yang aman untuk digunakan saat hamil maupun menyusui, kamu bisa berkonsultasi dahulu dengan dokter ya.
Semoga informasi ini bermanfaat untukmu!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apakah nama lain dari retinol?

Apakah nama lain dari retinol?
Nama lainnya adalah Retin-A, retinyl palmitate, dan Accutane.
Kandungan skincare apa saja yang masih aman untuk ibu hamil?

Kandungan skincare apa saja yang masih aman untuk ibu hamil?
Vitamin E, vitamin C, ceramide, atau niacinamide
Kandungan bahan alami apa sajakah yang umumnya terdapat dalam skincare?

Kandungan bahan alami apa sajakah yang umumnya terdapat dalam skincare?
Ekstrak green tea, ekstrak beras, minyak almond, shea butter, minyak kelapa, dan bahan alami lainnya.
