Konten dari Pengguna

ASI Tidak Keluar saat Bayi Baru Lahir, Apa Penyebabnya?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ASI tidak keluar saat bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI tidak keluar saat bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

Salah satu teman Mama pernah tanya, apa sih penyebab ASI tidak keluar saat bayi baru lahir? Waktu melahirkan anak pertamanya, dia sempat mengalami hal ini, Ma. Padahal sebelum melahirkan ASI-nya sudah sempat keluar.

Dia cerita kalau saat itu dia stres banget. Bayinya terus nangis karena lapar ingin menyusu. Tetapi justru ibunya enggak bisa menyusui karena ASI enggak keluar. Kalau dipaksakan disusui bayi malah tambah rewel mungkin karena kesal enggak ada susu yang bisa dia minum.

Kamu mungkin merasa sangat sendirian dan seolah-olah kamu telah melakukan kesalahan jika ternyata ASI enggak keluar saat bayi baru lahir. Tapi jangan menyalahkan diri sendiri ya, Ma. Bukan kamu doang kok yang merasakan hal seperti itu. Hal ini memang bisa saja terjadi pada beberapa wanita.

Kamu harus terus menanamkan afirmasi positif pada dirimu sendiri. Coba percaya kalau hari-hari berikutnya ASI-mu akan keluar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan si kecil. Jangan stres dulu ya, Ma. Soalnya stres malah bisa semakin menghambat ASI untuk keluar.

ASI Tidak Keluar saat Bayi Baru Lahir

Ilustrasi ASI tidak keluar saat bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

Kamu mungkin bertanya-tanya, kok bisa sih ASI enggak keluar setelah bayi baru lahir. Apalagi kalau di hari-hari sebelum kamu melahirkan ASI sempat keluar. Terus apa dong penyebabnya?

Dari informasi yang Mama baca dari Healthline, ada beberapa alasan yang bisa menjadi penyebab ASI tidak keluar saat bayi baru lahir seperti berikut ini, Ma.

1. Kelahiran prematur, terutama jika bayi perlu dipisahkan dari ibunya tepat setelah kelahiran.

2. Kamu memiliki kondisi medis seperti diabetes atau sindrom ovarium polikistik (PCOS).

3. Kamu mengalami obesitas.

4. Kamu pernah/memiliki infeksi atau penyakit yang termasuk demam.

5. Kamu melahirkan secara caesar.

6. Kamu sempat bed rest lama saat masa kehamilan.

7. Kamu memiliki kondisi tiroid.

8. Kamu mengalami kelahiran traumatis atau perdarahan postpartum.

9. Kamu enggak bisa menyusui dalam beberapa jam pertama setelah melahirkan.

Ilustrasi ASI tidak keluar saat bayi baru lahir. Foto: Shutterstock

Kamu juga harus tahu, Ma kalau produksi ASI terkait dengan permintaan. Maksudnya, ASI akan diproduksi kalau memang ada tanda-tanda kebutuhan ASI yang meningkat. Makanya penting banget untuk sering merangsang payudara supaya bisa memproduksi ASI dan kolostrum yang cukup buat bayi.

Meskipun menunggu ASI meningkat bisa bikin kita jadi stres, kamu perlu tahu kalau nanti juga ASI akan keluar dengan jumlah yang cukup. Kamu mungkin harus sedikit bersabar untuk menantikannya.

Untuk mempercepat, kamu bisa melakukan berbagai macam rangsangan payudara. Misalnya melakukan pijat laktasi, memompa payudara, atau memberikan payudara pada bayi untuk dia isap.

Meskipun ASI yang keluar hanya sedikit atau bahkan enggak keluar sama sekali, kamu tetap harus menyusui, memompa, atau memerah dengan tangan setiap 2 hingga 3 jam sekali.

Ingat lagi, Ma kalau persediaan susu tergantung pada kebutuhan. Sangat penting bagi kamu untuk sering mengeluarkan ASI dari payudara sehingga tubuh tahu kalau harus menghasilkan lebih banyak ASI untuk bayimu.

Terutama jika si kecil terpisah darimu karena alasan apa pun, penting untuk menggunakan pompa yang baik untuk merangsang dan mengalirkan ASI/kolostrum dari payudara.

Staf rumah sakit dan konsultan laktasi biasanya mengembangkan rencana pemompaan dan pemberian makan yang akan mendorong peningkatan volume ASI. Semua usaha ini akan membuahkan hasil dengan cepat kalau kamu rutin dan konsisten melakukannya, Ma.

(RPR)