Konten dari Pengguna

Berapa Frekuensi Nafas Bayi Normal? Ini Penjelasannya

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi yang baru lahir. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang baru lahir. Foto: Pexels.com

Mama mungkin pernah mendapati napas bayi kadang terlalu cepat atau terlalu lambat. Hal ini pastinya membuat Mama khawatir. Maka dari itu, kamu perlu tahu frekuensi napas bayi normal.

Pada umumnya, bayi memang sering memiliki napas yang tidak teratur, apalagi jika ia baru lahir. Frekuensi pernapasan bayi yang berbeda dengan orang dewasa ini kerap kali membuat orang tua panik.

Padahal, bisa jadi itu memang frekuensi napas bayi normal. Lantas, berapa sih frekuensi napas bayi normal? Yuk cari tahu jawabannya pada penjelasan di bawah ini.

Napas Bayi Normal

Pada bayi baru lahir, frekuensi nafas bayi normal adalah 40-60 kali bernapas dalam satu menit. Foto: Pexels.com

Pada dasarnya, bayi memang bernapas lebih cepat, apalagi jika ia baru lahir. Bayi bernapas lebih cepat dibandingkan anak-anak dan dewasa.

Ini terjadi sebagai bentuk adaptasi mereka dengan dunia luar serta tanda bahwa sistem pernapasan mereka sedang berkembang.

Dikutip dari Healtline, frekuensi napas bayi yang berusia 0-6 bulan normalnya sekitar 40-60 kali bernapas dalam satu menit. Jika Mama memperhatikan, ini cukup cepat.

Frekuensi pernapasan bayi bisa saja menurun hingga 30 tarikan napas per menit ketika bayi baru lahir tidur.

Di samping itu, pernapasan bayi akan menurun seiring bertambahnya usia. Bayi 6 bulan hingga 1 tahun normalnya akan bernapas sebanyak 30-60 tarikan napas per menit.

Frekuensi pernapasan bayi biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari faktor genetik hingga faktor kesehatan bayi.

Kapan Napas Bayi Tergolong Cepat?

Bayi baru lahir biasanya akan bernapas lebih cepat. Foto: Pexels.com

Meskipun pada normalnya bayi memang sering bernapas dengan cepat, ada beberapa kondisi yang menandakan bahwa bayi bernapas lebih cepat dari biasanya. Tandanya adalah:

  • Jika frekuensi napas lebih atau sama dengan 60 kali per menit pada bayi berusia < 2 bulan

  • Jika frekuensi napas lebih atau sama dengan 50 kali per menit pada bayi berusia 2-11 bulan

  • Jika frekuensi napas lebih atau sama dengan 40 kali per menit pada anak berusia 1-5 tahun

Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi frekuensi bayi menjadi lebih cepat, di antaranya:

  • Dehidrasi. Ketika tubuh bayi kurang cairan atau dehidrasi, tubuhnya akan cenderung bernapas lebih cepat

  • Asma. Adanya penyempitan pada saluran pernapasan membuat bayi akan bernapas tidak teratur

  • Demam. Ketika tubuh mengalami demam, tubuh secara otomatis akan bernapas lebih cepat sebagai mekanisme tubuh untuk mengeluarkan tubuh

  • Paparan infeksi. Infeksi pada tubuh, khususnya saluran pernapasan membuat bayi bernapas lebih cepat.

Mama perlu khawatir apabila bayi bernapas dengan cepat disertai dengan beberapa gejala, di antaranya bibir membiru, mengeluarkan suara napas yang tidak biasa, hingga terdapat dorongan ke dalam pada dinding dada.

Apabila Mama mendapati bayi memiliki gejala tersebut, segera periksakan bayi ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Berapa kali bayi bernapas dalam semenit?

chevron-down

Dikutip dari Healthline, frekuensi napas bayi yang berusia 0-6 bulan normalnya sekitar 40-60 kali bernapas dalam satu menit.

Berapa frekuensi napas bayi 1 tahun?

chevron-down

Bayi 6 bulan hingga 1 tahun normalnya akan bernapas sebanyak 30-60 tarikan napas per menit

Apakah asma bisa mempengaruhi frekuensi pernapasan?

chevron-down

Ya, adanya penyempitan pada saluran pernapasan membuat bayi akan bernapas tidak teratur