Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan, Tak Perlu Khawatir!

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan? Menerapkan cara berhubungan intim biar tidak berisiko hamil memang memerlukan trik yang tepat. Kalau salah langkah, takutnya malah terjadi kehamilan yang tidak direncanakan kan?
Pengalaman seperti ini juga dialami oleh seorang teman Mama. Bukannya tanpa alasan dia menunda dulu agar tidak hamil. Pasalnya teman Mama ini dan suaminya sedang menjalani yang namanya pernikahan jarak jauh, sehingga butuh pertimbangan matang jika dia dan pasangan ingin memiliki keturunan.
Perencanaan kehamilan memang penting, buat kamu yang mau mengatur jarak kelahiran antar anak, sehingga kamu perlu mengetahui cara berhubungan intim yang tidak mengakibatkan kehamilan. Apa sajakah? Simak selengkapnya di sini ya!
Cara Berhubungan Intim yang Tidak Mengakibatkan Kehamilan
1. Hindari Berhubungan saat Masa Subur
Kehamilan sangat ditentukan oleh masa subur dalam siklus menstruasi. Jadi sebelum kamu dan pasangan merencanakan buat berhubungan intim. Ada baiknya kamu memahami dulu cara kerja dari siklus haid ini.
Setiap wanita biasanya memiliki siklus haid mulai dari 25 sampai 35 hari. Hari pertama siklus dimulai dari hari pertama menstruasi, sedangkan hari terakhir siklus adalah tepat sehari sebelum menstruasi berikutnya. Nah ketika pendarahan berhenti, artinya kamu sudah memasuki masa awal ovulasi.
Masa ovulasi sering juga disebut dengan masa subur. Apabila kamu berhubungan pada masa ini, kemungkinan hamil tentunya akan tinggi. Oleh karena itu, disarankan buat Mama-Mama tidak berhubungan intim pada masa subur ini.
2. Menggunakan Kondom
Cara mudah lainnya untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan adalah dengan menggunakan kondom. Kondom yang digunakan oleh pria akan mencegah sperma masuk ke dalam tubuh wanita dan bisa mengurangi risiko terjadinya kehamilan.
Tak hanya itu, pemakaian kondom juga berfungsi untuk melindungi dari berbagai penyakit menular seksual. Misalnya HIV/AIDS dan sifilis.
3. Ejakulasi di Luar
Ejakulasi di luar atau melakukan senggama terputus juga bisa menjadi cara mencegah kehamilan. Artinya pria harus melakukan ejakulasi di luar rahim agar sperma tidak bertemu dengan sel telur.
Biarpun ini cara yang paling mudah buat mengurangi risiko terjadinya kehamilan. Namun melakukan ejakulasi di luar ini perlu dilaksanakan dengan hati-hati serta memerhatikan momen yang tepat.
4. Berhubungan Intim dengan Menggunakan Alat Kontrasepsi
Ada beberapa alat kontrasepsi yang bisa Mama-Mama pakai untuk mencegah terjadinya kehamilan, di antaranya adalah:
KB Suntik
KB suntik ini bekerja dengan cara melepaskan hormon progesteron ke aliran darah yang dapat mengurangi peluang kehamilan. Apabila digunakan dengan tepat, tingkat efektivitas KB suntik ini bisa mencapai 90 persen.
KB IUD
KB IUD atau yang sering disebut dengan KB spiral adalah perangkat plastik dan tembaga berbentuk huruf T yang dimasukkan ke dalam rahim oleh dokter.
Alat kontrasepsi ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang panjang, yakni selama 5 sampai 10 tahun. Tingkat efektivitasnya juga mencapai 98 persen apabila digunakan dengan tepat.
Pil KB
Pil KB merupakan obat yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Pil KB ini harus kamu konsumsi secara rutin setiap hari.
Kontrasepsi berbentuk pil ini bekerja dengan cara menghentikan sperma agar tidak bergabung dengan sel telur. Selain itu, hormon yang ada di dalam pil ini dapat membantu menghentikan ovulasi sehingga tidak ada pelepasan sel telur.
KB Implan
Sama halnya seperti KB suntik, KB implan juga bekerja melalui melepaskan hormon progesteron ke aliran darah. KB implan berbentuk batang plastik yang diletakkan di dalam lengan. Umumnya, kontrasepsi ini dapat bekerja dengan baik selama kurang lebih 3 tahun.
Itulah beberapa cara menghindari hamil usai berhubungan yang bisa dilakukan. Kamu bisa berdiskusi dulu dengan pasangan mengenai cara yang paling nyaman yang bisa kalian lakukan ya!
Frequently Asked Question Section
Apa saja manfaat kondom?

Apa saja manfaat kondom?
Selain mencegah kehamilan, kondom juga berguna untuk mencegah penularan PMS (penyakit menular seksual) seperti HIV dan sifilis.
Berapa lama KB IUD dapat digunakan?

Berapa lama KB IUD dapat digunakan?
Alat kontrasepsi ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang panjang, yakni selama 5 sampai 10 tahun. Tingkat efektivitasnya juga mencapai 98 persen apabila digunakan dengan tepat.
Bagaimana cara kerja pil KB?

Bagaimana cara kerja pil KB?
Kontrasepsi berbentuk pil ini bekerja dengan cara menghentikan sperma agar tidak bergabung dengan sel telur. Selain itu, hormon yang ada di dalam pil ini dapat membantu menghentikan ovulasi sehingga tidak ada pelepasan sel telur.
(AN)
