Berat Badan Ideal Anak 1-3 Tahun Menurut WHO, Simak Panduannya

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Mama-Mama sudah mengetahui berat badan ideal anak 1-3 tahun? Terutama bagimu yang kini memiliki anak balita. Penting nih untuk kita sebagai orang tua buat senantiasa memperhatikan tumbuh kembang anak.
Tumbuh kembang setiap anak sendiri bisa berbeda-beda dan tidak bisa disamaratakan. Kemarin Mama baru saja dicurhatin nih sama seorang teman Mama. Dia sedang khawatir melihat anaknya yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan anak seusianya.
Tapi ketika Mama tanya lebih lanjut, anaknya tersebut dalam keadaan sehat kok. Asupan nutrisinya baik serta kegiatannya juga tidak terganggu sama sekali meski dari penampilan dia nampak lebih kecil dibandingkan teman-temannya.
Makanya sebelum kamu juga panik, ada baiknya nih mengetahui lebih dulu berat badan serta tinggi badan ideal sesuai usianya. Untuk mengetahui lebih lengkap terkait berat badan ideal anak 1-3 tahun. Berikut telah Mama rangkum ya informasinya yang sesuai dengan standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO.
Berat Badan Ideal Anak 1-3 Tahun
Buat memantau berat badan ideal anak, saat ini di Indonesia umumnya menggunakan kurva pertumbuhan dari WHO. Indikator berat serta tinggi badan ini nantinya akan diinterpretasikan apakah anak termasuk dalam kategori obesitas, gizi lebih, gizi baik, gizi kurang, atau gizi buruk.
Berdasarkan dari panduan WHO tersebut, maka berat badan ideal anak 1-3 tahun adalah sebagai berikut:
Berat badan ideal anak laki-laki berdasarkan usianya:
• 1 tahun: 7,7-12 kg
• 1 tahun, 6 bulan: 8,8-13,7 kg
• 2 tahun: 9,7-15,3 kg
• 2 tahun, 6 bulan: 10,5-16,9 kg
• 3 tahun: 11,3-18,3 kg
Berat badan ideal anak perempuan berdasarkan usianya:
• 1 tahun: 7-11,5 kg
• 1 tahun, 6 bulan: 8,1-13,2 kg
• 2 tahun: 9-14,8 kg
• 2 tahun, 6 bulan: 10-16,5 kg
• 3 tahun: 10,8-18,1 kg
Sebagai catatan, apabila anak memiliki ukuran timbangan di bawah berat ideal tersebut, artinya dia bisa dikatakan mengalami kekurangan gizi, tapi status tersebut tentunya harus dipastikan setelah berkonsultasi dengan dokter, ya. Sementara itu jika hasil timbangannya di atas berat badan ideal, maka dia dikatakan mengalami kelebihan gizi atau bahkan obesitas.
Ya Ma, kedua kondisi tersebut sama-sama perlu diwaspadai, karena jika terjadi dalam jangka panjang bisa mengakibatkan gangguan kesehatan pada si kecil.
Cara Menaikkan Berat Badan Anak
Ternyata banyak juga orang tua yang mengalami kesulitan untuk anaknya mencapai berat badan ideal. Penyebabnya adalah si kecil yang sulit makan sehingga badannya terlihat kurus. Kalau kamu mengalami kondisi ini ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan Ma:
Buatlah rutinitas makan pada anak dengan memastikannya makan 3 kali sehari. Apabila dia memiliki kebiasaan susah menghabiskan makanan, kamu bisa mengganti jadwal makannya menjadi 4 sampai 5 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil.
Beri jeda setiap waktu makan, agar si kecil mengetahui konsep kenyang dan lapar. Misalnya anak sarapan pada pukul 08.00, maka kamu bisa memberikan jeda 2 jam sebelum memberikannya lagi susu atau makanan ringan.
Hindari memberikan minum maupun susu sebelum anak makan, sebab dia akan menjadi lebih mudah kenyang.
Mama-Mama bisa memberikan camilan atau makanan ringan di rentang waktu menunggu jam makan selanjutnya. Dengan catatan, berikanlah camilan yang sehat ya Ma!
Hindari makanan yang tinggi kadar gula atau makanan yang miskin nutrisi, seperti junk food, keripik, dan lain-lain.
Cara Menurunkan Berat Badan Anak
Selain berat badan kurang dari berat ideal, sekarang tak jarang juga ditemukan kasus anak dengan berat di atas bobot idealnya. Hal ini bisa berdampak buruk karena bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti diabetes, jantung, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.
Ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan agar anak yang kelebihan bobot badan ini mencapai berat idealnya, antara lain:
Mulai terapkan pola makan sehat, yakni dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran, buah, kurangi porsi lemak, dan lebih banyak minum air putih.
Kamu bisa mengajak anak untuk lebih sering bergerak aktif, misalnya dengan berolahraga atau sekadar jalan-jalan keliling kompleks.
Tetap awasi asupan kalori anak. Hindari makanan yang tinggi kadar gula, lemak, serta makanan yang diolah dengan cara digoreng. Kamu bisa mengganti pengolahannya dengan cara direbus atau dipanggang.
Itulah informasi mengenai berat badan ideal anak 1-3 tahun. Bila masih ragu, kamu boleh berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter mengenai pola hidup sehat agar anak mencapai berat badan yang ideal.
(AN)
