Baby Blues Artinya Apa? Ini Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teman Mama pernah bertanya baby blues artinya apa sih? Soalnya, dia sempat mendengar kalau ternyata ada ibu yang jadi sensitif sama anaknya dan disebut kalau si ibu mengalami baby blues. Lalu, apa sih maksud baby blues sebenarnya?
Kalau yang Mama baca dari March of Dimes, baby blues adalah perasaan sedih yang mungkin ibu alami dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan. Dari hasil penelitian, 4 dari 5 orang tua baru (sekitar 80 persen) ibu mengalami baby blues, lho Ma.
Kebanyakan ibu mengalami baby blues 2 sampai 3 hari setelah bayi lahir. Baby blues ini bisa bertahan hingga 2 minggu dan biasanya hilang dengan sendirinya sehingga tidak memerlukan perawatan apa pun.
Namun, jika perasaan sedih yang kamu alami berlangsung lebih dari 2 minggu, jangan dibiarkan, ya, Ma. Segera beri tahu dokter kepercayaanmu. Mereka mungkin akan memeriksa kamu untuk kondisi yang lebih serius yang disebut postpartum depression. Gejala postpartum depression mirip dengan baby blues tetapi lebih parah dan bertahan lebih lama, Ma.
Penjelasan soal Baby Blues yang Perlu Ibu Pahami
Memiliki bayi adalah perubahan besar dalam hidupmu. Kamu mungkin berharap untuk merasa bahagia dan bangga dengan si kecil, tetapi banyak ibu malah merasa murung dan kewalahan atau disebut baby blues.
Kamu perlu mengakui perasaan itu, Ma. Normal kok kalau kamu merasa seperti ini untuk sementara waktu. Setelah kamu melahirkan, kadar hormonmu akan turun dan memengaruhi suasana hatimu.
Bayi yang baru lahir mungkin juga bangun setiap saat dan rewel, jadi kamu tidak cukup tidur. Itu saja bisa membuat kamu jadi mudah tersinggung.
Kamu juga mungkin khawatir tentang merawat bayi. Perasaan seperti "Bisa enggak ya jadi ibu yang baik?" bisa membuat kamu merasa semacam stres yang belum pernah kamu tangani sebelumnya.
Perasaan seperti ini bukan cuma kamu kok yang mengalaminya. Penelitian menyebut kalau 80 persen ibu baru mengalami apa yang disebut baby blues yang disebabkan oleh semua perubahan yang terjadi pada bayi baru lahir.
Perasaan ini seringkali dimulai ketika bayi baru berusia 2 atau 3 hari. Tetapi kemungkinan besar kamu akan merasa lebih baik saat bayi berusia 1 atau 2 minggu.
Jika perasaan sedih berlangsung lebih lama dari itu, atau menjadi lebih buruk, kamu mungkin mengalami apa yang disebut postpartum depression. Ini lebih parah dan berlangsung lebih lama daripada baby blues, dan sekitar 10% ibu mengalaminya.
Catatan yang harus dipahami, seorang ibu mungkin lebih rentan mengalami postpartum depression jika si ibu pernah mengalami depresi atau jika ada riwayat depresi dalam anggota keluarga.
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Seseorang Mengalami Baby Blues atau Postpartum Depression?
Untuk membedakannya, ada beberapa gejala yang bisa kamu pahami seperti dikutip dari Web MD berikut ini.
Gejala Baby Blues
Suasana hati berubah dengan cepat dari senang menjadi sedih. Sebelumnya, kamu bangga dengan pekerjaan yang kamu lakukan sebagai ibu baru. Berikutnya, kamu menangis karena kamu berpikir tidak mampu mengerjakan tugas itu.
Kamu enggak mau makan atau merawat diri sendiri karena kelelahan.
Kamu merasa mudah tersinggung, kewalahan, dan cemas.
Gejala Postpartum Depression
Kamu merasa putus asa, sedih, tidak berharga, atau sendirian sepanjang waktu, dan sering menangis.
Kamu tidak merasa melakukan pekerjaan dengan baik sebagai ibu baru.
Kamu tidak merasa terikat dengan bayi.
Kamu tidak bisa makan, tidur, atau merawat bayi karena keputusasaan yang luar biasa.
Kamu bisa mengalami kecemasan dan serangan panik.
Nah, itu dia, Ma, informasi seputar baby blues dan gejalanya. Hal yang perlu Mama lakukan agar gejala baby blues tidak semakin parah adalah dengan mulai menerima perasaan tersebut, istirahat yang cukup, dan mencoba untuk selalu berpikir positif. Dukungan dari suami dan keluarga juga sangat penting agar Mama bisa melewati masa baby blues ini dengan baik.
(RPR)
