Berapa Kali Bayi Imunisasi? Ini Penjelasannya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belum lama ini ada teman Mama yang baru melahirkan bayi dan dia bertanya berapa kali bayi imunisasi? Soalnya penting memenuhi semua imunisasi yang dibutuhkan bayi agar bisa mencegah terserang berbagai macam penyakit hingga mengurangi risiko keparahan saat sakit.
Imunisasi sendiri adalah proses membentuk serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, infeksi, virus, maupun bakteri tertentu. Caranya adalah lewat pemberian vaksin.
Sementara itu, vaksin berisikan kuman yang telah dimatikan atau dilemahkan hingga enggak bisa membuat tubuh anak jadi sakit. Nantinya, vaksin bisa merangsang sistem kekebalan tubuh si kecil untuk menghasilkan antibodi.
Di Indonesia sebenarnya terdapat program imunisasi wajib. Menurut laman resmi Promkes Kemenkes, hal ini merupakan program pemerintah yang memberikan jenis vaksin pada anak-anak dengan dosis lengkap.
Kemenkes telah menetapkan imunisasi rutin lengkap ini untuk anak usia 0-18 tahun. Maka dari itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), telah menerbitkan rekomendasi jadwal imunisasi berdasarkan usia anak.
Lantas, berapa kali bayi imunisasi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!
Berapa Kali Bayi Imunisasi
1. Imunisasi Hepatitis B
Seperti namanya, imunisasi ini tujuannya untuk mencegah penyakit hepatitis B, yakni infeksi hati yang bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, contohnya kanker hati dan sirosis. Imunisasi hepatitis B bisa dilakukan sesaat usai bayi lahir, sementara itu dosis berikutnya bakal diberikan secara berturut-turut ketika si kecil berusia 2, 3, 4, dan 18 bulan.
2. Imunisasi BCG
Imunisasi BCG manfaatnya untuk melindungi tubuh dari kuman maupun bakteri penyebab tuberkulosis (TBC). Sebagaimana diketahui, TBC adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan, bahkan bisa menyebar ke bagian lain seperti otak, tulang, sendi, sera ginjal.
Sebenarnya imunisasi BCG bisa diberikan setelah bayi lahir. Vaksin BCG akan disuntikkan ke bagian kulit di lengan atas anak.
3. Imunisasi Polio
Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang dapat menyerang sistem saraf di otak serta saraf tulang belakang. Jelas, penyakit ini amat berbahaya dan bisa menimbulkan berbagai dampak buruk seperti sesak napas, radang otak, kelumpuhan, bahkan kematian.
Umumnya di Indonesia, vaksin polio tersedia dalam bentuk tetes atau oral. Imunisasi polio akan diberikan sebanyak 4 kali, yakni saat bayi baru lahir, kemudian dilanjutkan di usia 2, 3, serta 4 bulan.
4. Imunisasi MR
Imunisasi MR diberikan sebagai langkah guna mencegah penyakit campak serta rubella. Kedua penyakit tersebut bisa menyebabkan komplikasi seperti diare hebat, pneumonia, sampai kerusakan otak.
Perlu kamu ketahui, imunisasi MR akan diberikan sebanyak 3 kali, mulai dari anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5 tahun atau sebelum anak masuk sekolah. Vaksin MR berupa suntikan pada kulit lengan bagian atas.
5. Imunisasi DPT-HB-HiB
Imunisasi DPT-HB-HiB bisa memberikan perlindungan tubuh dari 6 penyakit, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, serta meningitis.
Imunisasi ini perlu diberikan sebanyak 4 kali, dengan jadwal dimulai di usia 2 bulan, 3, 4, serta 18 bulan.
Imunisasi Lanjutan yang Perlu Diberikan pada Anak
Selain lima imunisasi wajib yang telah diatur oleh Kemenkes, IDAI juga merekomendasikan orang tua agar anak mendapatkan imunisasi lain agar sistem kekebalan tubuhnya makin kuat. Berikut adalah daftarnya:
Vaksin PCV: Untuk mencegah infeksi kuman pneumokokous yang menyebabkan pneumonia, radang telinga, dan meningitis.
Vaksin MMR: Mencegah penyakit campak, rubella, dan gondongan.
Vaksin Varisela: Untuk mencegah infeksi virus varicella-zoster yang bisa menyebabkan penyakit cacar air.
Vaksin Rotavirus: Untuk mencegah anak dari gastroentritis penyebab diare.
Vaksin HPV: Untuk mencegah infeksi HPV (human papillomavirus) yang dapat menyebabkan kanker serviks.
Vaksin Influenza: Untuk memberikan perlindungan terhadap ISPA akibat virus influenza.
Vaksin JE: Untuk mencegah virus japanese encephalitis yang menjadi penyakit radang otak.
Bukan cuma itu, kini pemerintah pun telah menetapkan pemberian vaksin COVID-19 bagi anak, setidaknya setelah anak berusia 6 tahun ke atas dan diberikan sebanyak 2 kali dengan jeda pemberian selama 4 minggu sesudah dari vaksin pertama.
Itu dia penjelasan berapa kali bayi imunisasi. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagimu ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan imunisasi?

Apa yang dimaksud dengan imunisasi?
Proses membentuk serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit, infeksi, virus, maupun bakteri tertentu. Caranya adalah lewat pemberian vaksin.
Kapan pemberian pertama vaksin MR?

Kapan pemberian pertama vaksin MR?
Mulai dari anak usia 9 bulan.
Imunisasi BCG berguna untuk mencegah penyakit apa?

Imunisasi BCG berguna untuk mencegah penyakit apa?
Mencegah tuberkulosis (TBC).
