Cara Mengetahui Anak Autis yang Perlu Diketahui Orang Tua

Konten dari Pengguna
11 Agustus 2022 12:21
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi cara mengetahui anak autis (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengetahui anak autis (Sumber: Pexels)
Cara mengetahui anak autis perlu kamu ketahui sejak dini nih, Ma!
Sebagaimana kita ketahui, autisme merupakan sebuah spektrum gangguan perkembangan yang bisa membuat kemampuan sosialiasi dan bahasa menjadi terhambat. Mama-Mama bisa mengetahui ciri-ciri autisme mulai sejak si kecil bayi, balita, atau di usia sekolah.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, autisme terjadi pada 1 dari 160 anak di seluruh dunia. Biarpun autis tidak bisa disembuhkan, anak dengan sindrom autis akan secara perlahan bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Asalkan, dia dibesarkan dengan pola asuh dan pola pembelajaran yang tepat.
Sampai sekarang, penyebab autisme pun belum diketahui secara pasti. Tapi kalau yang pernah Mama baca dari laman Parents, ada berbagai faktor yang bisa memicu anak menjadi autis, mulai dari faktor genetik, efek samping dari obat-obatan, ibu hamil yang memiliki penyakit kronis, paparan racun serta radiasi, hingga gaya hidup yang tidak sehat saat hamil.
Cara mengetahui anak autis ini bisa Mama-Mama dan Papa-Papa lihat dari berbagai ciri autisme. Apa sajakah? Simak penjelasan lengkapnya di sini yang telah Mama rangkum dari berbagai sumber ini.

Cara Mengetahui Anak Autis

Ilustrasi cara mengetahui anak autis (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengetahui anak autis (Sumber: Pexels)
Biar enggak bingung, akan Mama jelaskan dulu ya sedikit mengenai autisme ini. Melansir laman Mayo Clinic, autisme merupakan gangguan pada otak yang berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk bersosialisasi serta berkomunikasi.
Gejala dari autisme ini bisa terlihat sebelum anak berusia tiga tahun dan dapat tampak dari spektrum ringan hingga yang parah.
Penting bagi orang tua untuk memerhatikan bagaimana tingkah laku si kecil, apakah dia menunjukkan tanda-tanda autisme atau tidak. Mendeteksi sejak dini pun bisa mengetahui lebih cepat apa saja penanganan yang tepat bagi anak penderita autis ini.
Orang tua bisa mengetahui ciri anak autis dari beberapa hal, seperti:

1. Tidak Melakukan Kontak Mata dan Tidak Memberikan Respons saat Berinteraksi

Ilustrasi cara mengetahui anak autis (Sumber: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengetahui anak autis (Sumber: Pexels)
Ciri anak autis yang paling dapat dikenali adalah si kecil tidak melakukan kontak mata serta tak memberikan respons saat berinteraksi.
Sebenarnya sejak bayi bahkan, anak idealnya sudah bisa memberikan respons berupa senyuman, tertawa, mengoceh, atau bahkan menangis saat orang tua mengajaknya berinteraksi.
Akan tetapi, kalau anak cenderung diam dan enggak bereaksi apa pun atau tidak berekspresi saat diajak interaksi, bisa jadi dia mengalami gangguan autisme.

2. Kesulitan Berbicara

Masih banyak orang tua yang menganggap kalau anak yang terlambat bicara bukanlah hal yang serius. Bisa saja berpikir nanti juga seiring bertambahnya umur, anak dirasa makin pintar berbicara.
Namun, kamu perlu waspada loh, kalau sampai usia 3 tahun si kecil masih kesulitan berbicara atau bicaranya masih enggak jelas. Hal ini dapat menjadi gejala autisme yang perlu orang tua perhatikan juga.

3. Kesulitan Saat Berkomunikasi

Umumnya, mulai dari bayi usia 6 bulan, dia sudah bisa menunjuk sesuatu yang dia inginkan. Menjelang usia balita, anak sudah mulai bisa menyampaikan keinginannya baik secara lisan maupun perilaku, seperti menunjuk ke sesuatu yang dia inginkan tersebut.
Berbeda dengan anak autis yang cenderung kesulitan saat berkomunikasi. Dia umumnya tidak bisa menunjukkan apa yang dia inginkan baik secara verbal maupun tingkah laku.

4. Hambatan dalam Bersosialisasi

Anak dengan gangguan autisme kemungkinan juga akan kesulitan berinteraksi atau bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. Mereka cenderung menjauhkan diri dari lingkungan dan lebih banyak diam.

5. Menampilkan Perilaku Berulang

Menurut laman Very Well Family, menunjukkan perilaku yang berulang juga bisa menjadi salah satu ciri anak autis yang paling umum. Seperti contoh, dia akan senang menggoyangkan tubuhnya, bertepuk tangan berulang kali, maupun berputar-putar.
Selain beberapa ciri-ciri tersebut, anak dengan spektrum autis pun biasanya kesulitan untuk mengikuti instruksi, kadang bersikap agresif, suasana hatinya sulit dikendalikan, tidak suka adanya perubahan, cenderung lebih menyukai kegiatan yang berulang, dan terobsesi pada suatu barang atau hal tertentu.
Itu dia beberapa cara mengetahui anak autis. Kamu bisa segera menemui dokter maupun psikolog apabila si kecil menunjukkan beberapa perilaku tersebut. Sehingga, anak bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat untuk membantu perkembangannya.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untukmu ya!
(AN)
Apa yang dimaksud dengan sindrom autisme?
chevron-down
Apa saja faktor yang bisa memicu anak lahir dengan autisme?
chevron-down
Gejala autis pada anak sudah bisa dideteksi sejak kapan?
chevron-down