Konten dari Pengguna

Cara agar Bayi Cepat Masuk Panggul dan Kontraksi, Bagaimana Ya?

Mama Rempong

Mama Rempong

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara agar bayi cepat masuk panggul dan kontraksi. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara agar bayi cepat masuk panggul dan kontraksi. Foto: Thinkstock

Kemarin teman Mama yang sedang hamil dan sudah dekat HPL bertanya bagaimana sih cara agar bayi cepat masuk panggul dan kontraksi? Turunnya bayi ke panggul memang merupakan salah satu tanda persalinan sudah dekat.

Saat mendekati waktu persalinan, posisi bayi akan turun lebih rendah ke panggul. Dalam kondisi yang normal, bagian tubuh yang lebih dulu masuk panggul adalah kepala si bayi.

Turunnya bayi ke panggul berbeda-beda waktunya bagi setiap calon ibu. Namun, biasanya bayi akan turun sekitar dua hingga empat minggu sebelum melahirkan pada kehamilan pertama. Pada kehamilan berikutnya, bayi biasanya tidak turun sampai proses persalinan terjadi yang ditandai dengan mulainya pembukaan.

Dikutip dari What to Expect, berikut beberapa hal yang perlu ibu hamil perhatikan seputar tanda bayi sudah turun ke panggul.

Tanda Bayi Sudah Turun ke Panggul

Ilustrasi cara agar bayi cepat masuk panggul dan kontraksi. Foto: Shutterstock

Turunnya bayi ke panggul bukanlah proses yang terjadi secara instan, Ma. Bayi butuh proses bertahap untuk mencari jalan hingga ia turun ke panggul.

Salah satu yang sering ditanyakan adalah bagaimana sih rasanya kalau bayi turun ke panggul? Untuk pertanyaan ini, jawabannya kembali lagi pada kondisi si ibu.

Misalnya, jika kamu mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan, kamu mungkin tidak dapat membedakannya setelah bayi turun. Namun, jika kenaikan berat badan tidak terlalu tinggi, kemungkinan besar kamu akan menyadari kalau bayi telah turun ke panggul.

Berikut adalah beberapa tanda yang bisa dikenali:

1. Posisi Perut Bagian Bawah

Jika bayi sudah turun, kamu mungkin akan melihat bentuk perut tampak lebih rendah. Jika sudah begini, artinya waktu persalinan mungkin semakin dekat.

2. Pernapasan Lebih Lega

Setelah bayi turun, ada lebih sedikit tekanan ke atas dari rahim ke diafragma sehingga pernapasan pun menjadi lebih lega dibandingkan biasanya.

3. Gangguan Pencernaan Berkurang

Penurunan tekanan pada perut dari rahim membuat perut tidak akan begitu tertekan lagi. Gejala seperti heartburn dan gangguan pencernaan lain pun berkurang. Kamu bisa lebih nyaman ketika makan dengan kondisi ini.

4. Lebih Sering Buang Air Kecil

Meskipun tekanan pada diafragma berkurang, tapi bayi yang semakin turun justru membuat tekanan pada kandung kemih bertambah. Hal ini membuat ibu hamil semakin sering buang air kecil.

5. Nyeri Panggul

Ketika bayi sudah berada di panggul, kamu cenderung merasakan lebih banyak tekanan dan rasa sakit di bagian bawah. Ini bisa datang dalam bentuk rasa sakit yang tajam atau tekanan di daerah perineum.

Cara agar Bayi Cepat Masuk Panggul dan Kontraksi

Ilustrasi cara agar bayi cepat masuk panggul dan kontraksi. Foto: Shutterstock

Meskipun belum ada data ilmiah yang menunjukkan adanya cara yang terbukti membuat bayi turun ke panggul sebelum melahirkan, ada banyak saran yang dapat membantu mengarahkan bayi untuk turun. Seperti dikutip dari What to Expect berikut ini:

1. Jalan Kaki

Berjalan dapat mengendurkan otot panggul. Ditambah bantuan dari gravitasi, jalan kaki dapat membantu proses bayi turun ke panggul.

2. Jongkok

Jika berjalan membuka pinggul, jongkok akan lebih memberi efek yang lebih besar. Gunakan gym ball untuk membantu kamu mempertahankan posisi jongkok. Gerakan lembut pada gym ball juga dapat membantu mendorong bayi lebih rendah ke dalam rongga panggul.

3. Pelvic Tilt

Ilustrasi pelvic tilt. Foto: Freepik

Salah satu cara untuk membantu mempercepat bayi untuk turun ke panggul adalah dengan gerakan pelvic tilt. Gerakan ini bisa kamu lakukan dengan cara yang sederhana, Ma.

Pertama, berbaringlah lalu tekuk kaki. Setelah itu, angkat panggul perlahan ke arah atas, lalu turunkan lagi secara perlahan. Gerakan ini akan membuat rasa nyeri di punggung menjadi berkurang.

Kalau kamu merasa gerakan sambil berbaring berat, kamu bisa melakukannya dengan posisi tangan dan lutut sebagai tumpuan sehingga posisimu seperti merangkak. Lalu, turunkan bagian perut dan panggul kemudian naikkan lagi secara perlahan.

Selain cara yang disebutkan di atas, ada juga beberapa cara lain yang dipercaya ampuh untuk mempercepat kontraksi. Dilansir Healthline, cara seperti berhubungan seks, akupunktur, hingga konsumsi makanan pedas dapat membantu mempercepat kontraksi.

Apabila sudah lewat dari HPL dan bayi tidak kunjung turun ke panggul serta kontraksi tidak kunjung datang, tidak ada salahnya melakukan cara di atas. Sebelumnya pastikan lebih dulu bahwa dokter memperbolehkan kamu untuk melakukannya, ya.

Frequently Asked Question Section

Kapan bayi turun ke panggul?

chevron-down

Umumnya bayi turun ke panggul pada satu atau dua minggu sebelum persalinan, tapi ada juga yang posisinya baru turun saat menjelang persalinan.

Apa saja tanda bayi sudah turun ke panggul?

chevron-down

Napas menjadi lebih lega, perut terlihat lebih turun, lebih sering buang air kecil, dan nyeri panggul.

Bagian tubuh bayi apa yang turun ke panggul lebih dulu?

chevron-down

Dalam kondisi normal, kepala bayi adalah bagian yang turun ke panggul lebih dulu. Posisi ini yang memungkinkan persalinan normal.

(RPR)