Berapa Lama Mastitis Bisa Sembuh?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sala satu teman Mama yang sedang menyusui terkena mastitis dan dia tanya kira-kira berapa lama mastitis bisa sembuh? Kalau kamu belum tahu apa itu mastitis, ini adalah salah satu infeksi pada jaringan payudara yang sering dirasakan ibu menyusui.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh ASI yang menumpuk di payudara dan tidak dikeluarkan, sehingga menciptakan penyumbatan di saluran ASI. Mastitis juga dapat menyebabkan benjolan di sekitar area yang sakit.
Umumnya, mastitis terjadi pada 6 minggu hingga 12 minggu pertama kehidupan bayi, tetapi bisa juga terjadi kapan saja selama ibu masih dalam masa menyusui.
Mastitis biasanya timbul peradangan warna merah di satu atau kedua payudara ibu menyusui. Payudara juga mungkin jadi bengkak, terasa panas, atau bahkan lembut saat disentuh. Berikut beberapa ciri lainnya:
Penebalan jaringan payudara atau benjolan payudara.
Nyeri atau sensasi terbakar terus menerus atau saat menyusui.
Kelelahan.
Sakit kepala.
Mual dan muntah.
Puting terasa sakit.
Merasa sakit atau meriang.
Demam lebih dari 38 derajat celsius.
Walaupun terkena mastitis, Mama-Mama tetap boleh dan aman menyusui bayi. Sebab ibu menyusui tidak dapat menularkan infeksi tersebut kepada bayi melalui ASI.
Justru, dikutip dari Cleveland Clinic, ASI memiliki sifat antibakteri yang membantu bayi melawan infeksi. Meski begitu, ibu harus segera mendapatkan pengobatan dan merawat mastitis agar tidak menimbulkan komplikasi.
Berapa Lama Mastitis Bisa Sembuh?
Dari yang Mama baca di Web MD, ketika diobati segera, sebagian besar mastitis akan hilang dengan cepat dan tanpa komplikasi serius. Dengan perawatan yang tepat, gejala akan mulai hilang dalam satu hingga dua hari.
Mengutip laman University of Michigan Health, pemberian antibiotik biasanya dapat menyembuhkan mastitis. Jika setelah berkonsultasi ke dokter, dan kamu diresepkan antibiotik, maka minumlah sesuai petunjuk ya, Ma.
Saat mengonsumsi antibiotik, maka kamu perlu meminumnya sampai habis. Artinya, jangan berhenti mengonsumsinya hanya karena merasa lebih baik.
Dokter biasanya akan memberikan antibiotik yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Jika ternyata pengobatan antibiotik tidak berhasil, dokter mungkin akan mengirim sampel ASI ke laboratorium untuk membantu mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.
Selagi diobati, kamu juga perlu banyak istirahat, minum banyak air, dan menggunakan kompres hangat atau dingin pada payudara yang sakit. Sebelum menyusui, coba letakkan waslap hangat dan basah di atas payudara yang sakit selama sekitar 15 menit.
Cobalah cara tersebut setidaknya tiga kali sehari. Ini dapat meningkatkan aliran ASI di payudara. Kemudian, memijat payudara yang terkena mastitis juga dapat meningkatkan aliran ASI.
Kemudian saat menyusui, mulailah dari payudara yang terkena mastitis. Namun jika terasa menyakitkan, bisa coba menyusui dengan payudara yang sehat terlebih dahulu. Setelah ASI mengalir, menyusuilah dari payudara yang sakit.
Kalau ternyata puting terlalu pecah-pecah dan nyeri untuk menyusui dari payudara, kamu bisa memerah ASI dengan tangan atau gunakan pompa payudara untuk mengosongkan ASI.
Kalau masih tidak sembuh, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari ahli laktasi. Ahli laktasi akan membantu mengajarkan menyusui lebih efektif dan mengurangi rasa sakit untuk membantu mencegah mastitis.
Pengobatan mastitis ini jangan ditunda ya, Ma karena dapat menyebabkan abses payudara, yang bisa lebih sulit diobati. Itu dia informasi soal mastitis mulai dari penyebab, gejala, hingga berapa lama mastitis bisa sembuh. Semoga bermanfaat ya, Ma!
(RPR)
Frequently Asked Question Section
Apakah mastitis bisa disembuhkan?

Apakah mastitis bisa disembuhkan?
Tak perlu khawatir, Ma. Karena mastitis bisa kok disembuhkan. Asalkan kamu segera menemui dokter dan melakukan pengobatan, ya.
Apa dampak jika mastitis dibiarkan?

Apa dampak jika mastitis dibiarkan?
Jika tidak segera diatasi, maka bisa menyebabkan infeksi bahkan menyebabkan abses. Jika itu terjadi, Mama diharuskan melakukan operasi yang bisa berdampak terganggunya fungsi payudara dalam memproduksi ASI.
