Konten dari Pengguna

Berapa Lama ASI Bertahan di Dalam Dot pada Suhu Ruang?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berapa lama ASI bertahan di dalam dot. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berapa lama ASI bertahan di dalam dot. Foto: Freepik

Bagi Mama-Mama yang baru saja memiliki bayi, apakah sudah mengetahui berapa lama ASI bertahan di dalam dot? Penting untuk dipahami ASI bertahan berapa jam nih, Ma, apalagi kalau Mama-Mama memang memberikan ASI perah dengan dot saat sedang tidak bisa menyusui bayi secara langsung.

Ya, bisa jadi karena Mama sudah mulai bekerja di luar rumah, sehingga, memilih menggunakan dot untuk memberikan ASI perah ke bayi.

Mama pernah baca dari Healthline, proses memerah serta menyimpan ASI, baik diperah manual maupun memakai pompa ASI, tidak boleh dilakukan asal-asalan. Sebab, jika tidak, ASI akan gampang terkontaminasi dan cepat basi.

Lantas, berapa lama ASI bertahan dalam dot? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Berapa Lama ASI Bertahan dalam Dot

Ilustrasi menyusui bayi dengan ASI perah. Foto: iStock

Ada berbagai banyak pilihan dalam penyimpanan ASI perah. Pertama dapat disimpan dalam lemari es, freezer, maupun pada suhu ruang.

Lantas, ASI bertahan berapa jam di suhu ruang? Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), merekomendasikan bahwa ASI tidak boleh berada di suhu ruangan selama lebih dari 4 jam. Begitu pula menurut rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP).

Buat lebih jelasnya, Mama-Mama bisa, nih, menyimak beberapa rekomendasi berapa lama ASI bertahan di dalam dot sesuai dengan lokasi penyimpanannya.

1. Penyimpanan ASI pada Suhu Ruang

Apabila Mama-Mama akan menyimpan ASI pada suhu ruang, disarankan pada suhu berkisar 25 derajat celsius. Kalau yang Mama pernah baca dari laman Very Well Family, dalam suhu ruangan, ASI yang telah dipompa kemudian dipindahkan ke dot bisa bertahan sampai 4 jam.

Sedangkan untuk ASI beku yang telah disimpan atau dicairkan pada suhu ruangan, dianjurkan buat digunakan selama 1 hingga 2 jam. Jika tidak habis, langsung dibuang ya, Ma.

2. Menyimpan ASI pada Cooler Box

Cooler box juga bisa menjadi salah satu media penyimpanan ASI loh, Ma. Meski dapat menyimpan botol ASI, akan tetapi jangka waktu penyimpanannya hanya dalam waktu 24 jam saja.

Jadi, apabila lebih dari 1 hari, ASI tersebut akan cenderung lebih cepat basi dan bisa berbahaya kalau dikonsumsi oleh bayi.

3. Menyimpan ASI di Kulkas Bagian Bawah

Kamu berencana menyimpan ASI di kulkas bagian bawah, Ma? Perlu kamu ketahui, suhu ideal untuk menyimpan ASI di lemari es ini adalah 4 derajat celsius. ASI perah yang disimpan dalam kulkas umumnya bisa bertahan dari 5 hingga 8 hari.

4. Penyimpanan di dalam Freezer

Menyimpan dot ASI di dalam freezer menjadi salah satu alternatif yang banyak dilakukan oleh Mama-Mama, deh. Akan tetapi hal ini bisa berbeda juga sesuai dengan jenis kulkasnya loh.

Pada kulkas 1 pintu, penyimpanan ASI perah hanya bisa bertahan kurang lebih 2 minggu. Sementara itu untuk kulkas yang memiliki 2 pintu, waktu penyimpanan ASI menjadi lebih lama, yakni bisa 3 sampai 4 bulan lamanya.

Cara Memompa ASI

Ilustrasi pompa ASI. Foto: Freepik

Usai mengetahui berapa lama ASI dapat bertahan dalam dot. Hal penting lainnya yang perlu kamu perhatikan adalah bagaimana cara memompa ASI dengan tepat.

Ada beberapa hal penting nih yang harus Mama-Mama pahami agar mendapatkan ASI perah yang berkualitas, antara lain:

  1. Cuci tangan dulu sebelum kamu memompa alat ASI.

  2. Pastikan alat-alat yang digunakan, contoh pompa ASI, botol, serta wadah penyimpanan ASI dalam keadaan yang steril dan bersih.

  3. Agar semakin higienis, kamu dapat merendam dulu air panas yang telah dicampur sabun untuk memastikan kehigienisannya.

  4. ASI yang sudah dipompa sebaiknya langsung digunakan atau dibekukan jika memang akan dijadikan stok ASI. Pasalnya, ASI yang berada terlalu lama di suhu ruang dapat lebih cepat basi. Pemberian ASI yang mudah basi ini dikhawatirkan dapat membahayakan bagi si kecil.

Cara Menyimpan ASI

Ilustrasi penyimpanan ASI di freezer. Foto: Unsplash

Setelah memerah ASI, ketahui tata cara penyimpanan ASI perah yang benar agar bisa tahan lama dan tidak cepat basi. Berikut adalah cara menyimpan ASI perah sesuai petunjuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar bisa disimpan dan dikonsumsi si kecil dengan aman.

  1. Simpan ASI perah di dalam botol kaca atau plastik bebas Bisphenol-A (BPA). Pastikan botol-botol tersebut sudah disterilkan atau minimal dicuci dengan air hangat bersih.

  2. Hindari menempatkan ASI perah dalam botol sekali pakai yang memang tidak diperuntukkan bagi pemakaian berulang.

  3. Jangan menyimpan ASI di dalam gelas plastik bekas minuman kemasan ataupun plastik styrofoam. Botol khusus penyimpan ASI biasanya dapat dibeli di toko perlengkapan bayi.

  4. Simpan ASI perah dalam jumlah yang lebih sedikit (60-120 ml) sehingga tidak perlu membuang ASI yang tidak dihabiskan.

  5. Jangan menyimpan ASI di botol hingga penuh, sisakan sedikit ruang. Pasalnya, ASI perah yang dibekukan akan memuai dan bisa membuat wadah penyimpanan pecah atau terbuka jika dipaksakan.

  6. Wadah ASI perah harus ditutup rapat dan dibiarkan dingin.

  7. Sesuaikan jumlah pemberian ASI perah dengan usia bayi. Semakin besar usia bayi, semakin besar jumlah ASI yang diberikan setiap kali minum. Sebaiknya sediakan juga persediaan ASI ekstra.

  8. Beri label di semua botol ASI dengan data nama anak, tanggal, dan jam ibu memerah jika diperlukan.

  9. ASI perah yang dikeluarkan dalam hari yang sama dapat digabung menjadi satu. Caranya, dinginkan ASI yang baru diperah minimal 1 jam dalam lemari es atau kulkas, kemudian tambahkan ke dalam ASI sebelumnya yang sudah didinginkan dalam wadah lain.

  10. Jangan menambahkan ASI yang hangat ke dalam ASI yang sudah dibekukan. Simpan ASI yang diperah pada hari yang berbeda di dalam wadah yang berbeda juga.

  11. ASI perah dapat disimpan pada suhu ruangan ≤ 25°C selama 6-8 jam. Jika suhu ruangan kurang dari 25°C, maka ASI perah bisa tahan 2-4 jam.

  12. ASI perah dapat disimpan dalam insulated cooler bag dengan ice packs yang tahan selama 24 jam.

  13. ASI perah dapat disimpan dalam lemari es atau kulkas bersuhu 4°C sampai 5 hari.

  14. ASI perah dapat disimpan dalam bagian freezer yang terletak di dalam lemari es atau kulkas (-15°C) selama 2 minggu.

  15. ASI perah dapat disimpan dalam freezer dan lemari es dengan pintu yang berbeda (-18°C) selama 3-6 bulan.

  16. ASI perah dapat disimpan dalam deep freezer yang jarang dibuka dan temperaturnya tetap ideal (-20°C) selama 6-12 bulan. Namun, ada beberapa bukti ilmiah yang menyatakan lemak dalam ASI dapat mengalami degradasi sehingga kualitas ASI menurun.

Baca Juga: 4 Tempat Penyimpanan ASI sesuai Kebutuhan Ibu

Pemberian ASI Perahan

Ilustrasi seorang ibu yang memberikan ASI perah pada anaknya. Foto: Pexels

ASI perah dapat diberikan kepada bayi dalam keadaan suhu ruang ataupun hangat. Dirangkum dari laman National Health Service (NHS) dan VeryWell Family, berikut adalah cara memberi ASI perah kepada bayi yang benar.

  1. Keluarkan ASI perah dari lemari es berdasarkan waktu pemerahan, yaitu yang pertama kali diperah yang diberikan terlebih dahulu kepada bayi.

  2. Jika ASI dalam keadaan beku, pindahkan ASI ke kulkas bawah selama kurang lebih 12 jam agar mencair. Setelah itu, ASI dihangatkan dengan cara membiarkan botol ASI dalam kondisi tertutup dialiri air hangat atau merendam botol dalam mangkuk berisi air hangat.

  3. Hindari menggunakan oven atau microwave untuk menghangatkan ASI, karena proses ini dapat menyebabkan hilangnya zat-zat penting dalam ASI.

  4. ASI perah yang sudah cair harus dikonsumsi dalam waktu 24 jam dan tidak bisa disimpan lagi. Waktu 24 jam dihitung sejak ASI sudah mencair seluruhnya.

  5. Sebelum memberikan ASI, goyangkan wadah ASI secara perlahan untuk meratakan kembali komponen lemak yang mungkin mengendap.

  6. Pastikan ASI tidak terlalu panas sebelum memberikannya pada bayi. Jika terlalu panas, angin-anginkan ASI agar suhunya turun.

  7. Jika menggunakan jasa baby sitter atau menitipkan bayi pada daycare, pastikan botol ASI diberi label yang jelas berisi keterangan nama anak dan waktu pemerahan. Apabila ada persyaratan khusus dalam memberikan ASI,a sampaikan kepada pihak yang merawat bayi.

  8. Hindari membekukan kembali ASI yang sudah dicairkan sebelumnya. Proses pembekuan ulang dapat menyebabkan hilangnya nutrisi dan kualitas ASI.

  9. Sisa ASI perah harus dibuang setelah 1-2 jam jika tidak habis diminum oleh bayi.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat memberikan ASI perah, yaitu:

  1. Bayi dipangku atau diletakkan pada posisi setengah duduk di pangkuan ibu. Pastikan posisi kepala bayi lebih tinggi dibanding posisi badan.

  2. Hindari penggunaan botol dot pada bayi saat ia berusia di bawah 1 tahun. Pemberian ASI perah sebaiknya menggunakan cangkir, gelas, sendok kecil, atau pipet.

  3. Tempel dan miringkan pinggir cangkir/gelas/sendok kecil berisi ASI perah pada bibir bawah bayi, sehingga ASI perah menyentuh bibir bayi. Seluruh bibir bawah dan sudut mulut bayi akan berkontak dengan pinggir cangkir/gelas/sendok kecil.

  4. Jangan menuangkan ASI perah ke dalam mulut bayi, cukup pegang saja cangkir/gelas/sendok kecil di atas bibir bayi. Bayi akan minum ASI perah dengan dorongan lidahnya. Biarkan bayi meminumnya sendiri.

Itulah penjelasan mengenai berapa lama ASI bertahan di dalam dot hingga cara pemberian ASI yang benar. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untukmu ya, Ma!

(AN & SFR)

Frequently Asked Question Section

Apakah boleh menyimpan ASI di botol kaca?

chevron-down

Simpan ASI perah di dalam botol kaca atau plastik bebas Bisphenol-A (BPA). Pastikan botol-botol tersebut sudah disterilkan atau minimal dicuci dengan air hangat bersih.

Bolehkah mencampur ASI segar dengan yang sudah disimpan?

chevron-down

ASI perah yang dikeluarkan dalam hari yang sama dapat digabung menjadi satu. Caranya, dinginkan ASI yang baru diperah minimal 1 jam dalam lemari es atau kulkas, kemudian tambahkan ke dalam ASI sebelumnya yang sudah didinginkan dalam wadah lain.

Berapa lama ASI perah bertahan di suhu ruang?

chevron-down

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), merekomendasikan bahwa ASI tidak boleh berada di suhu ruangan selama lebih dari 4 jam.