Berapa Lama Masa Nifas? Ini Dia Jawabannya!

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berapa lama masa nifas bisa dibilang menjadi salah satu pertanyaan yang sering dipertanyakan oleh ibu yang baru saja melahirkan. Kebahagiaan Mama-Mama ketika buah hati sudah bisa dibawa ke dalam dekapan selanjutnya diikuti oleh proses transisi setelah persalinan. Proses transisi tersebut salah satunya melibatkan masa nifas di dalamnya.
Nifas secara harfiah yang disebutkan dari laman resmi Al-Islam berarti ‘tempat tidur anak’ atau ‘melahirkan’. Secara lebih lanjut, di dalam terminologi Islam, nifas berarti darah yang dikeluarkan dari rahim seorang wanita sebelum atau setelah melahirkan. Saat muncul pendarahan satu atau dua hari menjelang proses melahirkan, darah tersebut telah dapat digolongkan sebagai darah nifas.
Dengan kata lain, nifas berarti pendarahan setelah persalinan, Ma. Selama mengalami nifas, wanita akan dibebaskan dari berbagai kewajiban sebagaimana larangan pada masa haid, yaitu salat, berpuasa, membaca Al-Quran, dan melakukan hubungan suami-istri.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa masa nifas itu terdiri dari 3 tahapan lho, Ma. Tahapan pertama adalah periode setelah persalinan, yaitu sekitar 2 jam setelah plansenta lahir sampai dengan 24 jam ke depannya.
Pada tahapan pertama, Mama-Mama dianjurkan banget untuk tetap berada di rumah sakit agar tenaga kesehatan bisa melakukan pemeriksaan berkala terhadap kontraksi uterus, pengeluaran lokea, tekanan darah, dan suhu tubuh Mama-Mama setelah melahirkan. Tahapan kedua adalah 1 minggu setelah melahirkan. Kemudian, dilanjutkan dengan tahapan ketiga yang berjalan di antara 1 sampai 6 minggu setelah melahirkan.
Selama masa nifas tersebut, darah yang keluar dari vagina adalah campuran antara lendir dan jaringan serta darah yang diluruhkan dari rahim. Selama masa nifas itu pula, dibangun jaringan baru di sekitar rahim.
Berapa Lama Masa Nifas Berlangsung?
Dari pembagian tahapan itu, dapat kita pahami bahwa masa nifas secara medis berlangsung selama sekitar 6 minggu atau 42 hari, Ma. Sementara di dalam Islam, ada beberapa hadis yang menyebutkan langsung lamanya durasi nifas. Di antaranya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi.
“Para wanita yang mengalami nifas di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, duduk (libur sholat) selama 40 hari.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Nah, dari hadis itu dapat kita pahami kalau masa haid pada wanita yang hidup di zaman Rasulullah berlangsung secara umum selama 40 hari, Ma. Tapi para ulama yang lain juga memiliki tanggapan lain. Di antaranya adalah dua imam besar, yaitu Imam Syafi’i dan Imam Malik.
Dari laman resmi milik Nadhatul Ulama, baik Imam Syafi’i dan Imam malik berpendapat bahwa waktu maksimal nifas berlangsung selama 60 hari. Dengan demikian, jika Mama-Mama setelah persalinan mengalami nifas dan lebih dari 60 hari, wajib hukumnya untuk kembali bersuci. Sementara kalau kita membahas waktu minimal masa nifas, ternyata enggak ada batasannya, Ma. Selagi darah berhenti berarti itu menandakan masa nifas telah berakhir.
Selanjutnya, apa yang harus dilakukan jika darah nifas juga belum berhenti lebih dari 60 hari? Akan lebih baik Mama-Mama segera memeriksakan diri ke dokter.
Menurut salah satu salah satu bahan ajar kebidanan yang dikeluarkan langsung di laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Mama-Mama yang baru saja melahirkan butuh penanganan medis. Di antaranya adalah pengeluaran cairan vagina yang berbau busuk, rasa sakit yang luar biasa di bagian perut bawah, sakit kepala, nyeri ulu hati, demam, atau bahkan pingsan.
Itu dia Ma, informasi seputar masa nifas, khususnya terkait pertanyaan tentang berapa lama masa nifas. Semoga hal yang Mama sampaikan di atas bermanfaat, ya. Semangat untuk ibu yang baru saja melewati proses panjang kehamilan dan proses berjuang saat melahirkan!
(TMA)
