Berapa Lama Bayi Bertahan Setelah Ketuban Pecah Dini?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berapa lama bayi bertahan setelah ketuban pecah dini? Seperti diketahui, ketuban pecah lebih awal bisa saja terjadi pada usia akhir kehamilan.
Pecahnya air ketuban merupakan salah satu tanda bahwa persalinan sudah dekat. Tapi, saat ketuban pecah sebelum hari persalinan tiba, ini bisa menjadi kondisi yang berbahaya bagi Mama-mama dan janin dalam kandungan.
Perlu kamu ketahui, cairan ketuban sebenarnya telah terbentuk sekitar 12 hari setelah terjadinya pembuahan. Cairan ketuban ini seperti halnya sebuah kantong yang di dalamnya ada nutrisi, hormon, dan antibodi.
Air ketuban yang mengelilingi janin juga berperan untuk melindungi tubuh dan menghangatkannya. Cairan ini pun berfungsi melindungi paru-paru serta organ vital tubuh bayi selama di kandungan.
Idealnya, air ketuban pecah mendekati waktu persalinan. Namun, ada pula yang mengalami ketuban pecah sebelum kehamilan minggu ke-37 dan disebut juga dengan premature rupture of membrane (PROM).
Lantas, ketika ketuban pecah terlalu awal ini, berapa lama bayi bertahan setelah ketuban pecah dini? Yuk, simak penjelasannya yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini!
Berapa Lama Bayi Bertahan Setelah Ketuban Pecah Dini
Mengutip laman Parents, air ketuban biasanya akan pecah usai Mama-mama mengalami kontraksi mendekati persalinan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, ada juga ibu hamil yang cairan ketubannya pecah bahkan sebelum mengalami kontraksi atau lebih awal dari saatnya melahirkan. Nah, kondisi inilah yang dikenal juga dengan ketuban pecah dini.
Lalu, ketika ketuban pecah dini, berapa lama bayi bisa bertahan? Untuk menjawabnya, sebenarnya ini dapat tergantung dari berbagai faktor.
Apabila ketuban pecah dini tapi usia kehamilanmu sudah cukup bulan, di atas 37 minggu, sebenarnya tindakan persalinan sudah bisa segera dilaksanakan. Jika kondisi ibu dan bayi stabil, persalinan secara normal atau pervaginam dapat dilakukan. Namun, jika terdapat kondisi yang lebih gawat terkait ketuban pecah dini, mungkin dokter bakal merekomendasikan pembedahan caesar.
Ketika ibu belum menunjukkan tanda-tanda kontraksi, dokter dapat melakukan tindakan induksi persalinan, supaya bumil bisa melahirkan secepatnya. Soalnya, jika bayi dibiarkan terlalu lama di kandungan usai ketuban pecah dini, dikhawatirkan semakin besar risiko untuk Mama-mama dan janin.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi masih dapat bertahan kira-kira 24-48 jam setelah ketuban pecah. Cuma balik lagi ya, hal ini pun tergantung dari kondisi Mama-mama, karena tetap memerlukan pemantauan yang lebih serius pada ibu hamil yang mengalami ketuban pecah dini.
Perlu diperhatikan, jika ketuban pecah di bawah usia kehamilan 37 atau malah di antara usia kehamilan 24-34 minggu, dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan dulu lebih lanjut untuk mengatasi kondisi ini. Biasanya dokter kandungan bakal menyarankan bumil buat menunggu persalinan, hingga bayi berkembang lebih matang dan siap dilahirkan.
Selama masa pemantauan, bumil akan diberikan obat-obatan atau tindakan medis tertentu yang bisa mempercepat pematangan organ vital bayi dan agar kondisi tubuh bumil tetap bugar.
Ketuban pecah dini memang menjadi kondisi yang dapat membahayakan dan enggak boleh disepelekan ya, Ma! Untuk itu, rutinlah memeriksakan diri ke dokter kandungan buat mengetahui bagaimana kondisi kamu dan si kecil sampai akhirnya bayi siap dilahirkan.
Semoga informasi ini dapat menjawab kebingunganmu ya!
(AN)
Frequently Asked Question Section
Apakah melahirkan normal dapat dilakukan saat ketuban pecah dini?

Apakah melahirkan normal dapat dilakukan saat ketuban pecah dini?
Jika kondisi ibu dan janin stabil serta kehamilan telah cukup bulan, persalinan secara normal atau pervaginam dapat dilakukan.
Apa bahasa medis dari ketuban pecah dini?

Apa bahasa medis dari ketuban pecah dini?
premature rupture of membrane (PROM).
Apa saja isi dari cairan ketuban?

Apa saja isi dari cairan ketuban?
Hormon, nutrisi dan antibodi.
