Mom
·
8 Juni 2021 16:24
·
waktu baca 3 menit

Cara Membaca Hasil USG, Perhatikan Tanda-Tanda Berikut!

Konten ini diproduksi oleh Mama Rempong
Cara Membaca Hasil USG, Perhatikan Tanda-Tanda Berikut! (28883)
Ilustrasi cara membaca hasil USG (Sumber : Freepik)
Cara membaca hasil USG perlu dipahami oleh Mama-Mama, khususnya yang sedang menunggu kelahiran si buah hati. Selama menjalani kehamilan, biasanya pemeriksaan USG ini menjadi salah satu yang ditunggu oleh setiap pasangan ya. Mama-Mama serta Papa-Papa dapat kesempatan “melihat” si jabang bayi yang ada di dalam perutmu.
ADVERTISEMENT
Ketika pemeriksaan, perut Mama-Mama akan di-scan menggunakan sebuah alat untuk melihat janin yang ada di dalam kandungan. Lalu dari sebuah layar, kamu bisa melihat bagaimana kondisi perkembangan janin dan bakal memperoleh hasil USG berupa foto hitam putih.
Lalu apakah Mama-Mama di sini sudah paham bagaimana cara membaca hasil USG? Saat Mama hamil anak pertama, waktu itu Mama juga masih belum memahami gimana sih caranya membaca hasil USG ini. Mungkin Mama-Mama lainnya di luar sana masih ada juga yang mengalami seperti ini ya. Apalagi bagi yang baru menjalani kehamilan pertamanya.
Tidak usah bingung, Mama akan jelaskan sedikit ya bagaimana cara membaca hasil USG. Semoga informasi ini dapat membantu Mama-Mama di luar sana ya. Yuk simak selengkapnya!
ADVERTISEMENT

Cara Membaca Hasil USG

1. Ketahui Dulu Istilah dalam USG
Umumnya di layar monitor alat USG, terdapat beberapa istilah yang berupa singkatan. Untuk istilah yang tertera di layar monitor tersebut, ini penjelasan detailnya:
  • EDD (Estimated Delivery Rate). Ini merupakan keterangan mengenai perkiraan persalinan yang dihitung berdasarkan tanggal menstruasi, atau yang biasa kamu kenal sebagai Hari Perkiraan Lahir (HPL).
  • GA (Gestational Age). Menunjukkan perkiraan usia kehamilan yang sedang dijalani oleh Mama-Mama, diukur dari beberapa indikator seperti: perkembangan organ, panjang tungkai lengan, diameter kepala, serta tungkai kaki janin.
  • CRL (Crown Rump Length). Istilah yang dipakai untuk memperlihatkan panjang jarak dari ujung kepala sampai ujung kaki janin. CRL umumnya dipakai oleh dokter saat mengukur janin di usia awal kehamilan.
  • LMP (Last Menstrual Period). Lebih dikenal juga dengan nama Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). LMP dipakai sebagai acuan dalam mengukur usia janin.
  • GS (Gestational Sac). Hal ini menunjukkan ukuran kantong kehamilan, yang berupa bulatan hitam yang terdapat pada hasil foto USG.
  • BPD (Biparietal Diameter). BPD ini merujuk kepada ukuran tulang pelipis kanan serta kiri janin. Biasanya BPD akan digunakan guna mengukur panjang janin setelah memasuki trimester kedua atau ketiga kehamilan.
  • AC (Abdominal Circumferencial). Istilah ini dipakai untuk mengukur lingkar perut janin. Apabila digabungkan dengan hasil BPD, maka akan menghasilkan perikiraan berat janin yang ada di dalam kandungan Mama-Mama.
  • CRL (Crown Rump Length). Untuk CRL merupakan panjang jarak dari ujung kepala hingga ujung kaki janin. CRL dipakai oleh dokter kandungan guna mengukur janin ketika trimester awal kehamilan.
  • FW (Fetal Weight). Merupakan istilah yang memperlihatkan berat janin yang ada di dalam kandungan.
  • FL (Femur Length). Atau yang diterjemahkan sebagai tulang paha. Istilah ini diperlihatkan mengenai panjang tulang paha janin.
  • FHR (Fetal Heart Rate). Sementara itu, FHR merupakan keterangan dari frekuensi detak jantung pada janin.
ADVERTISEMENT
2. Pilih Jenis USG Sesuai dengan Kebutuhanmu
Cara Membaca Hasil USG, Perhatikan Tanda-Tanda Berikut! (28884)
Ilustrasi cara membaca hasil USG (Sumber : Freepik)
Perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat pilihan pemeriksaan USG kian beragam. Kalau dulu kita hanya mengenal USG 2D ya, Ma. Kalau sekarang sudah ada teknologi USG 3D bahkan hingga USG 4D.
USG 2D menggunakan alat transduser yang digerakan di atas perutmu untuk mengetahui kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Sementara itu jika ingin hasil yang lebih jelas, Mama-Mama bisa memilih opsi USG 3D.
Selain menampilkan ciri-ciri wajah janin dengan lebih jelas, USG 3D dapat memperlihatkan juga kemungkinan adanya kelainan yang diderita janin, misalnya bibir sumbing atau keluhan yang lainnya.
Jika USG 2D dan 3D hanya menghasilkan foto, lain halnya dengan USG 4D. Pada USG 4D, kamu dapat melihat video bergerak dari janin. Mama-Mama bisa melihat wajah dan perkembangan tubuh bayi dengan lebih jelas. Selain itu gerakan pada janin juga dapat terekam lebih jelas, termasuk di dalamnya adalah denyut jantungnya.
ADVERTISEMENT
3. Cek Perbedaan Gradasi Warna pada Hasil USG
Cara Membaca Hasil USG, Perhatikan Tanda-Tanda Berikut! (28885)
Ilustrasi cara membaca hasil USG (Sumber : Freepik)
Hasil foto USG umumnya berupa warna hitam dan putih ya, Ma. Namun kamu bisa melihat adanya perbedaan gradasi warna dan hitam putih di dalam foto tersebut. Perbedaan warna ini karena adanya densitas bahan yang dilewati oleh gelombang suara.
Dari warna-warna tersebut Mama-Mama bisa mendapatkan suatu petunjuk mana saja bagian tubuh dari bayi yang ada di dalam kandungan. Arti gradasi warna pada hasil USG, yakni:
  • Warna abu-abu berarti jaringan
  • Warna hitam berarti cairan
  • Warna putih artinya tulang
Objek yang berada di tengah dan dikelilingi oleh warna hitam pada hasil USG merupakan tubuh janin. Sementara itu, warna abu-abu yang mendominasi area sekitar hasil USG adalah area jaringan pada rahim Mama-Mama.
ADVERTISEMENT
Nah, kurang lebih seperti itu Ma, cara membaca hasil USG. Apabila masih bingung, kamu bisa bertanya dan konsultasikan langsung ke dokter kandungan ya. Semoga sehat terus Ma sampai jelang kelahiran nanti!
(AN)