Cara Mengajarkan Anak Sholat Sejak Usia Dini

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu yang sering kali menjadi bahan diskusi Mama dengan suami adalah cara mengajarkan anak sholat. Bagi orang tua yang beragama Islam, memberikan pendidikan agama bisa dimulai dengan mengajarinya sholat. Seperti yang kita ketahui, sholat merupakan ibadah yang wajib dan utama bagi umat muslim.
Menjalankan sholat lima waktu pun merupakan salah satu rukun Islam. Makanya dengan mengajarkan sholat sedari dini, mereka secara perlahan bakal memiliki kesadaran dalam melakukan ibadah tersebut.
Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti di umur berapa anak perlu diajarkan sholat. Akan tetapi ada baiknya Mama-Mama dan Papa-Papa mulai mengajarkannya sebelum usia anak mencapai akil balig.
Ada beberapa pendapat yang menganjurkan untuk memberikan pemahaman serta mengajari mengenai perintah sholat pada anak bisa juga dimulai dari usia 4 sampai 10 tahun.
Lebih cepat mengajari anak tentang sholat akan memberikan dampak positif sehingga lebih mudah tertanam dari jiwa mereka untuk menjalankan kewajiban sholat ini.
Memang, soal mengajari anak untuk sholat kadang bukanlah sesuatu yang mudah. Lalu bagaimana cara mengajarkan anak sholat sejak dini?
Berikut ada beberapa hal yang bisa Mama-Mama lakukan untuk mengajarkannya sholat. Simak tips selengkapnya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ya!
Cara Mengajarkan Anak Sholat
Buat bisa merasakan kenikmatan menjalankan sholat, seseorang perlu dibiasakan sejak dini, termasuk ke anak-anak. Maka dari itu, setiap orang tua wajib mengajarkan anaknya sholat. Sebagaimana dengan firman Allah dari Surat Taha ayat 132 berikut ini:
وَاۡمُرۡ اَهۡلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَا ؕ لَا نَسْأَلُكَ رِزۡقًا ؕ نَحۡنُ نَرۡزُقُكَ ؕ وَالۡعَاقِبَةُ لِلتَّقۡوٰى
Artinya: “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.”
Rasulullah SAW sendiri telah menyampaikan bahwa mengajarkan anak belajar agama, salah satunya untuk sholat ketika anak sudah berusia setidaknya 7 tahun. Apabila si kecil belum genap 7 tahun, anak belum bisa dituntut buat belajar agama, kecuali hanya memberikan pemahaman serta memperkenalkannya.
Hal tersebut juga tertuang dalam suatu hadis Rasulullah SAW:
Dari Amr Bin Syu'aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: "Rasulullah SAW bersabda: "Perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun dan pisahkan antara mereka di tempat tidurnya."
Dalam hadis tersebut menjelaskan bagaimana cara mendidik agama pada anak. Meskipun memperbolehkan memukul anak yang tidak sholat, Rasulullah SAW pun melakukannya dengan penuh kasih sayang dan tidak mengedepankan emosi.
Utamanya adalah agar anak terbiasa melakukan perintah agama sedari dini agar nanti ketika dewasa mereka dapat melakukannya secara mudah dan lebih terasa ringan.
Lantas bagaimana sesungguhnya mengajarkan sholat pada anak? Ada beberapa hal nih yang bisa orang tua lakukan untuk membiasakannya sholat sejak dini:
1. Memberikan Pemahaman Mengenai Kehadiran Allah SWT
Mengajarkan sholat pada anak bisa diawali dengan memberikannya pemahaman mengenai Allah SWT. Apabila tidak, anak bakal melihat sholat sebagai sebuah ritual yang hanya dilakukan berulang-ulang.
Mama-Mama bisa bercerita mengenai eksistensi-Nya, bagaimana kebaikan Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan berkah bagi setiap manusia. Dengan cerita-cerita tersebut, secara perlahan akan menanamkan kepercayaan serta rasa cinta anak pada Allah SWT di dalam hati mereka.
2. Menjelaskan Tentang Pentingnya Ibadah
Setelah menanamkan kepada si kecil tentang rasa cinta kepada Allah. Lalu kamu bisa menjelaskan tentang pentingnya ibadah. Seperti contoh, seberapa penting sholat sebagai kewajiban umat Islam. Ceritakan juga kepada si kecil konsekuensi apa yang bisa terjadi jika kewajiban ini ditinggalkan.
Sebagai catatan, jelaskan kepada si kecil dengan cara yang lembut dan dengan bahasa yang mudah dipahami anak ya. Jangan sampai kamu memakai cara yang seolah menakut-nakutinya.
3. Memberikan Contoh yang Baik
Orang tua merupakan role model bagi anaknya. Anak pasti akan sangat senang meniru apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Maka dari itu salah satu cara mengajarkan kebiasaan sholat sejak dini adalah sebagai orang tua juga perlu disiplin untuk menjalankan ibadah sholat ini.
Selain itu Mama-Mama dan Papa-Papa juga bisa mengajaknya sholat berjemaah. Apabila sudah terbiasa sholat berjemaah di rumah, kamu pun secara perlahan bisa mengajaknya sholat berjemaah di masjid, misalnya ketika sholat ied saat Idulfitri.
4. Membiasakannya Sholat Sesuai Jadwal
Setelah itu perkenalkan kepada anak jadwal sholat sesuai dengan ketentuannya. Kamu bisa memulainya dengan mengajarkan sholat Zuhur, Ashar, atau Magrib, di mana waktu tersebut anak-anak masih aktif beraktivitas.
Lalu secara perlahan kamu bisa juga membangunkannya untuk menjalankan sholat subuh atau membiasakannya sholat Isya sebelum makan malam atau tidur.
Demikianlah beberapa cara mengajarkan anak sholat. Lakukan secara perlahan dan penuh kasih sayang ya agar si kecil tak hanya melihat ini sebagai suatu ritual saja namun dapat bernilai pahala.
Frequently Asked Question Section
Kapan anak mulai diajarkan sholat?

Kapan anak mulai diajarkan sholat?
Memberi pemahaman tentang ibadah bisa dilakukan sejak usia 4 tahun. Namun kita bisa mengajarkan anak untuk melaksanakan sholat di usia 7 tahun.
Bagaimana cara agar anak dapat sholat tepat waktu?

Bagaimana cara agar anak dapat sholat tepat waktu?
Caranya bisa dengan membiasakan anak untuk melaksanakan sholat si awal waktu dan mengajaknya untuk berjamaan di rumah, maupun di masjid untuk anak laki-laki.
Apakah boleh memarahi anak yang tidak sholat?

Apakah boleh memarahi anak yang tidak sholat?
Menurut ajaran Rasulullah SAW, anak usia 10 tahun yang meninggalkan sholat boleh dipukul dan dimarahi. Namun tetap mulai ingatkan dengan baik-baik sebelum memarahinya.
(AN)
