Bayi Baru Lahir Pakai Bedak, Bolehkah?

ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama masih sering banget lihat bayi baru lahir pakai bedak saat popoknya akan diganti. Mama dulu sempat dengar kalau memakaikan bedak pada bayi ini ada yang pro dan ada juga yang kontra. Supaya lebih pasti lagi, Mama cari tahu lagi soal memakaikan bedak pada bayi terlebih bayi yang baru lahir.
Bolehkah Bayi Baru Lahir Pakai Bedak?
Sebelum kita cari tahu boleh atau tidaknya bayi baru lahir pakai bedak, kita harus tahu dulu bedak bayi ini terbuat dari apa. Dikutip dari What to Expect, bedak bayi biasanya terbuat dari mineral, yang sebagian besar mengandung unsur magnesium, silikon, dan oksigen.
Bedak bayi dibuat untuk menyerap kelembapan dan mengurangi gesekan kulit-ke-kulit, yang dapat membantu mencegah ruam, termasuk ruam popok. Itu sebabnya banyak orang tua memakaikan bedak pada bayinya.
Tetapi di balik manfaat tersebut, penggunaan bedak bayi enggak terlalu direkomendasikan, Ma. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk tidak menggunakan bedak tabur pada bayi karena bayi tidak benar-benar membutuhkannya dan terkadang dapat mengiritasi kulit mereka yang sudah sensitif dan halus.
AAP juga mengatakan bahwa bedak tabur bayi bisa berbahaya bagi si kecil jika banyak terhirup. Terlebih lagi, ada kekhawatiran penggunaan bedak dalam jangka panjang di dekat area genital dapat menempatkan anak perempuan pada risiko kanker ovarium yang lebih tinggi di masa depan.
Mengatasi dan Mencegah Ruam pada Bayi Tanpa Pakai Bedak
Bedak bayi punya banyak varian wewangian yang bikin anak jadi segar seharian ya, Ma. Makanya bedak bayi biasanya digunakan di perut bayi dan di sekitar area genitalnya setelah ia berganti popok.
Saat bayi sering menggunakan popok, kulitnya yang masih sangat sensitif mungkin saja mengalami iritasi. Iritasi ini muncul dengan ruam merah dan membuat kita khawatir ya, Ma. Akhirnya, bedak bayi digunakan supaya meminimalisir ruam yang terjadi karena popok.
Tetapi sebenarnya ada cara lain yang bisa kamu lakukan supaya si kecil bebas dari ruam tanpa menggunakan bedak bayi, lho Ma. Mama akan kasih tahu beberapa trik mencegah ruam popok pada bayi seperti berikut ini.
Ganti popoknya sesering mungkin dan terutama setiap kali kamu curiga popoknya kotor. Mengganti popok dengan sering akan membuat kulit bayi selalu bersih dan bisa mencegah terjadinya iritasi.
Jika memungkinkan, beri waktu sebentar supaya pantat bayi bisa bernapas selama penggantian popok. Jadi, jangan langsung memakaikan popok saat ia berganti popok ya, Ma.
Setelah anak benar-benar kering, jika ia sangat rentan terhadap ruam, kamu boleh mencoba menggunakan krim pelembap dengan bahan dasar alami atau bedak cair sebagai penghalang untuk kulit sensitifnya.
Jika kamu sudah pernah menggunakan bedak bayi dalam bentuk apa pun pada si kecil, jangan khawatir ya Ma, karena sebagian besar bedak bayi yang ada di pasaran saat ini aman digunakan dan bedak bayi tidak lagi mengandung asbes.
Keputusan untuk memakaikan bedak pada bayi baru lahir atau tidak sepenuhnya menjadi keputusan Mama-Mama. Jika sudah terbiasa menggunakan bedak bayi, mungkin Mama juga merasa aman dan nyaman-nyaman saja menggunakannya.
Tetapi tetap berhati-hati ya, Ma. Sebisa mungkin, kurangi penggunaan bedak bayi terlebih yang jenisnya bedak tabur. Selain itu, pastikan juga kalau saat menggunakan bedak bayi Mama-Mama tidak menepuknya terlalu keras. Soalnya, dikhawatirkan partikel-partikel kecil bedak bayi tersebut tak sengaja terhirup oleh si kecil.
Semoga bermanfaat ya, Ma!
(RPR)
