Konten dari Pengguna

Bedong Bayi sampai Umur Berapa? Ini Penjelasannya!

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bedong bayi sampai umur berapa (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bedong bayi sampai umur berapa (Sumber: Pexels)

Mungkin Mama-mama dan Papa-papa sudah sering mendengar mengenai membedong bayi. Akan tetapi sebenarnya bedong bayi sampai umur berapa yang aman untuk dilakukan ya?

Kebiasaan membedong bayi ini memang sudah ada sejak zaman dulu ya. Bahkan, kebanyakan orang tua kita masih menyarankan biar Mama-mama buat membedong bayi ini, apalagi bayi baru lahir.

Banyak yang percaya, jika membedong bayi bisa menenangkan si buah hati dan membuatnya tidur lebih nyenyak. Membedong bayi pun bisa mengurangi refleks pada bayi, yaitu refleks moro atau refleks kaget pada bayi. Refleks ini bisa terjadi ketika bayi mengalami sentuhan mendadak atau tiba-tiba mendengar suara keras yang bisa membuatnya terkejut.

Biarpun memiliki banyak manfaat, proses membedong bayi ini perlu Mama-mama lakukan dengan langkah yang tepat. Jika tidak, nantinya malah bisa menghambat pertumbuhan si kecil loh!

Nah, buat lebih mengetahui lebih detail soal membedong bayi ini. Enggak ada salahnya untukmu memahami juga bedong bayi sampai umur berapa serta apa saja risikonya membedong bayi terlalu lama?

Daripada penasaran, yuk simak penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!

Bedong Bayi sampai Umur Berapa?

Ilustrasi bedong bayi sampai umur berapa (Sumber: Pexels)

Mengutip laman Healthline, membedong bayi merupakan cara membungkus bayi dengan aman di dalam selimut, dengan posisi hanya kepala mereka yang mencuat ke atas. Sementara itu, lengan serta kaki bayi berada di dalam selimut.

Biasanya, Mama-mama akan diajarkan membedong bayi oleh perawat maupun bidan saat kamu berada di klinik atau rumah sakit usai melahirkan. Sejak dulu, banyak yang percaya kalau membedong bayi bisa membantu menenangkan bayi ketika mereka rewel dan membuatnya lebih nyenyak saat tertidur.

Meskipun memberikan banyak manfaat, membedong bayi juga jangan dilakukan terlalu lama. Menurut laman What to Expect yang Mama baca, sebaiknya ibu membedong bayi hingga usianya 2 bulan saja dan berhenti ketika bayi memasuki usia 2-4 bulan.

Soalnya, ada beberapa risiko yang bisa ditimbulkan jika bayi terlalu lama dibedong. Pertama adalah terjadinya SIDS atau sudden infant death syndrome atau sindrom kematian mendadak pada bayi.

SIDS merupakan kondisi saat bayi yang sebelumnya dalam keadaan sehat bisa secara tiba-tiba meninggal, tanpa diketahui penyebab pastinya. Biasanya kondisi ini dapat dapat terjadi saat bayi sedang tidur.

Ilustrasi bedong bayi sampai umur berapa (Sumber: Pexels)

Bayi yang sedang dibedong juga tetap rentan mengalami SIDS. Apalagi kalau bayi sedang mengubah posisinya saat dibedong dan bisa menyulitkannya bernapas. Posisi selimut yang terlalu longgar maupun ketat juga bisa jadi bergeser dan menutupi area mulut serta hidung si kecil, sehingga dia jadi susah bernapas.

Selain itu, bayi yang terlalu lama dibedong juga dapat menyebabkan kelainan pada panggulnya. Terlebih kalau Mama-mama terlalu membedongnya dengan kencang.

Bagi Mama-mama yang mulai ingin mengurangi kebiasaan membedong bayi, kamu perlu melakukannya secara perlahan. Soalnya bisa jadi bayi menjadi rewel ketika kain bedongnya mulai dilepas. Sebab, kain bedong tersebut bisa membuatnya tidur lebih nyenyak dan memberikan kenyamanan.

Kamu bisa melepaskan sebagian kain bedongnya dulu. Lalu biarkan satu tangan bayi terlepas dari balutan kain bedong. Apabila bayi sudah terbiasa, Mama-mama coba membedong si kecil dari bagian dada hingga kakinya saja. Tapi tangannya sudah terbebas dari bedongan.

Dilanjutkan secara bertahap, hingga seluruh kain bedong lepas dan bayi bisa bergerak lebih bebas tanpa kain bedong.

Itulah dia penjelasan mengenai bedong bayi sampai umur berapa dan detail lainnya mengenai membedong bayi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagimu ya, Ma!

(AN)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan refleks moro?

chevron-down

Refleks kaget pada bayi.

Apakah kepanjangan dari SIDS?

chevron-down

Sudden infant death syndrome.

Apa yang dimaksud dengan membedong bayi?

chevron-down

Merupakan cara membungkus bayi dengan aman di dalam selimut, dengan posisi hanya kepala mereka yang mencuat ke atas. Sementara itu, lengan serta kaki bayi berada di dalam selimut.