Cara Menghangatkan ASI Perah yang Benar agar Kualitasnya Terjaga

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mama Rempong tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mama-Mama sudah tahu belum kalau ada cara menghangatkan ASI yang tepat setelah didinginkan di chiller? Memang menghatkan ASI perah sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan tujuannya agar bayi tetap mendapatkan nutrisi yang penuh.
Menghangatkan ASI yang disimpan sebelum diberikan kepada si kecil sebenarnya balik lagi ke pilihan Mama-Mama ya. Bayi biasanya lebih nyaman langsung menyusui di payudara Mama-Mama. Namun banyak juga kok bayi yang menyukai ASI hangat dari botol. Mungkin ada Mama-Mama juga yang tidak bisa menyusui langsung karena satu dan lain hal, sehingga bayi lebih banyak minum susu dari botol.
Sebenarnya tidak ada salahnya sih memberikan ASI dingin kepada bayi. Namun ASI yang keluar langsung dari payudara ibu biasanya cenderung hangat, sehingga menghangatkan ASI diharapkan bisa memberikan rasa yang familiar pada si kecil serta membuat bayi menyusui dengan lebih nyaman.
Ada beberapa trik nih yang perlu kamu ketahui mengenai cara menghangatkan ASI tanpa merusak nutrisi yang terkandung di dalamnya. Apa sajakah? Simak selengkapnya di sini ya!
Cara Menghangatkan ASI yang Benar
1. Cek Label Tanggal ASI
Sebelum menyimpan ASI, biasanya Mama-Mama akan menuliskan catatan atau lebel informasi tanggal ketika ASI diperah pada botol atau wadah ASI kan? Nah informasi ini rupaya penting buat menentukan mana botol ASI yang akan dihangatkan terlebih dahulu. Pilihlah ASI yang tanggalnya lebih awal untuk dikonsumsi oleh bayi. Hal ini dilakukan agar menjaga kualitas ASI perah.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI yang dibekukan ke dalam freezer bisa bertahan hingga 6 bulan, sedangkan ASI yang disimpan di dalam lemari pendingin umumnya bisa tahan maksimal 5 hari.
2. Menghangatkan ASI dengan Memindahkan dari Freezer ke Bagian Lain Lemari Es
Apabila kamu ingin menghangatkan ASI dari freezer dengan kondisi yang beku. Ada baiknya untuk menghangatkan suhunya secara bertahap. Jangan langsung menghangatkan ASI yang beku dikarenakan bakal merusak kandungan nutrisinya.
Mama-Mama bisa memindahkan ASI dari freezer ke bagian lain di lemari es yang suhunya lebih tinggi setidaknya pada satu malam sebelum dihangatkan. Kalau ASI sudah mencair, maka kamu bisa mulai merendam ASI yang ada di dalam wadah itu ke bak berisi air hangat. Tunggu hingga beberapa menit sampai ASI mencapai suhu ruangan.
3. Jangan Langsung Merendam ASI di Air Panas
Kalau ASI perah yang ingin kamu hangatkan sudah tidak dalam kondisi beku. Mama-Mama bisa langsung merendam kantong atau wadah ASI ke dalam bak berisi air hangat. Sebelumnya pastikan air yang gunakan jangan air yang terlalu panas atau air mendidih ya. Kondisi air yang terlalu panas dikhawatirkan akan menurunkan kualitas nutrisi dan gizi dari ASI.
Hindari juga langsung merebus wadah ASI ke dalam panci berisi air panas. Hal ini akan langsung merusak kompenen penting yang ada dalam kandungan ASI. Selain itu menghangatkan ASI di dalam microwave juga tidak dianjurkan karena microwave tidak bisa menghangatkan ASI secara merata. Belum lagi botol ASI bisa saja pecah ketika dimasukkan ke dalam microwave terlalu lama.
4. Tidak Dianjurkan Menghangatkan ASI Berkali-Kali
ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya langsung dihabiskan oleh si kecil, maksimal dalam rentang waktu dua jam. Jangan menghangatkan ASI berkali-kali karena selain bisa merusak kandungan nutrisinya, hal ini juga bisa mengubah rasa ASI.
Ketika bayi sudah minum ASI perah, ada kemungkinan air liurnya dapat memasukkan bakteri ke dalam ASI. Makanya ASI yang sudah dihangatkan harus langsung dihabiskan dan jangan disimpan kembali.
Gimana Ma? Udah enggak bingung kan sekarang bagaimana cara menghangatkan ASI. Jangan lupa perhatikan juga ya apakah ASI tersebut masih layak minum atau tidak. Kalau misalnya sudah ada perubahan bau atau rasa, sebaiknya jangan dikonsumsi.
(AN)
