Bagaimana Cara Membedakan Anak Kurus Sehat dan Kurang Gizi

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teman Mama tadi ada yang curhat, bagaimana cara membedakan anak kurus sehat dan kurus kurang gizi? Soalnya, teman Mama ini lagi agak khawatir juga mengenai kondisi berat badan buah hatinya.
Mungkin kamu juga jadi bertanya-tanya deh, memangnya ada ya anak yang kurus tapi sehat? Sebenarnya ada kok. Lagipula, enggak semua anak yang bertubuh kurus itu kekurangan gizi.
Apalagi setiap anak kan memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetiknya, pola makan, asupan nutrisi, sampai aktivitas fisik yang berbeda-beda.
Jadi, mungkin saja ada anak tidak bermasalah dengan pola makannya. Tapi karena genetik dari keluarganya kurus, maka tampilannya pun lebih kurus dibandingkan anak-anak seusianya.
Tapi, namanya juga orang tua ya, bisa saja kita timbul kekhawatiran saat melihat si kecil memiliki tubuh yang kurus. Sebenarnya enggak hanya pada anak yang kurus saja sih. Anak yang bertubuh gemuk bisa jadi pertanda kebutuhan gizinya tidak terpenuhi dengan baik.
Nah, biar enggak bingung lagi, jadi bagaimana sih cara membedakan anak kurus sehat dan kurang gizi? Berikut adalah penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber. Simak di sini ya!
Cara Membedakan Anak Kurus Sehat dan Kurang Gizi
Ternyata masih banyak orang tua yang menganggap anak bertubuh kurus dengan yang kekurangan gizi merupakan kondisi yang sama. Padahal sebenarnya hal tersebut definisinya berbeda.
Anak yang bertubuh kurus umumnya memiliki berat badan yang kurang dibandingkan dengan ukuran ideal sesuai usianya. Bisa jadi dia memang kurang mengonsumsi kalori yang cukup.
Cuma balik lagi ya, tubuh kurus ini pun dapat dipengaruhi oleh faktor genetiknya. Ketika orang tua memiliki tubuh yang kurus, maka kecenderungan si kecil bertubuh kurus pun bakalan lebih tinggi.
Sementara itu, anak yang kurang gizi disebabkan oleh kurangnya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuhnya. Anak yang kurang gizi bisa saja terjadi karena pola makan yang tidak sehat, anak terlalu banyak makan junk food, makanan dengan gula tinggi, atau makanan lainnya yang tidak memiliki nutrisi yang baik. Akibatnya tubuh jadi sulit menyerap nutrisi.
Kalau kamu melihat tubuh anakmu yang kurus, kamu jangan buru-baru panik dulu ya, Ma. Anak yang kurus bisa dibilang tetap sehat ketika dia masih nampak aktif dan ceria, enggak mudah cemas atau gelisah, enggak mudah merasa lelah, serta tidak ada gangguan baik dari perilaku dan perkembangan kognitifnya.
Sedangkan, anak yang kekurangan gizi umumnya mudah merasa lelah, cenderung tidak bersemangat, kurang energi, mudah cemas dan tersinggung, hingga mengalami keterlambatan dalam intelektual.
Lalu, bagaimana ya ketika anak mengalami kurang gizi, apa yang perlu orang tua lakukan? Penanganan dari anak yang kurang gizi ini perlu diketahui dari apa penyebabnya.
Kalau penyebabnya adalah gangguan penyerapan nutrisi, maka langkah yang perlu dilakukan adalah mengatasi gangguan atau penyakit tersebut. Tapi, apabila alasannya lebih ke pola makan yang buruk, Mama-Mama perlu melakukan perbaikan pola makan ini pada si kecil. Seperti mulai memberikannya makanan sehat, mengatur jadwal makan yang lebih baik, dan sebagainya.
Jangan lupa juga untuk mengajak si kecil rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan. Perlu diingat, istirahat yang cukup juga penting untuk si kecil agar membantu tubuhnya menjadi lebih sehat dan bugar.
Itulah dia cara membedakan anak kurus sehat dan kurus kurang gizi. Semoga kamu dan si kecil selalu dalam keadaan sehat ya, Ma!
(AN)
