Cara Melatih Bayi Duduk yang Bisa Dicoba di Ruma

ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan seputar langkah mempercepat perkembangan si kecil memang sering banget nih mengundang rasa penasaran sebagian ibu, khususnya cara melatih bayi duduk, seperti yang dipertanyakan oleh sahabat sekaligus istri dari rekan kerja suami Mama.
Kapan Bayi Mulai Bisa Duduk?
Tapi sebelumnya, akan lebih baik kita pahami dulu ya Ma, kapan sih sebenarnya bayi mulai memasuki perkembangan untuk duduk sendiri?
Nah, dari yang Mama baca di Medical News Today, umumnya, bayi akan mulai duduk dengan bantuan terlebih dahulu pada rentang usia 4 sampai 6 bulan. Lalu, memasuki usia 9 bulan, barulah mereka bisa duduk sendirian tanpa adanya bantuan.
Perkembangan itu terjadi diiringi dengan kekuatan leher, otot, keseimbangan, dan kekuatan bagian-bagian tubuh pendukung lainnya yang menstimulasi anak untuk duduk secara mandiri.
Meskipun ada rentang usia umum seperti di atas, setiap perkembangan bayi itu berbeda-beda, Ma. Ada yang bisa duduk lebih cepat dan ada juga yang sebaliknya, lebih lambat.
Jadi, enggak perlu khawatir berlebihan saat anak terlihat memiliki tonggak perkembangan yang berbeda dari anak yang lain. Berikan mereka waktu untuk melalui tahapan perkembangannya.
Cara Melatih Bayi Duduk
Cara Melatih Bayi Duduk
Untuk Mama-Mama yang ingin melatih bayi duduk, ada beberapa cara yang bisa kamu dicoba. Yuk, disimak dan pahami baik-baik, ya!
1. Tummy Time
Cara melatih bayi duduk sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak dini atau tepatnya saat mereka berusia satu bulan, seperti yang dijelaskan oleh FirstCry Parenting. Momen ini dinamakan tummy time Ma, di mana bayi kita berlatih tengkurap. Melalui tummy time itu, bayi akan terdorong untuk mengangkat kepala mereka dan melihat hal-hal di sekitarnya. Dengan demikian, terjadilah proses pengembangan kekuatan leher dan tubuh bagian atas. Dengan cara ini, bayi kita terstimulasi untuk menguatkan otot dan bagian tubuh yang penting untuk membantu mereka bisa duduk nantinya tanpa bantuan.
2. Berlatih Duduk dengan Bantuan
Cara kedua ini datang dari Medical News Today, yaitu melatih bayi kita untuk duduk dengan bantuan. Bantuannya bisa berupa bantal ataupun mainan ya, Ma. Cara ini dapat diterapkan saat usia si kecil memasuki 4 bulan karena pada usia tersebut bayi dapat menahan kepalanya dengan stabil. Kamu bisa meletakkan bantal di sekelilingnya sebagai penyangga. Selain itu, FirstCry Parenting juga menyarankan Mama-Mama sekalian untuk mendudukkan bayi di pangkuan, lalu meletakkan mainan di depannya. Pantaulah mereka saat mengambil mainan itu. Cara ini dapat membantu si bayi meningkatkan kemampuan otot tubuh yang dapat membantunya untuk duduk sendirian. Yang penting untuk diingat dari cara ini, jangan pernah tinggalkan bayi sendirian dengan alat bantu duduk itu ya, Ma. Bagaimana pun, tubuh mereka yang belum kokoh untuk duduk bisa saja kehilangan keseimbangan atau bahkan terjatuh ke lantai.
3. Duduk di Kursi
Pada bayi usia 4 dan 5 bulan, kamu bisa mulai memberikan kursi khusus bayi untuk membantu mereka duduk seperti saran dari Parenting FirstCry. Tindakan ini dapat melatih kekuatan tubuh bagian atas mereka sehingga nantinya dapat cukup kuat menyeimbangkan tubuh di dalam posisi duduk yang sempurna.
4. Menopang dengan Sebelah Tangan
Saat bayi berusia 7 sampai 9 bulan, waktu-waktu membacakan dongeng atau bermain bersama bisa Mama-Mama manfaatkan sambil duduk di samping mereka dan menopang tubuh si kecil dengan satu tangan di belakangnya untuk menahan punggung kecil yang tegak itu. Dengan cara ini, kita bisa membantu bayi dalam meningkatkan kontrol dan menstimulasi koordinasi otot mereka.
Nah, itu dia Ma beberapa cara yang bisa dilakukan agar bayi kita bisa duduk.
Informasi tambahan dari American Academy of Pediatrics (AAP), bila bayi kita tampak lemah, terkulai, atau kaku saat ditempatkan dalam posisi duduk, khususnya ketika usia 6 bulan, Mama-Mama disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter, ya.
Dengan begitu, akan didapatkan penilaian akurat terkait normal atau terlambatnya perkembangan anak kita. Semoga semua informasi yang ada di sini dapat bermanfaat bagi kita semua!
(TMA)
